Gereja San Domenico Maggiore di Napoli. Credits: ig @maakunsaiken
Gereja San Domenico Maggiore di Napoli. Credits: ig @maakunsaiken

Dalam ziarah berjalan kaki di Napoli, kita mengunjungi gereja tinggi di belakang obelisk, yakni Gereja San Domenico Maggiore. Gereja itu dibangun di atas sisa-sisa gereja lebih kecil dari abad ke-10, dan gereja yang ada saat ini diselesaikan tahun 1324 oleh Charles I dari Anjou dan diberikan kepada para biarawan Ordo Dominikan. Di gereja itu ada makam-makam tokoh-tokoh terkenal serta banyak karya seni.

Santo Thomas Aquinas pernah mengajar beberapa waktu di sini, ketika masih menjadi bagian dari Universitas Napoli. Di dalamnya ada ruangan tempat orang kudus itu tinggal ketika berada di sini. Cendekiawan terkenal lain yang tinggal di sini adalah filsuf Dominikan, Giordano Bruno.

Anehnya, makam Uskup Richard Luke Concanen OP, uskup pertama New York, ada di gereja ini. Uskup yang ditahbiskan di Roma tahun 1808 itu meninggal di Napoli, 19 Juni 1810, saat dalam perjalanan ke New York.

Dekat San Domenico Maggiore ada Kapel Sansevero, yang sekarang jadi museum berisi banyak karya seni bergaya Rococo abad ke-18. Mahakarya paling terkenal dari kapel yang lebih tepat dinamai Kapel Santa Maria della Pietà itu adalah Kristus Terselubung. Hasil pahatan Guiseppe Sanmartino itu dikenal karena kualitas kerudung seperti kain halus yang tembus pandang yang menutupi tubuh Kristus.

Kunjungan berikut adalah ke salah satu gereja paling terkenal di Napoli yakni Gereja Santa Chiara. Dari San Domenico Maggiore, kita berjalan di sepanjang salah satu dari jalan-jalan paling bersejarah dan menawan di kita itu yakni Spaccanapoli, jalan yang “membelah Napoli”. Ini salah satu dari tiga jalan dari timur ke barat yang utama di zaman Yunani, ketika kota itu dikenal sebagai Neapolis.

Saat berjalan sepanjang Spaccanapoli, kita berjalan perlahan dan menikmati pusat kota Napoli yang bersejarah. Meskipun dalam suasana yang mungkin tidak menyenangkan di tengah tembok-tembok bobrok, Vespa-Vespa melaju kencang, dan para pedagang kaki lima yang bising, intiplah ke dalam banyak gereja. Di sana akan sering terlihat masa lalu yang gemilang. Tentu tentu tidak lupa mencicipi pizza otentik di beberapa tempat.

Santa Chiara adalah gereja terbesar dan salah satu dari gereja-gereja paling mengesankan di Napoli. Kompleks Fransiskan yang didirikan tahun 1310 oleh Dinasti Anjou itu memiliki gereja, biara yang indah, makam, dan museum arkeologi.

Dekat Santa Chiara ada gereja bertingkat lain yaitu Gereja Gesù Nuovo. Gereja yang awalnya istana yang dibangun tahun 1470 untuk Pangeran Salerno Roberto Sanseverino itu diberikan kepada para Jesuit di abad berikutnya. Gereja itu indah berhiaskan banyak kapel dan makam para tokoh dari berabad-abad yang lalu.

Di sepanjang sisi kanan nave dimakamkan orang kudus santo kontemporer yakni Santo Giuseppe Moscati. Dia seorang dokter dari awal abad ke-20 yang memadukan imannya dengan sains dalam praktiknya. Setelah menjalani kaul hidup bakti, dia melayani orang miskin secara gratis dan sering “memberi resep” sakramen-sakramen di samping obat modern.

Di bagian belakang gereja itu, ada kapel berisi rekonstruksi kantor medisnya, relikui-relikui, serta buku-buku dan artikel-artikel tentang dirinya. Rumah kelahirannya terletak di Via Cisterna d’Olio, hanya 150 meter dari gereja itu. Gereja yang tertutup untuk pengunjung itu, ditandai dengan plakat di dinding.

Akhirnya, perjalanan ziarah ke Napoli tidak akan berakhir tanpa mengunjungi makam Don Dolindo, yang seangkatan dengan Padre Pio dari Pietrelcina. Kedua orang itu termasyhur di Gereja, Italia Selatan,l karena mistisisme dan spiritualitas mereka yang kuat.

Kisah ini diceritakan oleh sekelompok pengikut Padre Pio yang melakukan perjalanan dari Napoli ke San Giovanni Rotondo untuk melihat orang kudus yang menerima stigmata itu. Ketika Padre Pio tahu bahwa mereka berasal dari Napoli, dia berkata, “Mengapa kamu datang ke sini menemui saya kalau Don Dolindo ada di tengah kamu?”

Don Dolindo meninggal 19 November 1970. Dia telah dinyatakan sebagai Hamba Allah, proses beatifikasinya sedang berlangsung. Don Dolindo dikenal karena doa penyerahannya yang terkenal. Dia biasa berkata: “Mengapa engkau bingung dan khawatir akan diri sendiri? Serahkan urusanmu pada-Ku dan semuanya akan aman. Saya katakan padamu dalam kebenaran bahwa setiap tindakan penyerahan diri yang benar, buta, sepenuhnya kepada-Ku menghasilkan dampak yang kau inginkan dan menyelesaikan semua situasi yang sulit. Ya Yesus, aku serahkan diriku kepada-Mu, uruslah semuanya!”

Dari Gereja Santa Chiara, kita ikuti rambu-rambu menuju Chiesa di San Giuseppe dei Vecchi e Immacolata di Lourdes, di Via Salvatore Tommasi, 20.(PEN@ Katolik/paul c pati/Bret Thoman OFS/Aleteia)

Bagian dalam Gereja San Domenico Maggiore di Napoli. © Miguel Hermoso Cuesta | CC BY-SA 4.0
Bagian dalam Gereja San Domenico Maggiore di Napoli.
© Miguel Hermoso Cuesta | CC BY-SA 4.0
Makam anggota keluarga kerajaan Aragon (ditutupi warna merah, tingkat atas). © Etan J. Tal | CC BY-SA 3.0
Makam anggota keluarga kerajaan Aragon (ditutupi warna merah, tingkat atas).
© Etan J. Tal | CC BY-SA 3.0
Makam Richard Luke Concanen, uskup pertama New York, di gereja San Domenico di Napoli. © Foto milik Bret Thoman
Makam Richard Luke Concanen OP, uskup pertama New York, di gereja San Domenico di Napoli.
© Foto milik Bret Thoman
Kristus yang ditutup kerudung oleh Giuseppe Sanmartino yang dikenal karena kualitasnya yang tembus cahaya. © David Sivyer | Flickr CC BY-SA 2.0
Kristus yang ditutup kerudung oleh Giuseppe Sanmartino yang dikenal karena kualitasnya yang tembus cahaya.
© David Sivyer | Flickr CC BY-SA 2.0
Bagian depan gereja Gesù Nuovo di Napoli. © Foto milik Bret Thoman
Bagian depan Gereja Santa Chiara di Napoli.
© Foto milik Bret Thoman
Bagian depan Gereja Gesù Nuovo © Foto milik Bret Thoman
Bagian depan Gereja Gesù Nuovo © Foto milik Bret Thoman
Makam Santo Giuseppe Moscati di Gereja Gesù Nuovo di Napoli. © Rei Momo | Area publik
Makam Santo Giuseppe Moscati di Gereja Gesù Nuovo di Napoli.
© Rei Momo | Area publik
Sebuah plakat yang menandai bangunan tempat lahirnya Santo Giuseppe Moscati. © Foto milik Bret Thoman
Sebuah plakat yang menandai bangunan tempat lahirnya Santo Giuseppe Moscati.
© Foto milik Bret Thoman
Foto Don Dolindo. © P. Vojtěch Kodet | CC BY-SA 4.0
Foto Don Dolindo.
© P. Vojtěch Kodet | CC BY-SA 4.0
Bagian dalam Gereja San Giuseppe dei Vecchi berisi makam Don Dolindo di Napoli. © Baku | CC BY-SA 4.0
Bagian dalam Gereja San Giuseppe dei Vecchi berisi makam Don Dolindo di Napoli.
© Baku | CC BY-SA 4.0

Tinggalkan Pesan