Banjir 3
Dengan jalur sungai, OMK Paroki Santo Mikael Jagoi Babang bersama Pastor Fransiskus Forgeone OFMCap membawa bantuan kepada koran banjir di daerah terpencil (Hilian Parahaju Sumarade/OMK Paroki Jagoi Babang)

Guyuran hujan deras menyebabkan banjir setinggi empat meter menimpa warga Desa Tadan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai 4 Febuari, sehingga gereja, sekolah, dan rumah warga tergenang air selama tiga hari, akses jalan darat terpaksa diganti melalui jalur air sungai, dan banyak peralatan rumah tangga dan ternak peliharaan hilang.

Menurut keterangan warga desa itu, kampung itu memang sering mengalami banjir apabila turun curah hujan sangat deras. Banjir awal Februari itu adalah yang ketiga setelah banjir di tahun 2014 dan 1987.

Mendengar informasi tentang para korban banjir itu, OMK Paroki Santo Mikael Jagoi Babang langsung menggalang dana dan mengumpulkan bantuan dan sebanyak 14 OMK bersama Pastor Fransiskus Forgeone OFMCap mendatangi lokasi banjir, yang termasuk dalam wilayah paroki itu, dengan mengikuti jalur sungai karena saat itu akses jalan darat masih tergenang banjir.

Setelah menempuh perjalanan dengan perahu mesin kecil sekitar dua jam, OMK Jagoi Babang tiba di lokasi terpencil itu untuk menyalurkan sembako, pakaian bekas, alat-alat tulis seperti buku, dan juga peralatan liturgi kepada korban yang sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing untuk berbenah. Aksi itu juga diikuti dan didampingi Kepala Desa Jagoi Babang Dedeng dan beberapa tokoh lainnya termasuk beberapa anggota Wanita Katolik RI serta BAPAKAT (bapak-bapak Katolik) Paroki Jagoi Babang.

Selain itu, agar warga tabah dan sabar menghadapi segala macam bencana, selalu waspada pada cuaca ekstrim yang datang tiba-tiba, “dan selalu dalam lindungan Tuhan,” Pastor Forgeone mengajak dan memimpin doa bersama warga Desa Tadan dan tim penyalur bantuan.

Sebagian besar dari 102 KK yang tertimpa banjir itu beragama Katolik. Bantuan sarana liturgi disumbangkan sebab gereja mereka tergenang air hingga dua meter lebih, sehingga sebagian sarana prasarana liturgi yang ada dalam gereja terbawa arus.

Seraya menanti dan mengharapkan bantuan pemerintah, OMK Jagoi Babang mencatat bahwa saat ini para korban banjir sangat membutuhkan bantuan pakaian, sembako, peralatan tidur dan peralatan rumah tangga lainnya, karena banyak sudah dibawa banjir.(PEN@ Katolik/Oktavianus Robi/OMK Paroki Pahauman)

Semua foto ini dibuat oleh Hilian Parahaju Sumarade (OMK Paroki Jagoi Babang)

Banjir 2Banjir 9Banjir 1

Tinggalkan Pesan