PASTOR NICANOR-AUSTRIACO OP / NJKOZUB / Wikipedia | CC BY-SA 4.0
PASTOR NICANOR-AUSTRIACO OP / NJKOZUB / Wikipedia | CC BY-SA 4.0

“Setiap orang harus divaksinasi untuk melindungi diri sendiri dan orang yang mereka cintai,” kata Pastor Nicanor Robles Austriaco OP kepada Aleteia. Pastor Nicanor adalah seorang Filipina keturunan Amerika yang ahli mikrobiologi, profesor, dan imam dari Ordo Dominikan. Proyeknya bernama Pagasa, yang dalam bahasa Filipino berarti Harapan. Jika berhasil, vaksin ini akan menjadi harapan besar bagi jutaan orang miskin di dunia dan masyarakat umum. Jesús V. Picón dari Aleteia secara eksklusif mewawancarai imam itu, dan wawancara itu diterjemahkan oleh PEN@ Katolik/pcp untuk Anda.

Pastor Nicanor, terima kasih atas wawancara untuk Aleteia ini. Dari mana asal Anda?

Saya seorang imam Filipina dari ordo Dominikan. Saya juga seorang ahli biologi molekuler yang telah menghabiskan 20 tahun terakhir menggunakan sel ragi untuk mempelajari dasar molekuler kanker.

Panggilan apa yang Anda rasakan pertama: menjadi imam atau menjadi peneliti? Mengapa Anda menjadi imam ilmuwan? Ini rasanya sesuatu kombinasi yang tidak biasa bagi banyak orang.

Saya bertemu Tuhan saat menyelesaikan PhD di bidang Biologi di MIT, Amerika Serikat, jadi saya adalah ilmuwan terlebih dahulu sebelum ditahbiskan menjadi imam. Ini tidak biasa, tetapi tidak harus seperti itu. Seperti yang diingatkan oleh Santo Yohanes Paulus II kepada Gereja, iman dan akal keduanya adalah karunia Allah.

Bagaimana Anda menggambarkan Covid? Apakah kutukan, pertanda akhir zaman? Apakah virus ini apokaliptik?

Covid-19 merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona baru yang telah mencapai proporsi pandemi. Dunia pernah mengalami pandemi sebelumnya dan akan mengalaminya lagi. Pandemi adalah bagian dari jalinan sejarah. Dari perspektif teologis, pandemi adalah saat hukuman dan pembaharuan.

Apakah vaksin yang sedang dikembangkan aman? Apakah aman untuk divaksinasi, dan haruskah umat Katolik divaksinasi?

Vaksin yang dianggap aman dalam uji klinis tetap aman. Setiap orang harus divaksinasi untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai.

Allah telah memberi kepada para ilmuwan kemampuan untuk membuat vaksin Covid-19 dalam waktu singkat. Kita sekarang harus menggunakan vaksin ini untuk melindungi lansia dan orang-orang yang paling rentan terhadap penyakit guna mengakhiri pandemi. Ini sedang dilakukan oleh banyak pemerintah di seluruh dunia. Tanpa vaksin, orang akan terus sakit dan sebagian akan terus meninggal, terutama para lansia.

Apakah mudah dan mungkin mengembangkan vaksin untuk orang miskin?

Orang-orang miskin dikasihi Tuhan. Kita harus siapkan vaksin Covid-19 untuk mereka tanpa biaya. Ini dua hal etis yang harus dilakukan, karena kita harus memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan dan hal ilmiah yang harus dilakukan, karena orang miskin sering tinggal di daerah padat penduduk yang cenderung menjadi tempat tersembunyi bagi virus. Jika ingin memberantas virus, kita harus memvaksinasi semua orang, terutama orang-orang yang paling menderita sakit.

Apakah Anda sedang mengembangkan vaksin? Bagaimana perkembangannya? Tolong bagikan kemajuan Anda.

Saya seorang ahli biologi molekuler ragi. Saya coba mengembangkan sistem pengiriman vaksin ragi untuk Covid-19 yang akan lebih murah dan lebih mudah diterapkan daripada vaksin standar yang tersedia saat ini. Itu ide gila, tetapi ada banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa sistem pengiriman vaksin ragi bisa berjalan. Saya memasukkan lab saya pada proyek ini setelah mempelajari tantangan-tantangan yang akan dihadapi orang Filipina dalam memperoleh dan menyebarkan vaksin-vaksin yang dikembangkan di dunia pertama. Kita telah memulai pengembangan vaksin dan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk memastikan apakah efektif pada model-model hewan.

Siapa yang mendanai penelitian Anda? Berapa biaya vaksin yang Anda kembangkan? Apakah Anda sudah punya sponsor atau donatur?

Saya mendapat sedikit dana dari Providence College (Universitas Katolik di Providence, ibu kota Negara Bagian Rhode Island, AS, Red.) yang mendukung tahap praklinis dari rencana pengembangan vaksin kami. Untuk saat ini, tujuan utama kami adalah mengembangkan sistem dan kemudian menguji sistem itu pada tikus untuk melihat apakah berfungsi. Jika vaksin berhasil pada hewan, maka saya harus menelusuri langkah selanjutnya. Saat ini saya tanpa sponsor atau donatur, dan saat ini saya tidak sedang mencari sponsor atau donatur. Allah telah memberi kami cukup dana untuk memulai pekerjaan itu. Saya tahu Dia akan menyediakan apa yang kami butuhkan nanti jika ini berhasil. Kami belum punya nama untuk vaksin itu, karena kami masih mengembangkannya. Proyek itu bernama Proyek Pagasa, yang berarti “harapan” dalam bahasa Filipina.

Akhirnya, apa yang Anda anggap sebagai vaksin terbaik untuk jiwa, dalam menghadapi depresi, kesedihan, dan keputusasaan?

Persahabatan pribadi dan intim dengan Yesus Kristus, Juruselamat dunia!***

Artikel Terkait:

Imam Dominikan Filipina, ahli mikrobiologi, tegaskan moralitas dari vaksin virus corona

Imam Dominikan ahli mikrobiologi melihat harapan kemungkinan pengobatan virus corona

 

Tinggalkan Pesan