Uskup Manado Mgr  Rolly Untu MSC (pakaian putih) bersama Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Johanis Montolalu Pr (paling kanan) meninjau posko (foto Komsos Keuskupan Manado)
Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC (pakaian putih) meninjau posko (foto Komsos Keuskupan Manado)

Tingginya curah hujan di sejumlah daerah Sulawesi Utara terutama Kota Manado membuat delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir dan longsor. Menurut data sementara sekitar 425 keluarga Katolik dari 8 paroki terkena dampak banjir dan longsor itu, yakni Paroki Tikala, Paroki Wenang, Paroki Katedral, Paroki Rike, Paroki Santu Yosef, Paroki Malalayang, Paroki Karombasan dan Paroki Tuminting. Tercatat juga enam rumah umat dari paroki di kepulauan yang rusak akibat angin puting beliung.

Maka, sejak banjir kedua yang menimpa Manado, Kamis 21 Januari, Keuskupan Manado melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) membuka “Posko Respon Banjir & Tanah Longsor Manado” dengan menyiapkan 200 paket kasur dan bekerja sama dengan Tarekat Suster-Suster JMJ membuat 500 makanan siap saji yang dibantu penyalurannya oleh relawan Caritas Keuskupan Manado, kata Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado Pastor Joy Derry Pr kepada PEN@ Katolik, 27 Januari.

Hari itu, Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC bersama Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Johanis Josep Montolalu Pr meninjau posko itu yang masih terus melayani warga terdampak dengan mendistribusikan logistik berupa bahan makanan, air minum dan dapur umum.

Pada hari itu Uskup Manado melihat pendistribusian paket makanan siap saji, bahan makanan (beras, telur, gula, susu UHT, air minum, kue kering, mie instant), peralatan mandi (sabun mandi dan pasta gigi), pakaian (pakaian dalam bawah pria dewasa dan pakaian dalam bawah wanita dewasa), dan peralatan tidur (handuk, sprei, kasur, bantal).

Menurut Pastor Derry, rasa solidaritas telah ditunjukkan oleh teman-teman dari paroki-paroki yang tidak terkena dampak, “yang terlebih dahulu membuat posko untuk sediakan  makanan siap saji dan memberikan tenaga untuk membantu  membersihkan bekas banjir di rumah maupun fasilitas umum.”

Saat ini, lanjut imam itu, Keuskupan Manado masih terus berkoordinasi dan terus meminta dukungan dana dari Aksi Puasa Pembangunan Nasional yang sebagian dana dikelola oleh Caritas Indonesia, serta terus meng-input data, membuat kajian kebutuhan dan distribusi bantuan untuk bisa memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Imam itu membenarkan, data umat yang terdampak belum dia miliki “karena banyak rumah dari pengurus paroki dan wilayah rohani juga terdampak bencana banjir dan longsor sehingga mereka belum bisa memberikan data akurat.”

Pastor Joy Derry mengajak umat untuk solider membantu di masa sulit ini “karena ada saudara-saudara kita di Kota Manado yang mengalami banjir dan longsor hingga dua kali.”(PEN@ Katolik/michael)

Semua foto dalam tulisan ini dikirim oleh Komisi PSE Keuskupan Manado kepada PEN@ Katolik untuk digunakan dalam tulisan ini

Foto Komsos Keuskupan Manado

Menyiapkan makanan siap saji

Pastor Joe Derry Pr (paling kanan) memperlihatkan bantuan tempat tidur kepada Sekretaris Keuskupan Pastor Montolalu. Foto dari Komsos Keuskupan Manado

Posko Respon 1

Tinggalkan Pesan