St Thomas

Ketika berjumpa dengan orang yang pandai, kita sering menjadi minder karena tahu orang yang kita ajak berbicara bukanlah orang sembarangan. Tetapi, rata-rata orang yang pandai dan cerdas tidak seperti apa yang kita bayangkan. Mereka orang yang rendah hati dan mudah diajak berbicara. Ini juga yang kita dapat lihat dari Thomas Aquinas. Banyak buku yang ia tulis, banyak diskusi teologi dan filsafat yang ia jabarkan, tetapi semuanya itu adalah buah dari doa dan kedekatannya dengan Tuhan.

Bagi Thomas Aquinas, Pujangga Gereja yang pestanya kita rayakan hari ini, 28 Januari, kecerdasan intelektual tidaklah cukup. Thomas menunjukkan adanya keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Thomas bisa menjabarkan banyak hal secara jelas dan lugas berkat hidup doa yang ia miliki. Thomas mendedikasikan waktunya setiap hari, satu jam untuk beradorasi di hadapan Sakramen Mahakudus. Buah dari doanya itulah yang membuat ia mampu menjabarkan pemikiran-pemikirannya. Thomas juga menunjukkan bahwa adanya hubungan spiritual dan intelek dan seperti Santo Dominikus. Thomas mau memperlihatkan arti berbicara dengan Tuhan dan berbicara tentang Tuhan. Ketika ia berjumpa langsung dengan Tuhan segala sesuatu yang ia tulis tidak ada artinya lagi.

Sahabat, Santo Thomas memberikan contoh pertama-tama bukan melulu soal pekerjaan tetapi bagaimana kita mampu menyeimbangkan pekerjaan dan hidup doa kita. Thomas mau menunjukkan dengan menghadirkan Tuhan dalam setiap kegiatan dan pekerjaan kita, maka Tuhan sendiri yang membantu dan menyempurnakannya. Kecerdasan Thomas bukan hadir begitu saja tetapi karena ada hubungan cinta yang kuat dalam hidup doa yang membuatnya mampu melakukan semuanya. Ini undangan bagi kita supaya kita pun tidak melupakan hubungan kita dengan Tuhan dalam hidup ini.(FRAY.EL.OP)

Tinggalkan Pesan