Pulang ke kampung halaman

Pulang ke kampung halaman untuk membangun desa atau kembali ke tanah air untuk mengabdi pada bangsa dan negara terkadang menjadi pilihan tidak mudah, terutama bagi mereka yang telah berhasil dan memiliki karier yang mapan di kota atau di negeri orang. Oleh karena itu, kita pun layak memberi acungan jempol kepada Sri Mulyani dan Arcandra Tahar yang rela meninggalkan karier dan penghasilan mereka yang besar demi berbakti kepada bangsa dan negara.

Seperti kita tahu, Sri Mulyani merupakan wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington DC pada tahun 2010. Namun, di saat terjadi perombakan Kabinet Kerja, Presiden Jokowi meminta Sri Mulyani kembali ke tanah air dan menjabat sebagai Menteri Keuangan. Atas permintaan itu, Sri Mulyani hijrah ke Jakarta, bahkan rela melepas pendapatannya yang begitu sangat besar dari Bank Dunia.

Demikian pula dengan Arcandra Tahar. Ia salah satu ahli kilang lepas pantai (offshore), bahkan beliau pernah menjabat Presiden Direktur Petroneering yang ada di Houston. Dengan pengalaman hingga 14 tahun di bidang offshore dan hidrodinamika, dia menjadi cukup populer di bidangnya. Akan tetapi, karena permintaan Presiden Jokowi, tahun 2016 beliau kembali ke tanah air dan menjabat Menteri ESDM.

Sahabat terkasih, masih banyak tokoh lain yang jadi pahlawan-pahlawan bangsa di masa pembangunan ini. Mereka bersedia ‘pulang kampung’ demi membaktikan diri. Dan, bila kita berbicara tentang ‘pulang kampung’, bacaan Injil hari ini (Lukas 4:14-22a) mengisahkan tentang Yesus yang kembali ke kampung halaman-Nya. “Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dan dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu Ia datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.”

Melalui kepulangan Yesus ke kampung halaman-Nya, setidaknya dua hal dapat kita renungkan. Pertama, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya sebagai pribadi yang dipenuhi kuasa Roh Kudus. Yesus tidak lagi hanya seorang anak tukang kayu, tetapi Yesus sungguh Anak Allah yang telah menerima kuasa Roh Kudus melalui pembaptisan di sungai Yordan dan kemenangan-Nya atas cobaan-cobaan si Iblis. Meski demikian, ketenaran dan kemuliaan yang Ia terima tidak membuat Yesus lupa akan darimana Ia berasal, itulah mengapa Ia pun kembali ke Nazaret.

Kedua, Yesus ingin menyampaikan misi atau kabar gembira-Nya kepada keluarga, kerabat dan orang-orang di kampung-Nya. Ia ingin mereka semua bersukacita, sebab Sang Mesiah yang mereka nanti-nantikan kini telah datang. Ia membacakan sebuah nas, “Roh Tuhan ada pada-Ku oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Lalu, Yesus pun bersabda, “Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya.”

Semoga, ini menginspirasi agar kita semua bisa menjadi manusia yang tahu balas budi dan berbakti kepada orang tua, keluarga, bangsa dan negara, dan terutama kepada Allah. Sungguh, ‘kampung halaman’ kita yang sesungguhnya adalah Kerajaan Surga, sebab kita semua berasal dari Allah dan cepat atau lambat kita pasti akan ‘pulang’ kepada-Nya. Oleh karena itu, selama masih mengembara di dunia, marilah bekali hidup kita dengan sesuatu yang baik dan berguna, agar ketika ‘pulang kampung’ nanti, kita kembali sebagai seorang pemenang.

Frater Agustinus Hermawan OP

Tinggalkan Pesan