Bernardino di Mariotto dello Stagno, Pemujaan Orang Majus, akhir abad ke-15 hingga paruh pertama abad ke-16, Tempera pada poplar, Galeri Seni Vatikan © Musei Vaticani
Bernardino di Mariotto dello Stagno, Penyembahan Orang Majus, akhir abad ke-15 hingga paruh pertama abad ke-16, Tempera pada poplar, Galeri Seni Vatikan © Musei Vaticani

“Penggambaran kelahiran Yesus itu sendiri merupakan pewartaan sederhana dan penuh sukacita tentang misteri Inkarnasi Putra Allah.” Kata-kata Paus Fransiskus ini mengenang betapa kelahiran Yesus telah menginspirasi generasi para seniman sepanjang sejarah untuk menginjili melalui keindahan. Setiap minggu, Museum Vatikan dan Vatican News  mempersembahkan sebuah mahakarya dari koleksi-koleksi kepausan, yang disertai renungan  dari para Paus.

Bernardino di Mariotto dello Stagno, Penyembahan Orang Majus, akhir abad ke-15 hingga paruh pertama abad ke-16, Tempera pada poplar, Galeri Seni Vatikan © Musei Vaticani

Pemandangan yang menggambarkan Penyembahan Orang Majus ini direduksi menjadi peserta utamanya: Perawan Maria yang menggendong Anak Yesus dan Orang-Orang Majus. Peristiwa itu berlangsung di luar, dengan latar belakang bukit dan laut. Tiga orang majus mewakili tiga usia kehidupan. Yang tertua berlutut di depan Sang Anak yang memegang hadiahnya, menurut ikonografi yang digunakan sejak abad ke-12. Ketiga orang bijak tak mengenakan mahkota atau lingkaran cahaya, dan berpakaian sesuai mode saat itu. Kemungkinan besar mereka menggambarkan orang-orang yang memesan lukisan itu.

Bernardino di Mariotto dello Stagno, Pemujaan Orang Majus, akhir abad ke-15 hingga paruh pertama abad ke-16, Tempera pada poplar, Galeri Seni Vatikan © Musei Vaticani
© Musei Vaticani

“Siapapun yang ingin memasuki tempat kelahiran Yesus harus membungkuk. Tampak bagi saya bahwa kebenaran lebih dalam terungkap di sini, yang seharusnya menyentuh hati kita di malam kudus ini: kalau kita ingin menemukan Allah yang menampakkan diri sebagai seorang anak, maka kita harus turun dari kuda tinggi akal kita yang “terdidik”. Kita harus kesampingkan kepastian palsu kita, kebanggaan intelektual kita, yang menghalangi kita untuk mengenali kedekatan Allah.”

(Paus Benediktus XVI – Natal 2011 – Misa Malam Hari)

Di bawah arahan Paolo Ondarza
#BeautyThatUnites
Instagram: @vaticanmuseums @VaticanNews
Facebook: @vaticannews

Tinggalkan Pesan