Kardinal Jose Advincula dari Capiz (inset) menonton siaran langsung konsistori di kediamannya di Kota Roxas 28 November. HALAMAN SCREENSHOT / CASAC FACEBOOK
Kardinal Jose Advincula dari Capiz (inset) menonton siaran langsung konsistori di kediamannya di Kota Roxas 28 November. HALAMAN SCREENSHOT / CASAC FACEBOOK

Paus Fransiskus secara resmi mengangkat Uskup Agung Capiz, Filipina, Mgr Jose Advincula ke pangkat kardinal dalam konsistori yang tidak biasa di Vatikan 28 November. Mgr Advincula diangkat menjadi kardinal meski tidak bisa berada di Vatikan karena larangan terkait pandemi Covid-19. Mgr Cornelius Sim dari Brunei juga melewatkan “upacara topi merah” karena alasan yang sama. Mgr Advincula malah mengikuti acara itu di kediamannya di Kota Roxas melalui siaran langsung dari Basilika Santo Petrus bersama umat terbatas. Juru bicara Keuskupan Agung Capiz Pastor Emil Arbatin mengatakan, Mgr Advincula menyaksikan konsistori itu bersama beberapa imam. Dalam wawancara sebelumnya, dia mengaku masih “kuatir” karena tugas yang melekat pada misi barunya. Di Vatikan, paus membaca masing-masing nama dari 13 “pangeran gereja” yang baru dan memberikan mereka yang hadir topi merah dan cincin. Para kardinal baru juga berjanji untuk menaati paus. Tugas utama mereka adalah memberikan nasihat dan akhirnya memilih penggantinya. Pada usia 68, Advincula memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf. Ia juga salah satu dari dua kardinal Filipina yang aktif selain Kardinal Luis Antonio Tagle yang kini bermarkas di Vatikan. Kantor Pers Takhta Suci sebelumnya mengatakan bahwa Mgr Advincula dan Mgr Sim masih akan menerima insignia mereka, tetapi di kemudian hari. Kantor pers itu mengatakan, seorang wakil paus akan memberi mereka topi merah, cincin kardinal dan gelar yang berhubungan dengan paroki Roma “pada waktu yang akan ditentukan nanti.”(PEN@ Katolik/pcp/CBCP News)

 

 

 

Tinggalkan Pesan