Uskup Baguio Mgr Victor Bendico
Uskup Baguio Mgr Victor Bendico

Sebuah keuskupan di Filipina utara mengecam “tag merah” atau mencap uskupnya sendiri sebagai komunis atau teroris. Dalam pernyataan 25 November, Keuskupan Baguio mengklarifikasi bahwa Uskup Victor Bendico tidak memiliki hubungan dengan “kelompok sayap kanan atau sayap kiri.” Juru bicara keuskupan itu Pastor Rosito Pedro Jr mengatakan, “Kami minta mereka yang memposting di Facebook untuk berhenti menandai uskup kami.” Keuskupan itu bereaksi terhadap postingan media sosial tertentu yang menandai uskup berusia 60 tahun itu, yang juga seorang pembela lingkungan dan hak-hak masyarakat adat. Dikatakan, unggahan Facebook menuduh Mgr Bendico sebagai pendukung organisasi, “yang tidak dia kenal dan tangani secara pribadi.” Sementara keuskupan itu mendorong adanya keadilan dan perdamaian, Pastor Pedro mengatakan, mereka menjalankan misi sesuai doktrin Katolik dan ajaran sosial. “(Kami) tidak pernah (mempromosikan) ideologi yang menabur perpecahan dan menyabot perdamaian,” kata imam itu. Pemberian tag merah di Filipina telah menjadi marak, terutama terhadap kelompok hak asasi manusia yang mendokumentasikan dugaan pelanggaran oleh pasukan negara. Asosiasi Pimpinan Tarekat Religius Filipina berulang kali mencela pemberian tag merah yang terus berlanjut dari orang-orang dan organisasi-organisasi Gereja. Para pemimpin tarekat religius itu memperingatkan, melabeli pekerja gereja dan pembela hak asasi manusia sebagai front pemberontak komunis menempatkan mereka pada risiko pelanggaran dan pembunuhan di luar hukum.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan CBCP News)

 

Uskup Victor Bendico dari Baguio. DIOCESE BAGUIO

Tinggalkan Pesan