Penekanan Sirene Peletakan Batu Pertama Pembangunan Katolik Center Santa Maria di Kota Bontang (Foto diambil dari Facebook Paroki Santo Yosef Bontang, Kaltim)
Penekanan Sirene Peletakan Batu Pertama Pembangunan Katolik Center Santa Maria di Kota Bontang (Foto diambil dari Facebook Paroki Santo Yosef Bontang, Kaltim)

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah dan penuh suka cita, utamanya bagi umat Katolik Kota Bontang, karena pada hari ini kita menyaksikan peletakan batu pertama Katolik Center Santa Maria, di tempat ini juga nantinya menjadi sarana dan tempat keagamaan, kebudayaan, edukasi serta humaniora. Dengan adanya Katolik Center ini, mewujudkan cita-cita koordinasi Gereja Katolik dan pemahaman seperti apa Gereja Katolik, bisa terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahuinya.”

Kepala Paroki Santo Yosef Bontang, Kalimantan Timur, Pastor Benediktus Indropraptono Pr berbicara dalam sambutan Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Katolik Center Santa Maria” di kawasan Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Bontang”, di Kota “Agamis” Bontang, 19 Juli 2020.

Pastor Indropraptono mengatakan kepada PEN@ Katolik 25 Juli 2020 bahwa Katolik Center itu tepat dibangun di sana “karena Kota Bontang sangat berbeda dengan daerah yang lain, di sini ada sekitar lima gereja Katolik. Sebelum pemekaran dengan Paroki Santo Paulus Kaubun, jumlah umat paroki ini sekitar 16.000 umat. Kini jumlahnya sekitar 3.200 jiwa. Namun, perlu semacam Katolik Center untuk tempat pertemuan mereka, yang nanti dilengkapi taman doa, sekolah, gereja, gedung pertemuan dan kantor sehingga seluruh umat Katolik berpusat di Gereja Santo Yosef Bontang.”

Pembangunan itu, jelas Pastor Indropraptono, tidak lepas dari dukungan umat dan Pemerintah Kota Bontang. Untuk pembangunan awal termasuk pembuatan fondasi, pemerintah akan memberikan bantuan dana 3 miliar rupiah, “tapi karena ada pandemi Covid-19, dana yang disalurkan baru 1 miliar,” katanya.

Dalam peletakan baru pertama itu, Pastor Indropraptono sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah Kota Bontang, para donatur, serta seluruh pihak, seraya menegaskan bahwa Katolik Center itu “bukan kebanggaan pribadi, tapi kebanggaan bersama, karena ini gedung itu kelak kita harapkan memperkaya heritage atau warisan budaya di Kota Bontang.”

Walikota Kota Bontang Neni Moerniaeni merasa berbahagia, “karena ikut jadi saksi dalam groundbreaking Katolik Center Santa Maria,” dan dia berharap tahap awal pembangunan berjalan lancar dan dapat segera diteruskan ke tahap berikut, sehingga pembangunan fisik gedung dan pembangunan taman doa dapat berfungsi secara optimal untuk memfasilitasi segala kebutuhan imam dan umat Katolik di Kota Bontang.

Menurut Neni Moerniaeni, keberadaan Katolik Center merupakan “sarana pemersatu paling utama bagi umat Katolik di Kota Bontang dan juga sebagai sarana kegiatan sosial kemasyarakatan dan pendidikan khususnya di bidang keagamaan sekaligus sebagai tempat silaturrahmi antarumat beragama.” Untuk mewujudkan itu, perlu dukungan dan kerjasama semua pihak, antara umat Katolik Bontang dan Pemerintah Kota Bontang.

Walikota juga berharap Katolik Center itu bisa menjadi salah satu landmark atau icon Kota Bontang yang disertai taman doa dan menguatkan moto Kota Bontang “sebagai Kota TAMAN (Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, Nyaman) dalam mendukung salah satu misi pembangunan Kota Bontang, yaitu SMART City.”

Ketua Panitia Pembangunan drg Sugianto melaporkan, untuk membangun Katolik Center, panitia mendapat dana bantuan dari Provinsi Kalimantan Timur. Seluruh anggarannya sebesar 16 milyar rupiah. Namun anggaran yang dibutuhkan saat ini mencapai total 3 milyar. Sesuai rancangan lokasinya adalah tepat di sebelah gereja dengan desain bangunan satu lantai, namun ke depan akan dikembangkan menjadi tiga lantai. Saat ini pembangunan sudah dimulai oleh pihak kontraktor sehingga acara peletakan batu pertama bisa diselenggarakan.

Luas Katolik Center itu, jelas Sugianto, sebesar 2.640 meter di atas kawasan gereja yang luasnya 18.800 meter persegi, dengan bangunan yang sudah ada, antara lain gereja sebesar 110 meter persegi, pastoran dan ruang pertemuan 700 meter persegi.

Penekanan sirene dan peletakan batu pertama oleh Walikota Bontang serta undangan dan kepala paroki melengkapi acara yang tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Selain Walikota Bontang, acara itu dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang Muhammad Isnaini, Kepala Dinas PUPR Bontang Tavip Nugroho, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ferdiana Wang, Kabag Ops Polres Bontang Kompol Ngadiman mewakili Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena, perwakilan Dinas PU Provinsi Kaltim Imanuel Hiro Tito, Pelaksana tugas Camat Bontang Utara Chahyo Hadi Wicakao, dan anggota-anggota FKUB dan BKAG.(PEN@ Katolik/michael)

Semua foto di bawah ini diambil dari Halaman Facebook Paroki Santo Yosef Bontang

Walikota Bontang meletakkan batu pertama
Walikota Bontang meletakkan batu pertama
Bontang 4
Penjelasan tentang pembangunan Katolik Center oleh ketua panitia
Walikota Bontang meletakkan batu pertama
Pastor Paroki meletakkan batu pertama

Tinggalkan Pesan