Penduduk setempat duduk di luar blok flat di pinggiran Donetsk di Ukraina timur. Tulisan di dinding berarti Tempat Pengungsian

Paus Fransiskus pada hari Minggu, 26 Juli 2020, menjunjung tinggi perjanjian gencatan senjata yang dicapai oleh Grup Kontak untuk penyelesaian konflik yang sedang berlangsung di Ukraina timur. “Saya tahu bahwa gencatan senjata baru berkenaan dengan wilayah Donbass diputuskan baru-baru ini di Minsk oleh anggota Grup Kontak Tripartit,” kata Paus dalam Angelus. Perjanjian itu bertujuan membawa harmonisasi dan persetujuan langkah-langkah tambahan untuk mengawasi gencatan senjata saat ini dalam konflik yang berlangsung antara Republik Rakyat Donetsk dan Angkatan Bersenjata Ukraina. Perjanjian itu dicapai di ibukota Belorusia, Minsk, 22 Juli, dan mulai berlaku Senin, 27 Juli. Paus berterima kasih kepada para pihak atas “tanda niat baik ini yang bertujuan membawa perdamaian yang sangat diinginkan ke wilayah tersiksa itu.” Paus menambahkan, “Saya berdoa agar yang disepakati akhirnya dipraktikkan, termasuk pelucutan senjata dan proses pembersihan ranjau yang efektif.” Paus mengatakan, “Hanya cara ini yang mungkin membangun kembali kepercayaan dan meletakkan dasar untuk rekonsiliasi yang sangat diperlukan dan begitu lama ditunggu orang.” Sejak musim gugur 2014, Grup Kontak untuk pemukiman di Ukraina timur telah mengumumkan lebih dari 20 gencatan senjata di Donbass. Anggota-anggota Grup itu mengumumkan gencatan senjata tidak terbatas di Donbass mulai Juli 2019, namun pelanggaran gencatan senjata tetap ada. Kekerasan di Ukraina timur antara pasukan separatis yang didukung Rusia dan militer Ukraina telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, melukai hampir 24.000 dan membuat 1,5 juta orang terlantar sejak April 2014.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Linda Bordoni/Vatican News)

1 komentar

Tinggalkan Pesan