Pastor Luigi Piotto di tengah anak-anak yang dilayani
Pastor Luigi Piotto di tengah anak-anak yang dilayani

Setelah beberapa puluh tahun melayani orang miskin di Afrika, dan tetap dekat dengan umatnya di saat pandemi ini, hanya dalam waktu 24 jam dua misionaris Italia meninggal di Madagaskar karena Covid-19. Pastor Albano Passaroto CM, 80, meninggal dunia Selasa pagi, 21 Juli 2020, di Antananarivo, ibu kota Madagaskar, dan Pastor Luigi Piotto, 65, meninggal Kamis pagi, 23 Juli 2020, di kota yang sama setelah dilarikan ke rumah sakit di malam sebelumnya. Keduanya meninggal karena Covid-19.

Pastor Albano Passaroto lahir 15 Juni 1940 di Ca ‘Donà de San Martino di Venezze, di provinsi Rovigo, Veneto (Italia) dan masuk Kongregasi Misi, 7 September 1957, serta ditahbiskan imam tahun 1965. Sejak November 1967 hingga 21 Juli 2020, dia menjadi misionaris di Madagaskar. Di sana dia mendedikasikan hidupnya untuk pembinaan para frater Vincensian (Seminari Internal), melayani orang miskin di bagian selatan pulau itu, membangun sekolah, panti asuhan, dan pusat perawatan.

Menurut laporan sebuah akun Facebook, imam itu menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Fort-Dauphin membangun sekolah Vinsensian yang akan menyelamatkan nyawa lebih dari 1.500 anak, “Putra-Putra Santo Vincensius de Paul” dan mengembalikan martabat manusia mereka, dan memberi makan dua kali bagi anak-anak yang sebagian besar tinggal bersama keluarga mereka di kemah-kemah. Ke mana pun dia pergi, atau di komunitas serta keuskupan mana pun dia bekerja, Pastor Albano tidak pernah berhenti menabur benih kebaikan. Selama beberapa tahun ia telah mengemban peran sebagai Direktur Regional Ordo Suster-Suster Nazarene.

Menurut Avvenire.it, Pastor Piotto berangkat dari dari Romano d’Ezzelino (Vicenza) ke Madagaskar tahun 1992. Selama 28 tahun, ia menjalankan pelayanannya di Antsofinondry, daerah yang mencakup 28 desa di utara Antananarivo. Di sana dia berkarya sebagai pastor paroki dan direktur sekolah kejuruan. Pastor Luigi mendedikasikan dirinya untuk orang yang termiskin, terutama anak-anak lelaki, dengan membangun dua puluh enam sekolah dan kantin yang memberi mereka satu-satunya makanan yang sesungguhnya hari itu. Sejak 2003 hingga 2010, pastor itu menjadi Koordinator Misi Orionine di Madagaskar, dan telah ditunjuk sebagai Direktur dan Bendahara Yayasan Delegasi “Marie, Reine du Madagascar.”

Beberapa hari yang lalu, kedua religius itu mulai mengalami masalah pernapasan yang menjadi semakin serius hingga kematian mereka. Di Madagaskar ada lebih dari 8.000 kasus, 70 kematian resmi tetapi jumlahnya tentu jauh lebih tinggi mengingat kurangnya tes dilakukan bagi masyarakat atau orang yang sakit.(PEN@ Katolik/pcp dari berbagai sumber)

Pastor Luigi Piotto
Pastor Luigi Piotto
Pastor Albano Passaroto CM
Pastor Albano Passaroto CM

Tinggalkan Pesan