Álvaro Calvente (tengah) tiba di Santiago de Compostela 13 Juli 2020 Foto diambil dari  Twitter @CaminodeAlvaro
Álvaro Calvente (tengah) tiba di Santiago de Compostela 13 Juli 2020 Foto diambil dari Twitter @CaminodeAlvaro

Alvaro Calvente, 15, seorang anak cacat mental dari Malaga, Spanyol, menyelesaikan ziarah Camino de Santiago minggu lalu. Dia ditemani seorang teman keluarga dan ayahnya, yang mendokumentasikan perjalanan iman itu di Twitter (@CaminodeAlvaro).

Dalam biodatanya, Alvaro menulis bahwa dia memiliki “kemampuan yang Anda bahkan tidak bisa bayangkan.” Dia juga mengatakan bahwa mimpinya adalah “bertemu Paus.” Paus Fransiskus berusaha mewujudkan mimpi itu, dengan surat tertanggal 20 Juli yang diterbitkan di situs web Keuskupan Malaga.

“Alvaro terkasih,” tulis Paus, “Saya menerima surat dari bapamu. Dalam surat itu dia mengatakan kepada saya bahwa engkau telah menyelesaikan Camino de Santiago dan bahwa, di tas punggungmu, engkau bukan hanya membawa intensi-intensimu, tetapi juga banyak intensi dari orang-orang yang ‘ikut bersamamu’ dalam ziarah itu dan meminta engkau mendoakannya.”

Bapa Suci mengagumi keberanian anak muda itu dalam melakukan perjalanan di tengah krisis Covid-19. “Terima kasih karena berani berjalan dan mengajak banyak orang lain berjalan bersamamu,” tulis Paus. “Di tengah pandemi yang terpaksa kami hidupi, engkau berhasil menjalani ketulusan, kegembiraan, dan keceriaan, untuk memicu harapan banyak orang yang engkau temui sepanjang jalan atau melalui media sosial.”

Ziarah Alvaro, kata Paus, mengajari orang lain untuk tidak takut dan menemukan kembali kegembiraan mereka, karena kita tidak pernah berjalan sendirian.” “Tuhan,” lanjut Paus, “selalu berjalan di samping kita. Terima kasih atas kesaksian dan doamu.” Paus memberkati Alvaro dan memohon Bunda Maria dari Gunung Karmel untuk menjaganya.

“Sampaikan salam saya kepada orang tua dan saudara-saudarimu,” Paus mengakhiri surat itu. “Dan tolong jangan lupa berdoa untukku.”

Menurut Keuskupan Malaga, Alvaro adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara, dan anggota Neocatechumenal Way Paroki Santo Patrick. “Ketidakmampuan intelektualnya bukanlah halangan untuk aktif dalam kehidupan paroki, dan pengalaman imannya yang penuh sukacita adalah saksi bagi semua yang mengenalnya,” tulis keuskupan itu.

Seiring dengan ziarah itu, Alvaro juga memulai kampanye pengumpulan dana untuk mendukung orang miskin melalui badan amal Cottolengo de Malaga.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Devin Watkins/Vatican News)

Alvaro Calvente dalam perjalanan ziarah. Foto Twitter @CaminodeAlvaro
Alvaro Calvente dalam perjalanan ziarah. Foto Twitter @CaminodeAlvaro

Álvaro Calvente di Santiago de Compostela dalam Twitter @CaminodeAlvaro

Tinggalkan Pesan