Pastor Maxi dan Pastor Herry
Pastor Maxi dan Pastor Herry. Ist

Keuskupan Atambua Berduka. Itulah pernyataan viral di minggu terakhir Bulan Mei 2020 karena setelah Kepala Paroki Santo Arnoldus Jansen Labur Pastor Maximus Aloysius Bria Pr meninggal dunia, 25 Mei 2020, sekitar 23.30 WITA, keesokan harinya, 26 Mei 2020, sekitar 18:30 WITA, pastor lain, Kepala Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu Pastor Herry Naebobe Pr yang baru saja menghadiri pemakaman Pastor Maxi juga meninggal dunia. Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku memimpin Misa pemakaman kedua imam itu.

Menurut informasi dari Rumah Sakit Marianum Halilulik, serangan jantung jadi penyebab kematian Pastor Maxi. Menurut catatan Komsos Atambua, imam itu “pekerja keras, tegas dalam sikap, ramah, sopan dalam bertutur kata, suka menghargai dan penuh perhatian.”

“Tuhan sungguh tak bisa disogok untuk memperpanjang usia Romo Maxi yang telah melukis indah di atas karya-karya pelayanannya dan telah membuat banyak hal serta menciptakan banyak terobosan, ide, dan gagasan kreatif dalam berpastoral sebagai imam selama 33 tahun,” lanjut Komsos.

Meski putra kelahiran Malaka yang pantas digelar “pastor bonus” itu telah pergi selamanya, lanjutnya, tapi semua tentang dirinya dan karya pelayanannya masih terus hidup bersama keluarga, kerabat, para imam, bruder, suster, frater dan umat. Imam yang pernah studi dan kursus di Roma dan beberapa negara itu pernah bertugas di Kefamenanu, Manamas, Mena, Atapupu, dan Labur.

Saat dimakamkan di pemakaman para imam projo, Emaus, Atambua, 26 Mei 2020 sore, Mgr Dominikus Saku menyadari bahwa Pastor Maxi dikenal baik dalam berpastoral. Maka Uskup Domi berpesan agar kematian pastor itu tidak membuat keluarga dan umat larut dalam duka. “Kematian almarhum kita terima dengan penuh iman, dan dengan doa kita mengiringi kepergian almarhum agar mendapat tempat di surga,” kata Mgr Domi dengan mata berkaca-kaca dalam perayaan yang disiarkan langsung oleh Komsos.

Menurut Yosefina Bria, kakak kandung almarhum, Pastor Maxi tergolong seorang yang tegas dalam prinsip, pekerja keras dan ulet. Namun, Pastor Maxi yang memilih moto tahbisan imamat, “Jalan-Jalan Hidupku Telah Kuceritakan dan Engkau Menjawab Aku” (Maz 119: 26) telah meninggal dunia pada usia 60 tahun 11 bulan.

Baru saja mengikuti penguburan Pastor Maxi, 26 Mei 2020, dan hendak pulang ke tempat tugas di Paroki Santo Yohanes Pemandi Kefamenanu, Pastor Herry Naebobe Pr mendapat serangan jantung dan dilarikan ke Rumah Sakit Marianum Halilulik. Namun, dia tidak tertolong. Dia meninggal dunia hari itu.

Pastor Herry meninggal dalam usia 54 tahun. Tahun ini imam itu rencana merayakan Pesta Perak Imamat. Dalam upacara pelepasan jenazah di Aula Santo Dominikus, Emaus, Atambua, Mgr Dominikus Saku berharap umat mempersiapkan setiap waktu tanpa harus menunggu dan berharap.

“Kematian datang tiba-tiba. Kita mempersiapkan diri setiap waktu,” kata Mgr Domi dengan raut wajah sedih. Puluhan rekan imam, sejumlah umat, keluarga, suster dan frater menghadiri Misa dan upacara yang dilanjutkan dengan pemakaman yang disiarkan secara online guna menghindari penyebaran virus corona dan mematuhi protokol kesehatan.(PEN@ Katolik/Simpro Leki Dasi)

Pastor Maximus Aloysius Bria Pr
Pastor Maximus Aloysius Bria Pr
Pastor Herry Naebobe Pr
Pastor Herry Naebobe Pr

2 KOMENTAR

  1. RIP Romo Maxi & Romo Herry .. semoga arwahnya di-terima di-sisi Tuhan Yesus dan sgala kesalahan-nya di-ampuni. Amin

Tinggalkan Pesan