Pertemuan Pastor Ferry Sutrisna Wijaya Pr (tengah dengan kaus hitam) dengan Aloysius Sandjaya (duduk dengan kemeja putih) saat dengan mantap Sandjaya mengatakan mendukung pembangunan Eco Circle. “Ya, saya bersedia!”
Pertemuan Pastor Ferry Sutrisna Wijaya Pr (tengah dengan kaus hitam) dengan Aloysius Sandjaya (duduk dengan kemeja putih) saat dengan mantap Sandjaya mengatakan mendukung pembangunan Eco Circle. “Ya, saya bersedia!”

Di petang hari saat hujan di Pemakaman San Diego Hills Karawang, nampak seorang imam berdiri menggunakan payung menatap makam sambil bernyanyi “Hidup ini adalah kesempatan, Hidup ini untuk melayani Tuhan, Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri, Hidup ini harus jadi berkat, Oh Tuhan pakailah hidupku, Selagi aku masih kuat, Bila saatnya nanti, Ku tak berdaya lagi, Hidup ini sudah jadi berkat.”

Imam itu, Pastor Ferry Sutrisna Wijaya Pr adalah pendiri dan pemimpin Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup (ECO Camp) di Dago, Bandung, dan makam yang ditatap dan kemudian juga dia berkati dan perciki dengan air kudus itu adalah makam Aloysius Alunianto Sandjaya, salah satu donatur yang menyumbang baja untuk pembangunan Eco Camp dan Eco Circle. Postulan Persaudaraan Dominikan Awam dan pendiri serta pemilik PT Gerbang Saranabaja itu meninggal dunia 4 April 2020.

“Namun, Sandjaya masih hidup di tengah-tengah kita, bila kita melihat seluruh karya besar beliau, salah satunya Eco Circle,” kata Pastor Ferry seraya mengenang lagu “Hidup ini adalah kesempatan” yang disukai Sandjaya. “Berkali kali kami jumpa beliau. Selalu muncul iman dan kegembiraan hidupnya. Ya kami sering mendoakan beliau. Karena beliaulah Eco Circle bisa berdiri,” tegas imam itu.

Dalam video yang diterbitkan imam itu dengan judul “Hidup Ini Sudah Jadi Berkat” untuk mengenang “40 Hari Wafatnya Aloysius Alunianto Sandjaya,” Pastor Ferry mengenang pertemuan dengan Sandjaya saat dengan mantap dia katakan mendukung pembangunan Eco Circle. Seluruh badan Eco Circle disiapkan oleh Sandjaya dan di hari yang sama seluruh atap disiapkan oleh Hartono Sarwono, keesokan harinya seluruh fondasi disiapkan oleh Hutomo. Itu semua, kata imam itu, terjadi karena Sandjaya mengatakan, “Ya, saya bersedia!”

Dengan penuh sukacita, tulis Pastor Ferry dalam video itu,  “kami mengantar orang luar biasa ke rumah Bapa.” Fisiknya sudah tidak ada, lanjutnya, sudah bersatu dengan seluruh kosmos, “tetapi cintanya sudah menjadi berkat.”

Sebenarnya, menurut Pastor Ferry, mereka sudah siapkan lagu “Hidup Ini Sudah Jadi Berkat” untuk dinyanyikan saat bertemu Sandjaya. “Sesungguhnya kami sedang ‘ngantri’ mau ketemu Pak Sandjaya. Mengapa mau menyanyi lagu ini? Karena lagu inilah yang beliau nyanyikan saat kami menemuinya. Setelah bercerita segala macam … beliau tiba-tiba bilang, ‘saya mau menyanyi untuk kalian …’.”

Setelah menyanyikan sendiri lagu itu di makam menjelang malam di saat hujan, berterima kasih kepada Tuhan yang pernah menciptakan “sosok luar biasa itu” dan kepada Sandjaya yang sudah mau menjadi wajah kasih Tuhan selama hidup, serta mengatakan akan meneruskan segala karya kebaikannya, Pastor Ferry menulis sebuah puisi dalam video itu.

“Selembar daun yang sedang menguning dan jatuh. Demikian melayang turun dan tubuhnya berbaring di atas tanah.

Selembar daun jatuh, seluruh gas yang ada dalam dirinya bersatu dalam kosmos, seluruh air kembali ke dalam tanah bersatu dengan air-air yang lain

Selembar daun jatuh, perlahan-lahan hancur, tubuhnya bersatu dengan tanah menjadi kompos.

Selembar daun jatuh, sudah kembali ke seluruh alam semesta.

Demikianlah kematian, sesungguhnya adalah hidup abadi.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Ketua Yayasan ATMI Cikarang: Saya anggap Sandjaya juga pendiri kampus ini

Banyak Misa dan intensi temani Aloysius Sandjaya kebaikannya melekat bagi kita semua

Almarhum Aloysius Aluinanto Sandjaya benar-benar ‘man for others’, Dominikan sejati

Eco Circle yang disumbangkan oleh Sandjaya
Eco Circle yang disumbangkan oleh Sandjaya
Eco 7
Pastor Ferry nyanyikan lagu kesenangan Sandjaya: Hidup ini adalah kesempatan
Pastor Ferry  memerciki makam dengan air suci
Pastor Ferry memerciki makam dengan air suci

 

1 komentar

  1. Dengan hormat , aku mau minta tolong u dibantu dlm hal modal . Modal yg dikasih akan aku bayar cicil per bln sampai lunas. Katakan saja 20 jt . Mungkin aku bisa bayar dlm 24 bln atau lihat keadaan aku. Aku org susah . Panjang banget cerita ttg hidup aku . Aku tdk punya apa apa sudah. Rumah dijual tanah warisan di jual. Sek .tinggal di Makassar rumah Hak Pake. Aku tdk jaminan u ambil pinjaman di Bank atau pun di pembiayaan. Betul2 aku mau belaskasihan dr org betul mau angkat kembali ekonomi aku. Aku mohon keiklasan dr keluarga Almarhum. Aku mintamtolong u dibantu. Wa/telp. 081241226726. No. Rek. 381401001273533. Terima kasih . Semoga cinta.kasih dan damai sejahtera dr Allah Bapa dan dr Tuhan kita Yesus Kristus senantiasa bersama seluruh kel . Yg ditinggalkan Almarhum. Aku yakin bahwa setiap penabur ingin menabur yg terbaik sehingga Ia dpt menuai taburannya ug baik Pula. Amin.

Tinggalkan Pesan