Fra' Giacomo al centro della foto (ANSA)
Fra’ Giacomo al centro della foto (ANSA)

Grand Master (pemimpin agung) Ordo Berdaulat Malta, Fra’ Giacomo Dalla Torre del Tempio di Sanguinetto, meninggal dunia di Roma, 29 April 2020, pada usia 75 tahun setelah sakit. Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa lewat telegram yang ditujukan kepada Letnan ad interim Ordo itu yakni Komandan Agung Fra’ Ruy Gonçalo do Valle Peixoto de Villas Boas.

Dalam telegram itu, Vatican News melaporkan, Paus menggambarkan Fra’ Giacomo Dalla Torre sebagai orang budaya dan orang beriman serta mengenang kesetiaannya kepada Kristus dan Injil. Paus menghargai komitmennya untuk melayani Gereja dan dedikasinya kepada orang yang paling rentan. Paus menutup pesannya dengan berdoa bagi keluarga dari mendiang Grand Master dan Ordo Malta itu.

Giacomo Dalla Torre terpilih sebagai Grand Master Ordo Malta ke-80 bulan Mei 2018. Ia lahir di Roma 9 Desember 1944. Setelah lulus dari Universitas Sapienza di Roma, ia memegang jabatan akademik di Universitas Urbaniana Kepausan. Dia juga menerbitkan berbagai artikel akademik dan esai tentang aspek sejarah seni abad pertengahan.

Setelah diterima di Ordo Berdaulat itu tahun 1985 sebagai Ksatria Kehormatan dan Pengabdian, Fra’ Giacomo Dalla Torre del Tempio di Sanguinetto mengucapkan sumpah setia tahun 1993. Dia terpilih sebagai Komandan Agung pada Kapitel Umum 2004. Setelah kematian Grand Master ke-78, Fra’ Andrew Bertie, dia menjadi Letnan sementara Februari 2008. Setelah pengunduran diri Grand Master ke-79, Fra’ Matthew Festing, ia terpilih sebagai Letnan dari Grand Master selama setahun.

Ordo Malta mengatakan 29 April 2020 bahwa Fra’ Giacomo Dalla Torre del Tempio di Sanguinetto akan dikenang sebagai seseorang yang membantu orang kurang beruntung, dan karena sikapnya yang ramah dan penuh kasih sayang. Komandan Agung Fra’ Ruy Gonçalo do Valle Peixoto de Villas Boas akan menjalankan tugas-tugas Letnan ad interim dan akan tetap menjadi kepala Ordo Berdaulat itu hingga pemilihan Grand Master baru.

Ordo Malta, adalah ordo agama Katolik tradisional militer, ksatria, dan bangsawan yang didirikan dengan nama Ksatria Hospitaller sekitar tahun 1048 di Kerajaan Yerusalem oleh Gerard Thom. Ordo ini merupakan ordo ksatria tertua yang masih berdiri di dunia. Sejak 1834, kursi pemerintahan Orde Malta berada di Roma, di Palazzo Malta, sebagai ibu kotanya. Ordo ini diakui luas sebagai lembaga berdaulat di bawah hukum internasional. Misinya terangkum dalam semboyan, “Tuitio Fidei et Obsequium Pauperum” (pertahanan keyakinan dan bantuan bagi kaum papa, atau melindungi Gereja Katolik dan melayani orang-orang yang membutuhkan bantuan).

Kini, Ordo Malta terutama aktif dalam pelayanan kesehatan dan sosial serta bantuan kemanusiaan, yang beroperasi di lebih dari 120 negara. Malteser International, badan bantuan khusus Ordo Malta, beroperasi di garis depan dalam bencana alam dan berupaya mengurangi konsekuensi dari pertikaian bersenjata. Saat ini Ordo itu terlibat di negara-negara yang berbatasan dengan Suriah dan Irak dan memberikan bantuan kepada mereka yang melarikan diri dari kekerasan.

Ordo Malta, yang memilih Maria sebagai pelindung, adalah Pengamat Permanen untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan khususnya, serta memiliki perwakilan untuk organisasi-organisasi internasional yang besar. Ordo ini juga mencetak paspor, mata uang, dan prangko sendiri dengan lambang salib Malta. Korps militernya terdiri atas tiga brigade yang ditempatkan di seluruh Italia dan bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Italia.

Ordo beranggotakan 13.500 ksatria, perwira, dan anggota cadangan ini mempekerjakan sekitar 25.000 dokter, perawat, tenaga pembantu, dan paramedis yang dibantu 80.000 relawan di lebih dari 120 negara.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Paus Fransiskus bersama mendiang Fra Giacomo Dalla Torre del Tempio di Sanguinetto (AFP or licensors)
Paus Fransiskus bersama mendiang Fra Giacomo Dalla Torre del Tempio di Sanguinetto (AFP or licensors)

Tinggalkan Pesan