Katedral Santo Rupertus dan Santo Vergilius di Salzburg, Austria yang kosong.
Katedral Santo Rupertus dan Santo Vergilius di Salzburg, Austria yang kosong.

Austria akan lepaskan langkah lockdown guna mengizinkan gereja-gereja dibuka kembali di negara itu 15 Mei 2020, demikian konfirmasi Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Austria Pastor Peter Schipka menyusul pengumuman Perdana Menteri Austria, Sebastian Kurz. Restoran, gereja dan beberapa sekolah, kata Kurz, 21 April, bisa dibuka kembali mulai pertengahan bulan depan. Para Uskup Austria sudah mulai bekerja sesuai rencana untuk mengatur pembukaan kembali. Mereka telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah. Kurz menetapkan, pembukaan kembali akan berjalan “langkah demi langkah” dengan melibatkan peningkatan jumlah tes virus corona di negara itu. Juga ditekankan pentingnya kepatuhan penuh pada peraturan yang ditetapkan demi keselamatan publik. “Pertama dan terpenting, jarak aman,” katanya. Menanggapi berita itu, Ketua Konferensi Waligereja Austria Kardinal Christoph Schönborn mentwit di hari yang sama, “Kami akan segera dapat merayakan Ekaristi bersama dengan penuh sukacita dan tanggung jawab.” Austria adalah salah satu dari negara-negara Eropa pertama yang mengadopsi langkah lockdown. Setelah dua kasus pertama Covid-19 yang dikonfirmasi bulan Februari, orang Austria diminta tinggal di rumah sejak 16 Maret. Tanggal 22 April, negara itu melaporkan 14.925 kasus dikonfirmasi, 510 kematian dan 11.328 sembuh. Pejabat Pemerintah Austria melepaskan tunjangan mereka selama satu bulan dan para sekretaris menyumbangkan gaji mereka untuk kegiatan amal guna mendukung upaya melawan penyebaran Covid-19. Tanggal 23 April, Menteri Integrasi Susanne Raab akan bagikan rincian rencana Austria untuk melanjutkan layanan publik dengan berkonsultasi pada komunitas-komunitas agama.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Pastor Benedict Mayaki SJ/Vatican News)

Tinggalkan Pesan