sepi

Cara Tuhan menyapa terkadang di luar nalar kita. Ia hadir dengan cara-Nya sendiri sehingga terkadang kita kaget. Bisanya kita bertanya-tanya bagaimana ini atau itu bisa terjadi. Cara Tuhan berpikir memang berbeda dengan cara manusia. Yang kita siapkan terkadang bukanlah hal terbaik yang Tuhan mau tunjukkan kepada kita. Dalam Injil Kamis Oktaf Paskah, 16 April 2020, Luk 24:35-48, kita melihat, ketika dua murid dari Emaus kembali ke Yerusalem mau menceritakan apa yang mereka alami, tiba-tiba Tuhan sendiri hadir dan ini membuat semua murid-Nya takut dan tidak percaya. Sekali lagi Tuhan mengingatkan mereka bahwa yang telah terjadi sebenarnya sudah Ia sampaikan tetapi para murid belum bisa memahaminya dengan baik. Sama seperti dalam hidup kita sehari-hari. Terkadang Tuhan telah menunjukkan tanda serta mengingatkan kita dengan hal-hal yang ada sekitar kita. Kita mungkin diingatkan lewat sahabat atau orang-orang terdekat, tetapi karena kita kurang percaya dan kurang yakin kita selalu ragu. Kita masih mau menunggu agar Tuhan sendiri yang berbicara kepada kita. Sebenarnya Tuhan telah bicara dan ada melalui orang-orang dekat kita, tapi kita kurang peka menanggapinya. Sahabat terkasih, semoga lewat peristiwa kebangkitan kita dapat merasakan kehadiran Tuhan lewat kasih dan kebaikan orang di sekitar kita. Suatu hal agak mustahil kalau kita mau Tuhan turun dari salib dan berbicara secara langsung dengan kita. Kehadiran dan kebaikan sahabat dan orang-orang terdekat adalah bukti nyata Tuhan mau menyapa kita. Salam dan doaku. (FRAY. EL. OP)

Tinggalkan Pesan