Kardinal George Pell meninggalkan penjara setelah hukumannya dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Australia (AAP IMAGE)
Kardinal George Pell meninggalkan penjara setelah hukumannya dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Australia (AAP IMAGE)

Kantor Pers Takhta Suci mengeluarkan pernyataan tentang keputusan Pengadilan Tinggi Australia untuk membatalkan hukuman Kardinal George Pell atas pelecehan. Putusan Pengadilan Tinggi diumumkan pada Selasa pagi, 7 April 2020. Kardinal Pell dibebaskan dari penjara tidak lama setelah tengah hari, dan dibawa ke sebuah biara Karmelit di Melbourne.

Pernyataan dari Kantor Pers Takhta Suci berbunyi,

“Takhta Suci, yang selalu menyatakan percaya pada otoritas kehakiman Australia, menyambut baik keputusan bulat Mahkamah Agung mengenai Kardinal George Pell, yang membebaskannya dari tuduhan pelecehan anak di bawah umur dan membatalkan hukumannya.

Kardinal Pell, yang mempercayakan kasusnya kepada peradilan pengadilan itu, selalu mempertahankan bahwa dia tidak bersalah, dan menunggu penetapan kebenaran.

Pada saat yang sama, Takhta Suci menegaskan kembali komitmen untuk mencegah dan mengejar semua kasus pelecehan terhadap anak-anak di bawah umur.”

Setelah mendengar keputusan Pengadilan Tinggi itu, Kardinal Pell merilis pernyataan yang menegaskan bahwa ia telah “secara konsisten mempertahankan” bahwa dia tidak bersalah. “Ketidakadilan” yang ia terima “telah diatasi” hari ini, lanjut Kardinal itu seperti dilaporkan oleh Vatican News.

Tentang orang-orang yang mendakwa, Kardinal Pell mengatakan, “Saya tidak punya niat buruk terhadap para penuduh saya.” Dan ketika memikirkan orang lain yang mungkin merasa “terluka dan pahit,” Kardinal mengatakan tidak ingin pembebasan dirinya menambah rasa sakit lain. Dasar “penyembuhan jangka panjang,” lanjut Kardinal, “adalah kebenaran dan satu-satunya dasar keadilan adalah kebenaran, karena keadilan berarti kebenaran untuk semua.”

Kardinal berterima kasih kepada semua orang yang telah berdoa untuknya, mengirim surat dukungan, keluarganya, “tim penasihat” serta teman-teman dan pendukungnya di sini dan di luar negeri,” dan terutama, tim hukumnya. Kardinal mengakhiri pernyataannya dengan memikirkan orang-orang yang terkena virus corona. “Saya berdoa untuk semua yang terkena dampak dan personel medis yang berada garis depan,” kata Kardinal.

Atas nama Konferensi Waligereja Australia, Uskup Agung Mark Coleridge sebagai ketuanya, juga mengeluarkan pernyataan, yang mengakui perasaan campur aduk bahwa pembebasan Kardinal itu akan memprovokasi. “Hasil hari ini akan disambut” oleh orang-orang yang “percaya akan ketidakbersalahan Kardinal itu,” dan “menghancurkan orang lain.” Menurut uskup agung itu, “Banyak orang sangat menderita dengan proses yang sekarang mencapai akhirnya ini.”

Uskup Agung Coleridge mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan lagi “Komitmen Gereja yang tak tergoyahkan terhadap keselamatan anak kecil serta tanggapan yang adil dan penuh kasih kepada para penyintas dan korban pelecehan seksual anak.”

Karena keselamatan anak-anak adalah yang paling penting bagi “umat Katolik,” dan para uskupnya, uskup agung itu mengajak, “siapa pun yang menuduh menerima pelecehan seksual oleh personel Gereja arus pergi ke polisi.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Kardinal Pell dalam konferensi Pers di  Vatikan  Juni 2017
Kardinal Pell dalam konferensi Pers di Vatikan Juni 2017

Artikel Terkait:

Pengadilan Australia menolak naik banding yang diajukan oleh Kardinal Pell

Tinggalkan Pesan