1585912349104

Di tengah pandemi virus corona, Penitensaria Utama Vatikan Kardinal Mauro Piacenza menyurati para bapa pengakuan saat Paskah. Surat itu dimulai dengan mengingatkan para bapa pengakuan bahwa “belas kasihan tidak berhenti” dan “Allah tidak menjauhkan diri-Nya.” Penitensaria adalah lembaga Vatikan yang mengurusi Sakramen Pengakuan Dosa.

Surat yang diterbitkan di situs Penitensaria Apostolik, 4 April 2020, itu ditulis oleh Kardinal Piacenza sehubungan dengan kesulitan yang dihadapi umat Katolik akibat pembatasan yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus corona. Menurut kardinal itu, jarak sosial mungkin perlu untuk alasan kesehatan, tapi itu tidak boleh diterjemahkan menjadi jarak dari Gereja atau Sakramen-Sakramen.

Kardinal Piacenza mengakui, belas kasihan diungkapkan dalam kreativitas yang digunakan banyak imam untuk membuat perhatian pastoral tersedia bagi Umat Allah. Lebih dari sebelumnya, lanjut kardinal, saat ini, “semua orang perlu kedekatan dan belaian Yesus.”

Kardinal mencatat, belas kasihan terungkap dalam “langkah-langkah kecil kelembutan dan cinta yang dilakukan terhadap orang paling miskin.” Dalam hal ini, kardinal memberikan contoh penderita virus corona, petugas kesehatan, orang yang kesepian, dan tunawisma.

Jika perayaan Sakramen Rekonsiliasi yang biasa tak dimungkinkan, Kardinal Piacenza memerintahkan semua bapa pengakuan untuk tidak menghentikan karya belas kasihan mereka, tetapi memenuhi “peran keimaman mereka sebagai perantara” yang diberikan kepada mereka saat penahbisan. Kardinal mengajak mereka “untuk berdoa, menghibur, dan mempersembahkan jiwa-jiwa kepada Belas Kasihan Ilahi Allah.”

Kardinal menekankan, belas kasihan tidak boleh berhenti meskipun kurban Misa dirayakan tanpa kehadiran fisik umat. Menurut kardinal, keselamatan mengalir dari Ekaristi yang merupakan sumber dari segala rahmat bagi Gereja dan dunia.

Kardinal meminta para imam untuk menemukan kembali esensi pelayanan imamat mereka dan mengingatkan, para imam adalah pelayan-pelayan karya Kristus yakni “implementasi keselamatan secara sakramental.”

Menurut Kardinal Piacenza, belas kasihan terungkap dalam setiap pertimbangan akibat pandemi itu, “dalam penemuan kembali nilai-nilai yang layak untuk hidup dan mati: dalam keheningan, adorasi dan doa, serta dalam penemuan kembali kedekatan terhadap sesama dan teristimewa dengan Tuhan.”

“Belas kasihan tidak berhenti pada perayaan liturgi suci,” lanjut kardinal. Sebaliknya, belas kasihan menjadi “amal kasih yang hidup yang mengulurkan tangan persahabatan kepada orang yang menderita, dan pengampunan Allah melalui pelayanan imamat.”

Bahkan orang yang telah meninggal tidak dikecualikan dari belas kasihan itu, tulis kardinal. Mereka dicapai dengan doa-doa perantaraan “dalam kepastian Paskah bahwa dengan kematian, hubungan tidak terputus tetapi diubah, dan diperkuat dalam persekutuan orang-orang kudus.”

Kardinal Piacenza mengakhiri suratnya dengan mempercayakan pelayanan rekonsiliasi, dan Paskah yang unik ini, dalam perlindungan Bunda Maria. Kardinal berdoa agar “setiap orang boleh diberikan kehidupan baru yang dirindukan setiap orang.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Pastor Benedict Mayaki SJ/Vatican News)

Tinggalkan Pesan