Aksi Sosial Paroki Bongsari Semarang (PEN@ Katolik/lat)
Aksi Sosial Paroki Bongsari Semarang (PEN@ Katolik/lat)

“Saya salut kepada pengurus gereja yang berani memperhatikan sesama masyarakat. Di tengah kekhawatiran merebaknya virus corona, tim kerja pelayanan masyarakat bersedia mempersiapkan 360 lebih paket bantuan. Mereka harus bekerja dengan sedikit personil untuk menjaga jarak dalam satu ruangan.”

Pujian itu diungkapkan Pastor Eduardus Didik Chahyono SJ kepada pengurus Paroki Santa Theresia Bongsari, Semarang. “Kami berharap bantuan ini dapat berguna bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan. Dengan aksi sosial ini semoga jalinan solidaritas antarwarga terus terbangun untuk bersama melawan virus corona,” kata Kepala Paroki Bongsari itu.

Aksi sosial 28-29 Maret 2020 itu dilakukan karena merebaknya Covid-19 di berbagai tempat telah memberi dampak pada kehidupan masyarakat, bukan hanya terpapar virus corona, tetapi juga mengalami kesulitan hidup, khususnya dalam sektor ekonomi.

Pengurus Gereja dan umat bekerja sama mengumpulkan dana dan kebutuhan pokok masyarakat. Dari usaha itu, terkumpul lebih dari 360 paket yang masing-masing berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula dan 4 bungkus mi instan. Paket bantuan itu ditujukan kepada umat paroki dan masyarakat di 7 RT sekitar Gereja Santa Theresia. Pendistribusian bantuan kepada warga sekitar dilakukan melalui ketua RT masing-masing.

Ketua RT 02/RW IX Kelurahan Bojongsalaman Yono mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami atas nama warga RT 02/RW IX Kelurahan Bojongsalaman berterima kasih kepada Romo dan pengurus Gereja Santa Theresia Bongsari yang berkenan memberikan bantuan paket kebutuhan pokok ini kepada warga kami. Tentunya paket ini sangat membantu bagi kelangsungan hidup warga di tengah situasi merebaknya virus corona,” kata  Yono.

Pastor Didik juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam melawan virus corona terutama tenaga kesehatan dan aparat. “Terima kasih kepada para medis dan aparat yang telah berjuang dengan penuh dedikasi dan mempertaruhkan hidupnya guna keselamatan warga,” ungkapnya.

Mengingat penyebaran virus ini sangat masif, Pastor Didik memohon kepada masyarakat yang lain untuk memperhatikan imbauan-imbauan dokter dan apaŕatur pemerintah. “Masyarakat jangan terus berkerumun, berusaha menjaga jaga jarak, bila sakit bersedia mengisolasi diri, periksa ke dokter dengan jujur. Kita semua harus memperhatikan kebersihan dan kesehatan pribadi sekaligus peduli pada kesehatan orang lain. Kita yakin Covid 19 dapat segera kita atasi dengan kerja sama semua pihak,” kata imam itu.

Selain itu, Paroki Bongsari juga terlibat dalam Gerakan Peduli Negeri yang dikoordinir oleh Keuskupan Agung Semarang. Tanggal 2 April 2020, Paroki Bongsari juga berbagi paket nasi kotak dengan minum dan hand sanitizer. Pembagian paket itu dilakukan secara drive thru sehingga menghindari kerumunan warga.(PEN@ Katolik/Lukas Awi Tristanto)

PEN@ Katolik/lat
PEN@ Katolik/lat
PEN@ Katolik/lat
PEN@ Katolik/lat

Tinggalkan Pesan