Paus menyalami peserta Pertemuan Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik  (Vatican Media)
Paus menyalami peserta Pertemuan Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik (Vatican Media)

Pendidikan adalah gerakan penciptaan perdamaian, pembawa perdamaian.” Paus juga mencatat bahwa unsur khas lain dari pendidikan adalah gerakan tim. Namun, gerakan tim telah lama mengalami krisis karena berbagai alasan.

Mengingat hal itu, Paus mengatakan kepada peserta Pertemuan Pleno Kongregasi untuk Pendidikan Katolik di Vatikan, 20 Februari 2020, bahwa ia merasa perlu mempromosikan satu hari Perjanjian Pendidikan Global yang akan dirayakan 14 Mei mendatang, yang akan dipercayakan kepada Kongregasi untuk Pendidikan Katolik.

Hari itu digambarkan Paus sebagai “seruan kepada semua orang yang memiliki tanggung jawab politik, administratif, agama dan pendidikan untuk membangun kembali ‘Village of Education‘ (Desa Pendidikan).” Tujuannya, kata Paus, untuk “menghidupkan kembali komitmen untuk dan dengan generasi muda dan memperbarui semangat untuk pendidikan yang lebih terbuka dan inklusif, yang mampu mendengarkan dengan sabar, berdialog konstruktif dan saling pengertian.” Perjanjian pendidikan, tegas Paus perlu “revolusioner”.

Menurut Paus, belum pernah ada kebutuhan untuk menyatukan upaya-upaya dalam aliansi pendidikan yang luas untuk membentuk manusia yang matang, yang mampu mengatasi fragmentasi dan oposisi dan membangun kembali jalinan hubungan untuk terciptanya umat manusia yang lebih bersaudara.”

Guna mencapai tujuan-tujuan itu dibutuhkan keberanian, tegas Paus, “keberanian untuk menempatkan manusia sebagai pusat.” Dalam cakrawala pendidikan yang luas ini, Paus mendorong peserta pertemuan itu untuk terus mengambil langkah implementasi perjanjian itu di tahun-tahun mendatang, khususnya dalam penyusunan Direktori dan pembentukan Observatorium Dunia.

Semua itu, menurut Paus, adalah komitmen, “yang bisa efektif membantu konsolidasi pakta itu dengan cara yang diajarkan kepada kita oleh Firman Allah.”

Kepada peserta pleno itu, Paus juga menekankan bahwa “Pendidikan adalah realitas yang dinamis; gerakan yang membawa orang kepada terang.” Pendidikan, lanjut Paus, “adalah jenis gerakan yang khas, dengan karakteristik yang menjadikannya sebuah dinamika pertumbuhan, yang berorientasi pada pengembangan manusia sepenuhnya dalam dimensi individu dan sosial mereka.”

Paus selanjutnya mengatakan, salah satu aspek pendidikan “adalah bahwa itu merupakan gerakan ekologis.” Pendidikan yang berpusat pada manusia dalam realitas integralnya bertujuan membawa dia pada pengetahuan tentang dirinya sendiri, tentang rumah bersama tempat dia tinggal, terutama pada penemuan persaudaraan sebagai hubungan yang menghasilkan komposisi umat manusia yang multikultural, sumber pengayaan bersama.”

Gerakan pendidikan ini, Paus menggarisbawahi “tentu saja membutuhkan para pendidik yang mampu mengatur ulang rencana pedagogis dari etika ekologis, sehingga mereka bisa secara efektif membantu meningkatnya solidaritas, tanggung jawab dan perhatian berdasarkan kasih sayang.”

Paus lalu menggambarkan pendidikan sebagai “gerakan inklusif.” Inklusi, kata Paus, melayani orang-orang yang dikecualikan dan “mengambil bentuk aksi pendidikan yang mendukung pengungsi, korban perdagangan manusia, kaum migran, tanpa membedakan jenis kelamin, agama atau etnis.” Inklusi bukanlah penemuan modern, lanjut Paus, “tetapi bagian integral dari pesan Kristen yang menyelamatkan.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Paus tentang Pendidikan 1

Tinggalkan Pesan