Home NUSANTARA Persaudaraan demi menjadi pribadi-pribadi berhikmat warnai syukuran Kawanua Katolik

Persaudaraan demi menjadi pribadi-pribadi berhikmat warnai syukuran Kawanua Katolik

0
Ignatius Kardinal Suharyo bersama Usskup Manado Mgr Rolly Untu MSC disambut oleh Ketua Kwanua Katolik Stefi Rengkuan (kiri) dan Ketua Panitia Perayan Syukur Kawkat Rudy Muaya (Foto Panitia/Maxi Paat)
Ignatius Kardinal Suharyo bersama Usskup Manado Mgr Rolly Untu MSC disambut oleh Ketua Kwanua Katolik Stefi Rengkuan (kiri) dan Ketua Panitia Perayan Syukur Kawkat Rudy Muaya (Foto Panitia/Maxi Paat)

Ada seorang tua di hadapan empat ekor binatang, ada kera yang membawa pisang, berang-berang yang membawa ikan, serigala yang membawa mangkok berisi susu, dan kelinci yang tidak membawa apa pun. Ketika hewan-hewan itu membawa persembahan kepada bapak tua itu, masing-masing membawa yang terbaik mereka miliki untuk dipersembahkan.

Sang kelinci terakhir mendapat giliran. “Saya tidak membawa apa-apa. Tapi, saya hanya punya diri saya, silahkan sembelih saya, potonglah per bagian, dan masaklah dan makanlah.” Tak diceritakan apa yang terjadi dalam dongeng itu, tapi sejak itu ada yang namanya sate kelinci.

Kisah “Seekor Kelinci” yang terpahat pada relief Jataka di sisi timur tingkat satu Candi Borobudur itu diceritakan oleh Ignatius Kardinal Suharyo dalam homili Misa Syukuran Kawanua Katolik (Kawkat) di Aula Lemhanas RI Jakarta, 1 Februari 2020. Sekitar 1000 umat menghadiri Misa yang dipimpin kardinal dengan konselebran Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC serta 13 imam.

Cerita persahabatan empat binatang yang hidup rukun dan saling menolong yang dalam Misa bertema “Dengan semangat mahesaesaan kita bina tou peduli keadilan wia se kasuat tou” (Dengan Semangat “Keluarga yang Rindu Bersatu dan Berdamai”, Kita Bina Insan Peduli Keadilan di Antara Kita Sesama Manusia) itu, menurut Kardinal Suharyo hanyalah dongeng “tetapi tokoh Yesus yang dipersembahkan ini bukanlah dongeng, Dia sungguh riil dan nyata datang dan memberikan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia.”

Maka kardinal, yang dalam Misa itu mengajak semua yang hadir menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” agar Tuhan memberkati Kawkat dan Indonesia, berharap umat Katolik asal Keuskupan Manado yang kini tinggal di wilayah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) itu “menjadi pribadi-pribadi yang makin berhikmat, dan meyakini serta menyusuri pemberian diri Yesus total bagi keselamatan kita semua.”

Hal itu, lanjut kardinal, “menjadi alasan pertama dan utama kita merasakan panggilan dan perutusan untuk memberi diri, dalam segala bentuk, tingkat dan kemampuan yang dimiliki, untuk menjadi persembahan yang terbaik bagi keluarga, komunitas dan masyarakat kita.”

Perayaan dengan koor dari Paroki Kalvari Lubang Biaya itu menampilkan Tari Kabasaran, serta Musik Kolintang Tamporok dan Musik Bambu Tamporok dari Cibubur, yang juga mengiringi tari dan lagu tradisional Maengket yang dibawakan oleh Angkatan Muda Kawanua Katolik di Jakarta.

Ketua panitia perayaan, sekaligus Natal 2019 dan Tahun 2020 Keluarga Kawkat Jakarta itu, Rudy Muaya, mengatakan kepada PEN@ Katolik, dalam persiapan dan perayaan itu dia menyaksikan kegembiraan dan kebersamaan penuh rasa kekeluargaan tanpa memandang perbedaan umur. “Semangat masawang-sawangan, matombol-tombolan dan mahesaesaan sangat terasa.”

Lebih jauh Rudy berharap perayaan itu mendorong Kawkat di KAJ dan sekitarnya “lebih berperan dalam karya kegembalaan” dalam Gereja. Namun, hal itu pun sudah berbukti lanjutnya, karena sebelum perayaan itu warga Kwakat sudah melaksanakan donor darah, operasi katarak dan pemulangan jenazah ke Manado. “Kesempatan ini hendaknya dorong Kawkat se-Jabodetabek untuk semakin merasa terpanggil mengambil bagian dalam tugas perutusan di tengah masyarakat,” harapnya.

Dalam perayaan itu, panitia juga memberikan sumbangan dan menghadirkan anak-anak penyandang cacat fisik dari Yayasan Sinar Pelangi Jatibening, Jakarta, sebuah pusat rehabilitasi anak-anak penyandang cacat fisik dari berbagai suku, agama, ras, bahasa dan latar belakang sosial, yang dikelola oleh suster-suster biarawati Fransiskan Puteri-Puteri Hati Kudus Yesus dan Maria (FCJM).

Yayasan Sinar Pelangi Jatibening membantu operasi anak-anak penyandang cacat fisik dari keluarga tidak mampu tanpa membedakan suku, agama, ras, bahasa dan latar belakang sosial lainnya. Malam itu, selain menampilkan tarian dari Papua, anak-anak itu juga memamerkan dan menjual berbagai hasil karya mereka.

Kardinal Suharyo tahu, merayakan Natal dengan penuh gegap gempita dan kegembiraan diisi pesta dan makan di rumah yang dihias meriah serta diiringi lagu-lagu Natal yang riang adalah tradisi masyarakat Kawanua. Maka, kardinal senang mendengar bahwa “perayaan Natal Kawkat Jakarta sudah didahului dengan aksi sosial sebagai ungkapan belarasa.”

Kardinal mengingatkan, di tengah masalah perpecahan dan konflik terkait dengan perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak umat Kristiani untuk menjadi motor kerukunan dan persaudaraan.

Maka dalam sambutan, Kardinal mengatakan Tema Pesan Natal PGI dan KWI 2019 ‘Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang’ (Yoh 15: 14-15), adalah “ajakan untuk mengatasi masalah bangsa kita saat ini, yakni masalah perpecahan dan konflik terkait dengan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.”

Kardinal juga mengajak Kawkat menjaga dan mengembangkan iman, berpartisipasi dalam hidup menggereja dan bermasyarakat, serta mengembangkan nilai-nilai budaya yang baik dalam masyarakat, dan “Tingkatkan terus hidup hemat, sederhana, dan sehat, termasuk dalam hal makan minum.”

Selain mencari dan merangkul saudara-saudari seperantauan yang butuh uluran tangan, Kardinal Suharyo mengajak Kawkat kembali kepada semangat inkarnasi Tuhan yang rela menjadi kecil, merendahkan diri demi manusia, berbelarasa bagi sesama, “serta menjadi sahabat bagi semua orang.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan berbagai sumber)

Artikel Terkait:

Mgr Suharyo kenakan baju adat Minahasa dalam persaudaraan Paskah Kawanua

Pengurus Kawanua Katolik Jabodetabek dilantik untuk membasuh kaki teman-temannya

Foto-foto di bawah ini adalah foto panitia/maxi paat

Kardinal Suharyo dalam homili Misa Syukur Kawanua Katolik
Kawanua Katolik menyanyikan “Rayuan Pulau Kelapa”
Kardinal serta Usku Manado dan para imam konselebran serta semua panitia
Tarian Perang Kabasaran yang menjemput Kardinal Suharyo dan Uskup Manado

Tarian Maengket oleh OMK Kawanua Katolik
Kahadiran dan penampilan anak-anak dari Yayasan Sinar Pelangi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

RTP Berubah Sepanjang Hari, Data Pengguna Justru Menunjukkan Pola yang Tidak Sesederhana DugaanTeknik Game Viral Terus Bermunculan, Komunitas Mulai Bertanya Mana yang Benar Benar Masuk AkalTransaksi Digital Makin Cepat, tetapi Catatan Pembayaran Tetap Jadi Hal Penting yang Sering DiabaikanData Permainan Harian Mulai Membongkar Perubahan Perilaku Pemain yang Sulit Terlihat dari Satu SesiModal Bisa Habis tanpa Terasa, Pengaturan Durasi dan Batas Pengeluaran Justru Jadi Kunci UtamaStrategi Game Online Terdengar Menarik, tetapi Logika dan Probabilitas Menunjukkan Batas yang Perlu DipahamiTumble Mahjong Ways Terlihat Punya Momentum, tetapi Apa yang Sebenarnya Terjadi sampai Fase AkhirDurasi Sesi dan Teknik Bermain Mulai Dibandingkan, Hasilnya Tidak Selalu Sesuai Dugaan PemainPemain Mulai Meninggalkan Insting dan Beralih Membaca Data sebelum Mengambil KeputusanAnalisis Game Online Kini Lebih Rasional, Risiko dan Ketidakpastian Mulai Jadi Fokus UtamaData Permainan Membantu Pengguna Membaca Variasi Gates of Olympus secara Lebih RasionalSugar Rush Dapat Dinikmati dengan Batas Waktu agar Rutinitas Tetap TerjagaFortune Tiger Menggambarkan Kuatnya Dominasi Pengguna Mobile di Pasar Asia TenggaraEvolution dan Playtech Memperkuat Persaingan Live Casino melalui Pengalaman yang Semakin ImersifMonopoly Live Menunjukkan Perubahan Format Hiburan Kasino dalam Ekonomi Digital ModernBatas Waktu Membantu Menjaga Mahjong Ways Tetap sebagai Hiburan yang SeimbangPembagian Anggaran Membantu Pengguna Sugar Rush Mengendalikan Durasi dan Risiko SesiGreat Rhino Megaways Menunjukkan Mengapa Modal Terbatas Memerlukan Pengelolaan Risiko yang KetatGates of Olympus 100 Mengingatkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Batas AnggaranSweet Bonanza Lebih Aman Dinikmati ketika Batas Pengeluaran Ditetapkan Sejak AwalGreat Rhino Megaways Menarik Perhatian pada Pentingnya Disiplin Anggaran dalam PermainanFortune Tiger Menunjukkan Hubungan antara Durasi Sesi dan Pengendalian PengeluaranPengaturan Anggaran Membantu Pengguna Mahjong Ways Menjaga Aktivitas Bermain Tetap TerkendaliPengalaman Bermain Sugar Rush Tetap Memerlukan Batas Modal yang KonsistenBig Bass Bonanza Menunjukkan Pentingnya Menyesuaikan Durasi dengan Kemampuan AnggaranPembagian Anggaran Sweet Bonanza Membantu Pengguna Menghindari Pengeluaran yang Sulit DipantauStarlight Princess Mengingatkan Pentingnya Mengatur Tempo dan Batas Pengeluaran SesiPengguna Fortune Rabbit Mulai Memperhatikan Durasi Sesi dan Pengelolaan AnggaranKelelahan Saat Bermain Gates of Olympus Menjadi Tanda Penting untuk BeristirahatSweet Bonanza Tetap Perlu Diimbangi Pengaturan Waktu dan Batas PengeluaranPemula Sering Salah Membaca Pola Game, RTP Live Justru Perlu Dipahami dengan Cara BerbedaTeknologi Data Bisa Membaca Perubahan RTP Live, tetapi Tidak Mengubahnya Menjadi Ramalan HasilStatistik Slot Mulai Membongkar Mengapa RTP dan Hasil Harian Bisa Terlihat BertentanganRTP Live Terlihat Rumit bagi Pemula, Padahal Konsep Dasarnya Bisa Dijelaskan dengan SederhanaGates of Olympus Terlihat Berpola, tetapi Data Harian Bisa Memberikan Gambaran yang Sangat BerbedaModal Receh Fortune Rabbit Ramai Dibahas, tetapi Risiko Tetap Bisa Membesar jika Sesi Tidak DikendalikanRTP Mahjong Wins 2 Bergerak Aktif, tetapi Ritme Permainan Tetap Bukan Penentu Hasil BerikutnyaLive RTP Big Bass Bonanza Ramai Diamati, Perubahan Ritmenya Ternyata Mudah DisalahartikanSweet Bonanza Punya Ritme Berbeda di Setiap Sesi, Waktu Bermain dan RTP Kembali Jadi PerdebatanMahjong Ways Terlihat Konsisten dari Data Harian, tetapi Apakah Polanya Benar Benar Bisa BertahanCrazy Time Terasa Makin Intens, Batas Sehat Justru Jadi Hal yang Paling Penting DijagaLive Baccarat Bisa Menguras Fokus Diam Diam, Durasi Sesi Menentukan Kualitas Keputusan PemainFortune Tiger Mulai Terasa Tak Terkendali, Ini Saat Jeda Bisa Jadi Keputusan TerbaikRTP Live Sugar Rush Terus Bergerak, tetapi Momentum yang Terlihat Belum Tentu Berkata BanyakRitme Fortune Tiger Sering Jadi Perhatian, tetapi Sesi Terarah Lebih Penting daripada Mengejar PolaMahjong Ways 2 Mengubah Kebiasaan Pemain saat Modal dan Durasi Sesi Mulai Lebih DiperhatikanSweet Bonanza Terasa Cepat, Pengaturan Tempo Spin Bisa Membantu Pemain Menjaga Kendali SesiStarlight Princess Terlihat Berpola, Analisis Data Justru Membuka Gambaran yang Lebih KompleksGates of Olympus Punya Ritme Intens, Batas Modal Membantu Risiko Tetap Lebih TerkendaliPola Spin Sugar Rush Makin Ramai Diamati, tetapi Perubahan Ritme Bisa Menyesatkan PersepsiData RTP Gates of Olympus Lebih Tepat Dibaca sebagai Indikator daripada Sinyal MomentumEvaluasi Sweet Bonanza Lebih Akurat ketika Target Sesi Disusun dari Data yang MemadaiStatistik Fortune Dragon Membantu Pengguna Membaca Variasi tanpa Menebak Hasil BerikutnyaPerbedaan Spin Manual dan Turbo Lebih Terasa pada Tempo daripada Peluang PermainanRTP dan Statistik Mahjong Ways Perlu Dipisahkan dari Anggapan tentang Momentum PermainanDurasi Bermain Starlight Princess Perlu Disesuaikan dengan Batas Anggaran yang RealistisStreaming Rendah Latensi Membuat Live Baccarat Evolution Terasa Lebih Responsif dan StabilKeamanan Digital Menjadi Faktor Penting dalam Pengalaman Lightning Roulette EvolutionKecerdasan Buatan Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif pada Crazy Time dan Live CasinoMahjong Ways Tetap Menonjol karena Identitas Visualnya Bertahan di Tengah Tren BaruTema Mitologi Menjaga Gates of Olympus Tetap Relevan dalam Percakapan Komunitas DigitalLive Baccarat Bertahan di Tengah Tren Game Show berkat Format Meja KlasikPerkembangan Layar Mobile Membuat Visual Starlight Princess Semakin Halus dan AdaptifFortune Tiger Mengandalkan Desain Ringkas saat Banyak Game Beralih ke Animasi KompleksCrazy Time Memanfaatkan Kamera Real Time untuk Menjaga Interaksi Studio Tetap DinamisKomposisi Warna Sweet Bonanza Memperkuat Identitas Visual dan Daya Ingat PenggunaInfinite Blackjack Memperluas Kapasitas Meja untuk Mengurangi Kendala Antrean PemainMahjong Ways 2 Mengoptimalkan Animasi agar Tetap Stabil di Berbagai PerangkatLightning Roulette Memadukan Efek Digital Modern dengan Mekanisme Roda KlasikSugar Rush Memanfaatkan Cluster dan Warna Kontras untuk Memperjelas Tampilan MobileFortune Dragon Terlihat Berubah di Setiap Sesi, Variasi Taruhan Membuat Pengalaman Makin DinamisBig Bass Bonanza Ramai Dimainkan, tetapi Pengelolaan Modal Tetap Lebih Penting daripada InstingRitme Mahjong Ways Bisa Terasa Berbeda, Kebiasaan Pemain Justru Menentukan Cara Sesi DikelolaGates of Olympus Dikulik Lebih Dalam, Hubungan Ritme Spin dan Modal Tidak Sesederhana KelihatannyaSweet Bonanza Terasa Lebih Stabil saat Pemain Mulai Menetapkan Batas Modal Sejak AwalFortune Tiger Punya Ritme Cepat, Pembagian Modal Bisa Membuat Setiap Sesi Terasa Sangat BerbedaStarlight Princess Makin Sering Diamati, Pengaturan Ritme Sesi Jadi Fokus Baru PemainBlackjack Bukan Cuma Soal Strategi, Batas Dana dan Waktu Berhenti Sama PentingnyaStarlight Princess Terus Berevolusi, Desain Mobile Pragmatic Play Kini Jadi Bagian Besar Daya TariknyaModal Receh Sugar Rush Ramai Dibahas, tetapi Efisiensi Sesi Tetap Bergantung pada Batas yang JelasDragon Tiger Kembali Dilirik karena Format Cepat dan Aturan yang Mudah DipahamiLucky Neko Mempertahankan Identitas Kuat melalui Adaptasi Simbol Jepang di Platform MobileMonopoly Live Mengubah Konsep Papan Klasik Menjadi Pertunjukan Digital yang Lebih InteraktifBig Bass Bonanza Tetap Relevan berkat Tema Memancing yang Sederhana dan Mudah DikenaliTeknologi Latensi Rendah Membuat Live Blackjack Lebih Responsif saat Interaksi Kartu BerlangsungTreasures of Aztec Menghidupkan Nuansa Sejarah melalui Ornamen Kuno dan Visual ModernDream Catcher Mengemas Roda Angka Sederhana dalam Format Acara yang Lebih AtraktifThe Dog House Mengandalkan Karakter Humor untuk Membangun Identitas Visual yang Mudah DiingatSpeed Baccarat Menyesuaikan Durasi Permainan dengan Kebiasaan Pengguna yang Menyukai Format RingkasTradisi Tahun Baru dalam Fortune Rabbit Kini Dikemas melalui Desain Mobile yang Bersih dan ModernMega Ball Bawa Nuansa Bingo ke Studio Modern, Interaksi Pemain Kini Terasa Lebih RamaiWild West Gold Hidupkan Lagi Atmosfer Koboi, Visualnya Terasa seperti Film Laga KlasikLightning Baccarat Tambahkan Lapisan Multiplier, tetapi Ritme Kartu Klasiknya Tetap DipertahankanWays of the Qilin Bawa Mitologi Asia ke Layar Mobile dengan Karakter yang Sulit DilupakanGonzo’s Treasure Hunt Ubah Studio Digital Jadi Perburuan Harta yang Lebih InteraktifFruit Party Segarkan Game Buah Klasik lewat Formasi Simbol yang Terasa Lebih DinamisSweet Bonanza Ramai Lagi di Komunitas Mobile 2026, Tren Sesi Singkat Jadi Bahan PerbincanganMahjong Ways Mulai Didekati dengan Pengelolaan Sesi yang Lebih Terukur berkat Data PermainanPG Soft Makin Dilirik Pemain Mobile, Desain Ringan dan Variasi Game Jadi Daya Tarik UtamaSentuhan Minimalis Membuat Fortune Ox Membawa Simbol Kemakmuran Asia ke Tampilan yang Lebih Modern
Exit mobile version