YOGYAKARTA, Pena Katolik — Menandai perjalanan satu abad, Gereja St. Antonius Padua Kotabaru Yogyakarta menggelar Malam Tirakatan dan Sarasehan Kebinekaan pada Jumat (25/9/2026). Acara yang diawali dengan Misa Harian ini mengajak umat untuk terus menjaga harapan, memperbarui diri, serta berani mengambil peran dalam dinamika masyarakat di tengah perubahan zaman.
Sarasehan tersebut menghadirkan Romo Martinus Joko Lelono, Pr, dan aktivis kebinekaan Inaya Wahid. Dalam pemaparannya, Romo Joko menekankan “DNA Kotabaru” sebagai gereja yang “menolak tua” dan selalu relevan menghadirkan kemuliaan Tuhan sesuai semangat Ad Maiorem Dei Gloriam.
Sementara itu, Inaya Wahid mengutip konsep Misykāt (ceruk cahaya) karya Al-Ghazali, mengajak umat serta generasi muda untuk berani menjadi “terang” di tengah situasi sulit dan memperluas wawasan dengan memahami realitas sosial masyarakat.
Sebagai penutup, Pastor Paroki Kotabaru Rm. Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ, menegaskan kembali pesan Pater Jenderal Serikat Yesus agar umat tidak takut menghadapi era yang terus berubah. Umat didorong untuk mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata yang berdampak dan membawa kebaikan bagi sesama.
