Paus Fransiskus berdoa di Monumen Para Martir di Nagasaki (Vatican Media)
Paus Fransiskus berdoa di Monumen Para Martir di Nagasaki (Vatican Media)

Kesaksian para martir “memperkuat kita dalam iman dan membantu kita memperbarui dedikasi dan komitmen kita untuk pemuridan misionaris yang berupaya menciptakan budaya yang mampu melindungi dan mempertahankan semua kehidupan melalui ‘kemartiran’ setiap hari berupa pelayanan diam-diam terhadap semua, terutama mereka yang sangat membutuhkan.”

Paus Fransiskus berbicara saat mengunjungi Monumen Para Martir di Nagasaki, 24 November 2019. Para martir Jepang, menurut Paus, bagaikan kenangan yang hidup, dan pendorong evangelisasi baru di Jepang. Paus juga mengatakan kepada orang-orang yang berkumpul dalam suasana hujan di monumen itu, bahwa dia datang sebagai peziarah untuk berdoa dan memperkuat umat Katolik di Jepang dalam iman.

Merenungkan gambar-gambar dan nama-nama yang tertulis di monumen ini, termasuk Santo Paulo Miki, Paus mengatakan, tempat suci itu berbicara lebih dari sekadar kematian. “Tempat ini juga berbicara tentang kemenangan hidup atas kematian,” kata Paus.

Mengenang pendahulunya Santo Yohanes Paulus II, Paus melihat tempat ini “tidak hanya sebagai bukit para martir, tetapi Bukit Sabda Bahagia.” Di sinilah, Paus menggarisbawahi, “terang Injil bersinar ke dalam kasih yang menang atas penganiayaan dan pedang.”

Paus juga menegaskan bahwa “tempat suci ini terutama sekali merupakan monumen untuk Paskah, karena Paskah mewartakan bahwa kata terakhir – terlepas dari semua bukti yang bertentangan – bukan kematian tetapi kehidupan.”

Menurut Paus, kedatangannnya di monumen para martir itu untuk memberi penghormatan bagi pria dan wanita kudus ini. Tapi, lanjut Paus, “Saya juga datang dengan kerendahan hati, sebagai diri sendiri, sebagai Yesuit muda dari ‘ujung bumi’, yang menemukan inspirasi kuat dari kisah para misionaris awal dan para martir Jepang.”

Paus berharap agar pengorbanan para martir ini tidak hanya menjadi “peninggalan masa lalu yang mulia … melainkan kenangan yang hidup, inspirasi untuk karya-karya kerasulan dan dorongan untuk evangelisasi baru di negeri ini.”

Mengakhiri sambutannya, Paus mengatakan, “di tempat ini kita dipersatukan dengan orang-orang Kristen seluruh dunia yang, di zaman kita sendiri, menderita kemartiran karena iman.” Kesaksian para martir modern abad ke-21 ini, kata Paus, “memanggil kita bersiap melangkah berani di jalan Sabda Bahagia.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Lydia O’Kane/Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus di Taman Perdamaian Nagasaki kita tidak bisa mengulangi kesalahan masa lalu

Pemerintah Jepang mengakui Paus sebagai Kaisar Pengajaran

Paus kirim pesan video ke Thailand dan Jepang sebelum kunjungannya

Para martir Nagasaki
Para martir Nagasaki
Paus meletakkan karangan bunga di Monumen Para Martir Nagasaki
Paus meletakkan karangan bunga di Monumen Para Martir Nagasaki

1 komentar

Tinggalkan Pesan