agus-paus
Mgr Agustinus Agus saat kunjungan ad limina di Vatikan (Dokumen Pribadi Mgr Agus)

“Atas nama semua yang hadir di sini, mari kita mengucapkan Selamat Ulang Tahun Mgr Agustinus Agus,” kata Rektor Seminari Tinggi Antarkeuskupan Antonino Ventimiglia Pastor Edmund Nantes OP dan semua mengucapkan ‘Selamat Ulang Tahun’ dan bertepuk tangan.

Menurut Pastor Nantes OP, keluarga besar seminari itu merasa disayangi, sebab Mgr Agustinus Agus merayakan hari ulang tahun di tempat para calon imam mengenyam pendidikan. “Seminari ini adalah jantung keuskupan. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Monsinyur yang berulang tahun dan mengambil tempat ini untuk merayakan ulang tahunnya,” kata Pastor Nantes.

Perayaan Ulang Tahun 22 November 2019 itu diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Mgr Agustinus Agus dengan 17 imam konselebran dan satu diakon. Tema Misa itu adalah “Anugerah Tuhan yang tak Pernah Pudar.”

Dalam homilinya, Mgr Agus berkisah tentang pengalaman kecilnya yang harus berjalan kaki ke sekolah selama satu setengah jam, melihat ibunya yang harus dibawa dengan tandu karena sakit, hingga merasakan anugerah ketika orang tuanya menyaksikan dirinya ditahbiskan menjadi seorang imam.

“Kalau saya lihat perjalanan hidup, saya merasakan betapa besar anugerah Tuhan,” kenang Mgr Agus yang juga terharu saat pertama kali bertemu Paus di Vatikan. “Saya merenung dan terkadang hampir menangis, apakah saya mampu membalas kebaikan Tuhan? Kalau saya lihat riwayat hidup saya, saya pikir tidak mungkin saya menjadi uskup agung,” katanya.

Menyadari bahwa banyak anugerah Tuhan dirasakan dan diterima berkat kebaikan dan dukungan umat, Mgr Agus mengucapkan terima kasih dan memohon kekuatan umat untuk membantunya membalas kebaikan Tuhan.

Setelah Misa, hiburan dan ramah tamah meriahkan pesta itu. Perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan TNI-Polri Kalimantan Barat serta beberapa tamu dari Jakarta dan para imam, kaum religius dan umat ikut menikmatinya. Mereka bukan saja menyaksikan peniupan lilin dan pemotongan kue uang tahun tetapi bernyanyi dan menari bersama saat Mgr Agus menyanyikan beberapa lagu.

Frater Christi Liew OFMCap merasakan kemesraan dan kesatuan dalam nama Yesus. “Kami mahasiswa STT Pastor Bonus Siantan bersyukur kepada Tuhan sebab memiliki uskup yang membantu kami. Walaupun tidak terlihat nyata, tetapi dalam rohani beliau sangat membantu kami,” kata frater itu.

Seorang umat, Selvi, merasakan hari itu sebagai “hari menyenangkan” sebab bisa berkumpul dengan orang-orang seiman dalam suasana akrab dan penuh sukacita. “Perayaan ini bukan sebatas seremonial, melainkan perayaan syukur yang menyatukan umat beriman dari berbagai kalangan,” kata Selvi.(PEN@ Katolik/Pricilia Grasela)

Mgr Agus bergambar bersama para imam dan petugas liturgi dalam Misa HUT di Seminari Interdiosesan Pontianak
Mgr Agus bergambar bersama para imam dan petugas liturgi dalam Misa HUT di Seminari Interdiosesan Pontianak

Ulang Tahun Mgr Agus

Tinggalkan Pesan