Pastor Ramon Salibay OP (Foto diambil dari halaman Facebooknya)
Pastor Ramon Salibay OP (Foto diambil dari halaman Facebooknya)

“Setiap kali saya datang melihat pembinaan awal para frater Dominikan (OP) di Surabaya yang didukung oleh Dominikan Awam dan kembali ke Filipina, saya selalu mengatakan kepada orang Filipina bahwa masa depan misi Dominikan di Indonesia sangat cerah dan 1001 persen kita punya banyak panggilan dari Indonesia.”

Pastor Ramon Salibay OP, yang bertanggung jawab atas pembinaan tingkat akhir para frater OP, atau yang sedang menyelesaikan studi filsafat hingga tahbisan di Filipina, mengungkapkan hal itu kepada PEN@ Katolik dalam sebuah pembicaraan sambil makan malam bersama.

Imam yang lebih akrab dengan panggilan Pastor Ching dan bertugas sebagai “Master of Students” di Dominican Studentate, Biara Santo Domingo, Quezon City, Filipina, itu bahkan menegaskan, “mungkin kurang dari 20 tahun lagi Indonesia sudah akan menjadi Provinsi Dominikan Indonesia yang independen dengan banyak imam dari Indonesia.

Pastor Ching menggambarkan, dalam Provinsi Filipina sekarang ini sudah ada lima imam OP asal Indonesia, dan “sekarang ada delapan calon imam OP dari Indonesia yang sedang dalam pembinaan akhir di Filipina, sedang menyelesaikan pendidikannya dan akan ditahbiskan, dan masih banyak lagi yang sedang dalam pembinaan awal di Surabaya.”

Jumlah yang cukup besar itu, menurut Pastor Ching, adalah “karena kehadiran imam-imam Dominikan yang intelijen dan karismatik di Indonesia, para pewarta yang bagus, yang sungguh membawa Kabar Gembira serta dekat dengan umat, sehingga anak-anak mudah tertarik.”

Dalam pembicaraan saat merayakan Misa Perdana Pastor Valentinus Bayuhadi Ruseno OP di Gereja Santa Odilia Bandung 27 Juli 2019, Pastor Ching mengakui para calon biarawan Dominikan yang diterima dalam pembinaannya sudah membawa kualitas yang baik, “dan kami hanya menambahkan kualitas pribadi dan pendidikan mereka lewat pelatihan, pendidikan, eksposur dan pengalaman pastoral.”

Memang, imam itu mengakui, Pastor Bayu sendiri adalah seseorang sudah baik dalam sikap dan studinya. “Itulah karunia khusus yang dia miliki, kualitas yang baik di bidang intelektual,” lanjut imam itu seraya menegaskan bahwa pembinaan para calon imam Dominikan di Filipina itu baik.

Pastor Ching sendiri datang ke Bandung bersama 20 imam OP lainnya dari Filipina dan 29 awam, sebagian besar Dominikan Awam, untuk menghadiri tahbisan Pastor Bayu bersama empat imam diosesan Keuskupan Bandung di Gereja Santo Paulus Bandung, 25 Juli 2019, dan Misa Perdananya.

Tahbisan imam itu, kesannya, sangat hikmat, “sayang sekali dalam ritus tahbisan itu tidak diberi kesempatan untuk abrazo (memeluk dan mencium) imam baru, suatu kebiasaan dalam tahbisan imam di Filipina sebagai ucapan selamat datang untuk imam yang baru ke dalam persaudaraan para imam.”

Pastor Ching juga menanggapi pertanyaan PEN@ Katolik tentang Master Ordo Dominikan yang baru terpilih dalam Kapitel Umum di Biên Hòa, Vietnam, yakni Pastor Gerard Timoner OP yang asli Filipina dan orang Asia pertama sebagai Master Ordo.

“Sebelum terpilih dia sudah mengatakan kepada semua frater bahwa Ordo sedang melihat kita, Filipina, karena mereka melihat potensi kita yang bertumbuh besar dalam jumlah, yang memberi sumbangan besar bagi Ordo. Dan, tak lama kemudian dia dipilih sebagai master baru. Itu laksana nubuat,” jelas Pastor Ching.

Imam itu sendiri melihat pemilihan putra Filipina itu “berbicara tentang kualitas yang dimiliki provinsi ini.” Maka, imam itu berharap master baru akan berhasil dalam tugas yang barunya “karena dia sendiri sangat cerdas.”

Pastor Ching juga berharap agar Master Gerald tetap sehat dan memotivasi negara lain agar membuat promosi panggilan dan merekrut lebih banyak panggilan untuk negara masing-masing, karena banyak negara tidak lagi memiliki panggilan, “tak seperti di Filipina yang tidak menghadapi banyak persoalan karena semua orang berupaya untuk promosi dan rekrut panggilan.”

Pastor Ching mengakui, ada juga banyak masalah di Provinsi Filipina, “namun kami bisa menanganinya karena dia provinsial kami dulu.” Semoga dalam kepemimpinannya, Pastor Gerarld bisa melihat kebutuhan segenap Ordo dan semua provinsi bisa saling membantu sehingga Ordo Dominikan lebih dinamis dan lebih kelihatan.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Pastor Nantes OP terpesona dengan Pastor Bayu yang selalu baca buku dan peroleh nilai tertinggi

Yang tidak betah di gereja dan disenangi banyak cewek kini menjadi imam

Mgr Subianto ajak lima diakon berkomitmen lawan aji mumpung setelah tahbisan imamat

Kebutuhan akan pewarta handal adalah kebutuhan dasar Gereja

Master Ordo Dominikan yang baru: Masa depan Gereja tidak terbatas di Asia atau Afrika

Para imam OP dan Dominikan Awam dari Filipina dan Indonesia
Para imam OP dan Dominikan Awam dari Filipina dan Indonesia

1 komentar

Tinggalkan Pesan