Sipir Penjara Pembina Kerohanian Katolik-Kristen dari Lapas Pemuda Tangerang, Billy Dwi Agista (kiri), menyerahkan Verbum Veritatis edisi Juli-Agustus-September kepada warga binaan seusai ibadah harian 8 Juli 2019. Ist
Sipir Penjara Pembina Kerohanian Katolik-Kristen dari Lapas Pemuda Tangerang, Billy Dwi Agista (kiri), menyerahkan Verbum Veritatis edisi Juli-Agustus-September kepada warga binaan seusai ibadah harian 8 Juli 2019. Ist

Agar warga binaan Katolik tetap Katolik dan mendapatkan sentuhan rohani setiap hari, selain kunjungan dan pelayanan komunitas Katolik setiap bulan, Komunitas Pria Katolik (KPK) Santa Helena Tangerang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berteduh dengan membaca Firman setiap hari sesuai kalendar liturgi serta selalu ingat dan dekat dengan Tuhan.

Sarana yang dipilih untuk itu adalah menghadiahkan kepada setiap warga binaan sebuah buku bernama Verbum Veritatis, buku Ibadat Harian dan Perayaan Ekaristi milik Keluarga Dominikan yang diterbitkan setiap tiga bulan oleh Saint Dominic Publishing.

Antonius Andi Janto Singgih, ketua komunitas kategorial Paroki Curug Tengerang itu mengatakan kepada PEN@ Katolik 9 Juli 2019 bahwa dia yakin Verbum Veritatis “sangat membantu para warga binaan untuk mengisi kekosongan harinya dalam menjalani hukuman di dalam penjara.”

KPK Santa Helena yang berada di bawah Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Paroki Curug dan berkarya untuk pendampingan pria suami ayah di paroki itu, lahir 19 Agustus 2014.

Ide KPK Santa Helena untuk membagi buku doa itu dalam aksi Betasapa Pelayanan Kaum Terpenjara,  khususnya kepada 40 orang warga binaan Katolik di Lapas Pemuda Tangerang, sudah berjalan sejak April 2019 dan kegiatan kedua terjadi tanggal 8 Juli 2019.

KPK Santa Helena mengenal Verbum Veritatis dari pasangan suami istri (pasutri) anggota Dominikan Awam dari Paroki Curug yakni Pasutri Rudi Ratna. “Mereka memperkenalkan kami dengan Komunitas Dominikan Awam dan buku ibadat harian itu, bahkan kami diminta menjual buku doa itu kepada anggota KPK dan umat Paroki Curug,” kata Andy.

Namun, karena tidak mudah menjual buku doa itu kepada umat Katolik yang rata-rata sudah memiliki banyak buku doa lain, dalam sebuah acara Dominikan Awam lahirlah ide untuk membagikan Verbum Veritatis kepada warga binaan Katolik, karena KPK Santa Helena sendiri sudah memiliki pelayanan kaum terpenjara di Lapas Pemuda Tangerang sejak Maret 2018.

“KPK Santa Helena setuju, karena kami berpikir warga binaan Katolik membutuhkan buku ibadat harian itu agar mereka semakin dekat dan mengalami perjumpaan setiap hari dengan Tuhan, mereka perlu sentuhan Firman Tuhan yang mereka bisa dapatkan dengan membaca antara lain Verbum Veritatis.”

Ketika berbagi Verbum Veritatis kepada warga binaan menjadi pilihan, kata Andi, “saya pun menggerakkan anggota komunitas yang terbiasa dalam pelayanan penjara untuk menjadi donatur. Dan, puji Tuhan, antusiasme mereka luar biasa. Mereka mau jadi donatur untuk 40 warga binaan itu. Maka, donaturlah yang membelikan dan menghadiahkan buku itu kepada warga binaan Katolik.”

Menurut pengamatannya, kebanyakan donatur pernah ikut pelayanan KPK Santa Helena ke Lapas Pemuda. “Dari mengalami pelayanan penjara bersama KPK Santa Helena mereka akhirnya berbagi Verbum Veritatis bagi warga binaan. Saya melihat, yang mudah digerakkan untuk berbagi adalah yang pernah melihat dan mengalami pelayanan penjara.”

Dalam pelayanan penjara setiap bulan, Andi mengaku “KPK Santa Helena selalu mendapat donasi berupa makanan, minuman, goodiebag, dan lucky draw dari donatur yang murah hati.” Dalam setiap pelayanan, lanjutnya, “KPK Santa Helena selalu menggerakkan dan mengajak umat dan anggota berbagai komunitas paroki dan keuskupan untuk terlibat.”

Sejak Maret 2018, Andi mengaku, KPK Santa Helena sudah menghadirkan lebih dari 500 umat paroki dan komunitas kategorial parokinya serta paroki lain serta komunitas keuskupan. “Wajah-wajah peserta berganti setiap bulan, karena KPK Santa Helena mau mengajak dan menggerakkan umat Paroki Curug khususnya untuk ikut pelayanan penjara yang selama ini kurang popular dan ditakuti.”

Tapi kini, lanjut Andi, pelayanan penjara, yang terinspirasi dari ajakan Vikep KAJ Pastor Alexius Andang Binawan SJ dan teladan Paus Fransiskus itu, “menjadi pelayanan istimewa dan menarik untuk menggerakkan para pria suami ayah. Melalui pelayanan penjara mereka saling mendukung dan mengasah kepedulian dan empati kepada kaum papa, khususnya yang ada di penjara.”

Dalam Misa Kamis Putih 2019 di Lapas Pemuda Tangerang, KPK Santa Helena menghadirkan Pastor Herman Yosef Bataona MSF yang membasuh dan mencium kaki 12 warga binaan. Selain itu, KPK Santa Helena melakukan pelayanan khas berupa perjumpaan tak terduga antara warga binaan dengan istri, dengan anak, dengan orangtua.

“Semuanya berbuntut tangisan, sehingga KPK Santa Helena disebut ‘KPK Bikin Warga Binaan Menangis di Lapas’,” kata Andi seraya mengajak Keluarga Dominikan membagikan juga Verbum Veritatis ke lapas lainnya, “karena ini penginjilan luar biasa dan belum pernah ada.” (PEN@ Katolik/paul c pati)

vv 1

Ketua KPK Santa Helena Antonius Andi Janto Singgih  bersama istrinya.  (Foto Profil WA)
Ketua KPK Santa Helena Antonius Andi Janto Singgih bersama istrinya. (Foto Profil WA)

 

Tinggalkan Pesan