10 suster SFIC yang  merayakan pesta hidup membiara 25, 40, 65 dan 75 tahun (PEN@ Katolik/srmssfic)
10 suster SFIC yang merayakan pesta hidup membiara 25, 40, 65 dan 75 tahun (PEN@ Katolik/srmssfic)

“Hari ini, 24 Juni 2019, Kongregasi Suster Fransiskus dari Perkandungan Bunda Suci Allah (SFIC) di seluruh dunia merayakan 175 tahun berdirinya Kongregasi SFIC. Perayaan itu diatur sendiri oleh negara masing-masing tempat Kongregasi SFIC berada. Perayaan syukur di Indonesia akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2019.”

Provinsial SFIC Indonesia Suster Irene berbicara tentang Kongregasi SFIC, yang masuk dalam keluarga besar Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi, dan dilahirkan di Veghel, Belanda, 24 Juni 1844, oleh Suster Teresia van Miert, dalam Misa hari ulang tahun itu di Kapel Susteran Santo Antonius Pontianak.

Suster Irene SFIC memaparkan tentang ornamen di sekitar altar perayaan itu yakni tujuh bendera negara yang menunjukkan tempat berkarya SFIC yakni Belanda, Indonesia, Filipina, Kenya, Thailand, Jepang, dan Kanada, serta 10 lilin dengan sepuluh warna yang merupakan rangkuman dari semangat ibu pendiri.

“Semoga semangat karya yang terumus dalam moto ‘Demi Cinta Allah’ membuka mata para suster SFIC generasi penerus untuk melakukan pertobatan terus-menerus, senantiasa mendalami Injil sesuai  cara Santo Fransiskus Assisi menghayati Injil dan menurut teladan para suster pendahulu,” kata Suster Irene.

Menurut Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus yang memimpin Misa itu, kehadiran kongregasi itu merupakan berkat. “Melalui karya pelayanan kasih, Kongregasi SFIC terus menyatukan diri dengan “keluarga intinya’ yakni keuskupan untuk bersama mewujudkan visi-misi keuskupan hingga berkembang dengan baik sampai saat ini,” kata uskup.

Baru-baru, jelas uskup, keuskupan meminta kesediaan para suster SFIC untuk menangani beberapa karya pendidikan maupun pembinaan milik keuskupan seperti sekolah dan asrama putri di Nyarumkop dan menjadi staf di Seminari Menengah Nyarumkop.

Dalam Misa itu, Kongregasi SFIC Provinsi Indonesia menyelenggarakan perayaan syukur hidup membiara bagi 10 suster (70 tahun untuk Suster EdmundaTandinaria SFIC, 60 tahun untuk Suster Imelda Satinah SFIC, 40 tahun untuk Suster Susana Kristina SFIC serta Suster Lusi Sou SFIC, dan 25 tahun untuk Suster Vincentia Susi SFIC,  Yosepha Eang SFIC,  Agusta Heni SFIC, Benedikta Donata SFIC, Andrea Goreta SFIC dan Bernadetta Eniwati SFIC).

Dalam homili, Mgr Agus berharap para suster setia dalam panggilan hidup yang mereka pilih. “Ini tidak mudah diwujudkan apalagi setia di era modern seperti saat, baik untuk imam, bruder dan suster yang hidup selibat, juga untuk bapak ibu yang hidup berkeluarga,” kata Mgr Agus seraya mengajak seluruh umat untuk memaknai dan memelihara kesetiaan dalam keteladanan hidup yang baik.

Suster Andrea Goreta SFIC yang bertugas di Rantepao, Sulawesi Selatan, mengakui bahwa hidup membiara hingga usia 25 tahun bukanlah berkat kekuatan dirinya semata, namun berkat kebaikan Tuhan. “Perjalanan panggilan suci ini kami tempuh dengan aneka suka dan duka, kecemasan, ketakutan, pergulatan, namun juga kebahagiaan dalam kasih persaudaraan. Semua itu mendidik kami untuk terus belajar mengikuti Dia yang memanggil kami,” tegasnya. (PEN@ Katolik/Suster Maria Seba SFIC)

Para suster yang merayakan ulang tahun hidup membiara bergambar bersama Mgr Agus dan para imam konselebran di Kapel Susteran Santo Antonius Pontianak (PEN@ Katolik/srmssfic)
Para suster yang merayakan ulang tahun hidup membiara bergambar bersama Mgr Agus dan para imam konselebran di Kapel Susteran Santo Antonius Pontianak (PEN@ Katolik/srmssfic)

Tinggalkan Pesan