Pelaksana tugas Paroki Santo Yoseph Bambu Pemali Merauke Pastor Anselmus Amo MSC menyerahkan Salib PYD Vikjen Keuskupan Agung Merauke Pastor Hengky Kariwop MSC yang juga pelaksana tugas Paroki Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke tepat di perbatasan kedua wilayah. (PEN@ Katolik/ym)

Setelah diarak ke seluruh paroki yang ada di empat dekenat dan dua kevikepan di wilayah Keuskupan Agung Merauke, Salib Papua Youth Day (PYD) yang mulai diarak dari Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke, 17 Februari 2019, menuju Kuasi Paroki Santo Petrus Erom akhirnya kembali ke katedral, Sabtu 15 Juni 2019.

Salib PYD telah diarak dengan iring-iringan tarian adat dari beberapa etnis di kedua paroki, antara lain adat suku Asmat, Auyu, Yaghai, Kei, Tanimbar dan NTT. Setelah tiba di katedral, perarakan itu ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung Merauke Pastor Hengky Kariwop MSC dan dilanjutkan dengan hiburan konser rohani.

Perarakan salib itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut PYD, 25-29 Juni, kata Pastor Kariwop seraya berharap mendapat dukungan umat sekeuskupan itu. “Meskipun ini merupakan kegiatan orang muda, tetapi hendaknya dimeriahkan oleh seluruh umat,” kata imam itu.

Pastor Kariwop berharap perarakan salib itu menunjukkan kekuatan dan persatuan umat Katolik dan menjaga persekutuan umat beriman, “dengan demikian membangkitkan, membaharui, dan menyemangati iman, moral dan kebersamaan OMK.”

Perarakan salib itu, kata Pastor Kariwop kepada PEN@ Katolik, menekankan nilai militansi “supaya anak-anak muda memiliki iman yang kuat, cinta kepada agamanya dan keberanian memberikan kesaksian tanpa boleh lemah dan takut.”

Imam itu mengapresiasi panitia atas seluruh kegiatan yang telah berjalan dengan baik. “Semuanya berjalan dengan baik. Harus kita beri apresiasi kepada panitia. Salib itu datang dan diterima dengan caranya masing-masing. Sekalipun momennya untuk anak muda, tapi umat memberikan dukungan penuh kepada anak muda dan itu bagus,” tegas vikjen.

Menurut informasi dari panitia, salib itu akan diarak lagi ke beberapa lingkungan yang berada di Paroki Katedral, kemudian dikembalikan lagi ke katedral untuk bersiap diarak ke tempat pembukaan Papua Youth Day, 25 Juni 2019.

“Ini tidak hanya soal salib, tetapi Tuhan Yesus yang mengunjungi mereka. Dengan demikian iman umat serta semangat anak muda bangkit dan keterlibatan mereka dalam hidup menggereja semakin kuat. Itulah persiapan menyambut PYD,” jelas vikjen. (PEN@ Katolik/Yakobus Maturbongs)

3

 2

Tinggalkan Pesan