Paus Fransiskus dan Patriark Gereja Ortodoks Rumania Daniel di Bukares (Foto berdasarkan ANSA)
Paus Fransiskus dan Patriark Gereja Ortodoks Rumania Daniel di Bukares (Foto berdasarkan ANSA)

Salah satu tema utama Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke negara Balkan, Rumania, yang penduduknya umumnya beragama Ortodoks Timur, adalah pentingnya persatuan di antara orang-orang Kristen.

Dalam pidato kepada para pemimpin umat Ortodoks sebesar 16 juta di Rumania pada hari pertama kunjungannya, Paus Fransiskus menyatakan harapannya agar Gereja-Gereja Ortodoks Rumania dan Katolik bekerja lebih erat di masa depan, dan Paus berdoa agar Tuhan membantu Gereja-Gereja itu mengalami “cara-cara berbagi dan bermisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Berbicara kepada Radio Vatican dan Vatican News, Wakil Direktur Kantor Pers Patriarkat Ortodoks Bukares Diakon Agung Ionut Mavrichi mengatakan Rumania dapat dilihat sebagai model untuk hubungan ekumenis.

Diakon Agung Mavrichi menggambarkan kunjungan kepausan itu sebagai peristiwa penting bagi semua orang Rumania dan bagi umat Ortodoks serta umat Katolik yang membentuk bangsa itu.

Tentu saja, katanya, “Umat Ortodoks ikut merasakan sukacita umat Katolik yang menerima Paus.” Kehadiran Paus di negara itu, lanjutnya, adalah tanda persatuan, tanda harapan, tanda makna bersama dan kesaksian bersama untuk Eropa bahwa agama Kristen dapat menunjukkan dasar persatuan di Eropa yang sedang hancur.

Diakon Agung Mavrichi menjelaskan bahwa Katedral Nasional Bukares adalah simbol persatuan. Pesan-pesan dari dua wakil tertinggi Gereja Ortodoks di Rumania adalah pesan-pesan persatuan, perdamaian, cinta: ajakan untuk saling merangkul seraya menghormati perbedaan tetapi hidup dalam persatuan.

Pesan-pesan itu, katanya, adalah seruan untuk menjalani kehidupan kita sesuai “pesan harapan untuk persatuan yang diminta oleh Kristus pada kita.” Dijelaskan, “perintah untuk persatuan adalah perintah untuk kita semua.” Meskipun ada perbedaan, katanya, itu tidak berarti kita tidak dapat saling memahami dan berjalan bersama di jalan persatuan.

Rumania, katanya, sebenarnya dapat diambil sebagai contoh praktik yang baik untuk model hidup bersama, karena negara itu adalah rumah bagi banyak umat agama berbeda yang hidup bersama di negara itu tanpa ketegangan. “Janganlah lupa, kita semua orang Rumania dan kita dipersatukan oleh iman kita akan Yesus Kristus,” katanya.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Pastor Adrian Danca dan Linda Bordoni/Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus Fransiskus di Rumania doa Bapa Kami di Katedral Ortodoks Bukares

Paus dalam Misa di Katedral Santo Joseph Bukares: Maria model perjumpaan dan sukacita

Tinggalkan Pesan