Mahasiswa-mahasiwi dari English Student Association (ESA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Pamane Talino, milik Keuskupan Agung Pontianak membagikan takjil gratis untuk buka puasa sebagai wujud toleransi. Foto ari web STKIP Pamane Talino
Para mahasiswi dari English Student Association (ESA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Pamane Talino, milik Keuskupan Agung Pontianak, membagikan takjil gratis untuk buka puasa sebagai wujud toleransi. Foto dari web STKIP Pamane Talino

Tepat di Jalan Bardanadi, depan Paroki Salib Suci Ngabang, Kalimantan Barat, nampak beberapa mahasiswi dari sebuah sekolah tinggi Katolik membagikan secara gratis sedikitnya 100 takjil bagi masyarakat Muslim yang melintas. Takjil untuk berbuka puasa itu dibuat di sela-sela perkuliahan.

Para anggota English Student Association (ESA) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Pamane Talino, milik Keuskupan Agung Pontianak, itu melaksanakan acara yang digagas oleh Divisi Sosial Kemasyarakatan ESA, 26 Mei 2019.

Menurut Ketua ESA, Fransiskus Heru, “Kami terinspirasi pesan Ketua Yayasan kami saat buka bersama bahwa toleransi harus diwujudnyatakan dalam kehidupan” dan keyakinan kami bahwa dengan berbagi kami juga belajar mengamalkan toleransi dalam kehidupan.

Sepuluh hari sebelumnya, tepatnya 17 Mei 2019, STKIP Pamane Talino mengadakan acara buka puasa bersama yang diprakarsai oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Dr Johanes Robini Marianto OP dan dihadiri para dosen, staf dan mahasiswa. Mereka mendengarkan ceramah dari Ustadz Zulkarnaen dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak.

Acara, yang diawali pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dan Saritilawah yang dilantunkan dua dosen STKIP itu, Masfa Maiza dan Siti Suprihatingsih, juga diisi lantunan nyanyian-nyanyian bernuansa Islami dari Grup Rebana Masjid At-Taqwa Km-4 Ngabang pimpinan Ustadz Soleh.

Puasa, menurut Ustadz Zulkarnaen, merupakan proses sangat penting dan baik untuk menetralisir agar menjadi lebih baik, sehingga puasa bukan hanya dipandang sebagai kewajiban. “Banyak hal penting dan pesan, untuk memupuk rasa toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan antarumat beragama, dapat dipetik dari pengalaman keseharian selama bulan suci Ramadhan. Terlebih lagi untuk menjadi orang yang bertakwa, puncak spiritualitas orang beriman,” katanya.

Sikap-sikap presentasi ketakwaan, tegas ustadz, bisa melalui pola simbolik, pemahaman takwa normatif, referensi dalil-dalil dan kitab suci, menyadari kekhalifahannya di muka bumi, mendirikan sholat, mencegah kemungkaran dan menyebarkan hal-hal positif di antara sesama umat beragama, sehingga tampaklah keimanan yang terwujud dalam amal sholeh pribadi itu.

Menurut Kapelan STKIP Pastor Sabinus Lohin CP dalam sambutan Yayasan Landak Bersatu, pimpinan tertinggi Gereja Katolik di Vatikan, Paus Fransiskus, selalu mendorong umatnya untuk selalu menjunjung tinggi toleransi, dengan menegaskan, “iman kepada Tuhan menyatukan, bukan memecah belah.”

Perayaan buka bersama itu, jelas imam itu, adalah perwujudan nyata harapan Paus. “Semoga kegiatan seperti ini mendorong kita semua untuk bahu membahu menciptakan toleransi antarumat beragama di dunia, khususnya di Kabupaten Landak,” harap imam itu.

Ketua STKIP Pamane Talino Albert Rufinus menegaskan, acara itu merupakan aktualisasi nilai-nilai kebersamaan khususnya nilai-nilai insani kepada sesama manusia, yang mencerminkan toleransi dan kebersamaan di STKIP Pamane Talino. “Semoga suasana Ramadhan ini betul-betul dapat dinikmati khususnya bagi saudara-saudara yang beragama Islam,” katanya. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan web https://stkippamanetalino.ac.id)

Artikel Terkait:

Sekolah tinggi pertama milik Keuskupan Agung Pontianak lakukan buka bersama di kampus

Tinggalkan Pesan