Paus Fransiskus dalam audiensi umum 22 Mei 2019. (Vatican Media)
Paus Fransiskus dalam audiensi umum 22 Mei 2019. (Vatican Media)

Dalam Audiensi Umum 22 Mei, Paus Fransiskus mengakhiri serangkaian katekese tentang Doa Tuhan, “Bapa Kami,” yang dimulai 5 Desember 2018, dengan mengatakan, doa “yang lahir dari keberanian untuk memanggil Allah dengan nama ‘Bapa’,” mengungkapkan “keintiman seorang anak” yang kita tahu melalui rahmat Roh Kudus. Paus mengutip beberapa contoh Perjanjian Baru di mana berbagai ungkapan doa-doa Yesus mengingatkan teks “Bapa Kami”.

Dalam Injil Markus, ketika Yesus berdoa, “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki,” kita menemukan kepercayaan seorang anak kepada Bapa di tengah kegelapan, ketakutan dan kesedihan malam Getsemani, tempat Dia meminta agar kehendak Bapa digenapi.

Di tempat lain, Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk menumbuhkan semangat doa terus-menerus, tetapi secara khusus mengingat saudara-saudari kita, terutama saat hubungan kita dengan mereka sulit.

Dalam hal ini, Yesus mengatakan dalam Injil Markus, “Jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Paus mencatat, dalam tulisan-tulisan Santo Paulus kita tidak menemukan teks “Bapa Kami”, tetapi kehadiran-Nya muncul dalam sintesis luar biasa di mana doa orang Kristen itu diringkas menjadi satu kata: “Ya Abba! Ya Bapa!” (lih. Roma 8:15; Gal 4: 6).

Dalam Injil Lukas, Yesus memenuhi permintaan para murid dan mengajar mereka cara berdoa kepada Bapa.

Paus mencatat, Perjanjian Baru secara keseluruhan mengindikasikan pelaku utama semua doa Kristen adalah Roh Kudus. “Kita tidak akan pernah bisa berdoa tanpa kekuatan Roh Kudus. Dialah yang berdoa dalam kita dan menggerakkan kita untuk berdoa dengan baik.”

Roh Kudus, jelas Paus, adalah guru sekaligus pelaku utama doa sejati. Dialah yang bernafas dalam hati setiap murid Yesus, dan memungkinkan mereka berdoa sebagai anak-anak Allah, yang benar-benar mereka terima dalam Baptisan.

“Roh Kudus membuat kita berdoa dalam ‘alur’ yang digali Yesus untuk kita,” kata Paus yang menjelaskan doa umat Kristen menarik mendialogkan cinta Tritunggal Mahakudus.

Bapa Suci mengamati, Yesus sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang sangat jauh dari teks “Bapa Kami.” Misalnya, ketika sekarat di kayu salib, Ia berseru, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat 27:46).

Tentu , kata Paus, Bapa surgawi tidak dapat meninggalkan Putera-Nya. “Namun kasih-Nya bagi kita, orang-orang berdosa, telah membawa Yesus ke titik ini, mengalami pengabaian Allah, jarak-Nya, karena Dia sudah menanggung segala dosa kita.”

Tetapi bahkan dalam seruan sedih-Nya, “Allah-Ku, Allah-Ku,” Paus mencatat, kata “ku” tetap menjadi “inti hubungan dengan Bapa dan “inti iman dan doa.”

Paus mencatat, dengan dasar ini orang Kristen bisa berdoa dalam situasi apa pun. Semua doa Kitab Suci, terutama Mazmur, dan doa-doa sepanjang milenium sejarah memiliki dasar ini.

Bapa Suci mendesak agar kita tidak pernah berhenti berbicara tentang saudara dan saudari kita dalam kemanusiaan kepada Bapa, sehingga tidak seorang pun dari mereka, terutama yang miskin, tetap tidak menerima penghiburan dan bagian dari kasih.

Tetapi, untuk berdoa sungguh-sungguh, kata Paus, “kita harus membuat diri kita kecil, sehingga Roh Kudus dapat masuk ke dalam kita dan membimbing kita dalam doa.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Robin Gomes/Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus dalam katekese Bapa Kami: Yesus memihak kita guna bebaskan kita dari yang jahat

Dalam katekese Bapa Kami saat hari buruh, Paus mohon doa untuk para penganggur

Katekese Paus tentang Bapa Kami: Kita dimaafkan saat kita memaafkan orang lain

Dalam katekese Bapa Kami, Paus ajak umat percaya dan memuliakan Bapa di tengah pencobaan

Paus dalam katekese Bapa Kami: Kita semua orang berdosa yang perlu pengampunan

Paus dalam audiensi: Dalam doa Bapa Kami kita berdoa untuk kebutuhan semua orang

Katekese Paus tentang doa Bapa Kami: Tuhan mencari setiap kita secara pribadi

Paus dalam Audiensi: Bapa Kami mengajarkan kita langsung menyapa Bapa tanpa rasa takut

Paus mendesak umat Katolik membuka hati bahwa Yesus sudah datang

Audiensi Paus: Allah Bapa mengasihi kita dengan cara yang tak bisa dilakukan seorang pun di dunia

Paus Fransiskus: Doa sejati adalah yang berbelas-kasih bukan kemunafikan atau trik

Tinggalkan Pesan