Paus Fransiskus  menghadiri pertemuan doa untuk perdamaian di Sofia (Vatican Media)
Paus Fransiskus menghadiri pertemuan doa untuk perdamaian di Sofia (Vatican Media)

Ada enam lilin mewakili enam agama. Ada logo kunjungan kepausan dengan tulisan “Pacem in terris” dari ensiklik Paus Santo Yohanes XXIII. Ada mawar yang melambangkan Bulgaria, dan ada pohon zaitun yang melambangkan perdamaian.

Itulah suasana acara publik terakhir Paus Fransiskus di Bulgaria yang didedikasikan untuk perdamaian di Lapangan Kemerdekaan Bulgaria. Itulah sebabnya acara itu diawali dengan nyanyian “Canticle of the Creatures” dan berakhir dengan doa untuk perdamaian dalam kata-kata yang diilhami oleh Santo Fransiskus dari Assisi.

Dalam pembicaraannya, Paus mengangkat contoh namanya yang sama dengan Santo Fransiskus dari Assisi, memuji cintanya “untuk keindahan ciptaan dan untuk semua orang yang dia temui.” Itulah cinta “yang mengubah cara pandangnya,” kata Paus. Itulah cinta yang membantu Santo Fransiskus menjadi “pembawa damai sejati.”

“Kita masing-masing dipanggil untuk mengikuti jejaknya dengan menjadi pembawa damai,” lanjut Paus. “Perdamaian adalah karunia dan juga tugas,” yang harus kita doakan dan upayakan, upayakan setiap hari “untuk membangun budaya di mana perdamaian dihormati sebagai hak fundamental.”

Perdamaian menuntut kita mengadopsi “dialog sebagai jalan kita, saling pengertian sebagai tata perilaku kita, dan pemahaman timbal-balik sebagai metode dan standar kita,” kata Paus mengutip Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatanganinya dalam perjalanannya ke Semenanjung Arab bulan Februari.

Paus kemudian berbicara tentang makna simbolis dari tempat yang dipilih untuk acara ini. “Selama berabad-abad, orang-orang Bulgaria di Sofia yang berasal dari berbagai kelompok budaya dan agama berkumpul di tempat ini untuk pertemuan dan diskusi,” kata Paus. “Semoga tempat simbolis ini menjadi saksi perdamaian.”

“Hendaknya ada perdamaian di bumi,” kata Paus, “dalam keluarga kita, dalam hati kita, terutama di tempat-tempat begitu banyak suara dibungkam oleh perang, tertahan oleh ketidakpedulian dan terabaikan karena keterlibatan kuat kelompok-kelompok berkepentingan.”

“Semoga masing-masing kita, di mana pun berada, dalam semua hal yang kita lakukan,” kata Paus, dapat mengatakan, “Jadikan aku alat perdamaian-Mu.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus minta umat Katolik di Bulgaria melihat yang dilakukan Allah dengan mata iman

Paus di Bulgaria: Luka-luka di antara umat Kristen tetap memar menyakitkan dalam Gereja

Paus dalam Misa di Bulgaria: Panggilan Tuhan, kejutan Tuhan, kasih Tuhan

Paus kepada penerima Komuni Pertama: mukjizat Yesus dimulai dengan persembahan seorang anak

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (17)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (21)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (22)

Tinggalkan Pesan