Asap mengepul di sekitar altar utama dan dalam Katedral Notre Dame Paris
Asap mengepul di sekitar altar utama dan dalam Katedral Notre Dame Paris

Dalam tweet Selasa pagi, 16 April 2019, Direktur Sementara Kantor Pers Vatikan Alessandro Gisotti menyatakan kedekatan Paus Fransiskus dengan orang-orang Perancis. Paus, katanya, sedang berdoa untuk “semua orang yang berjuang mengatasi situasi tragis ini.”

Segera setelah kobaran api mulai membakar katedral itu di hari Senin malam, Gisotti mengirim tweet “keterkejutan dan kesedihan” Takhta Suci seraya menyebut Katedral Notre Dame “simbol kekristenan di Perancis dan di dunia.”

Kebakaran terjadi di Katedral Paris yang berusia 860 tahun pada Senin malam, merobohkan atap kayunya dan menyebabkan menara bertingkat runtuh. Api berkobar selama lebih dari 12 jam sebelum ratusan petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikannya. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka saat melawan api. Api mulai di sekitar puncak menara. Di situ para pekerja melakukan renovasi besar-besaran atap dan kerangka kayu puncak menara.

Kantor kejaksaan Paris mulai menyelidiki penyebab kebakaran itu. Sumber-sumber kepolisian mengatakan kepada Reuters bahwa mereka bekerja berdasarkan asumsi bahwa kebakaran itu tidak disengaja.

Setelah kebakaran, yang berdiri tegap hanyalah dinding luar, bagian depan katedral, dan menara kembar lonceng. Organ pipanya yang terkenal, yang berasal dari tahun 1730-an, juga selamat. Pemadam kebakaran dilaporkan menyelamatkan banyak harta yang disimpan di dalamnya.

Rektor Notre Dame, Mgr Patrick Chauvet, mengatakan Crown of Thrones (mahkota duri) yang sesuai tradisi dikenakan oleh Yesus dalam Penderitaan-Nya, dan jubah yang diyakini dipakai oleh Santo Louis, raja Perancis abad ke-13, diselamatkan dari api.

Para Uskup Perancis mengatakan pengaruh Notre Dame “meluas ke luar ibukota” dan katedral itu akan tetap menjadi “simbol utama iman Katolik.” Mereka juga mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk “menjadi batu-batu yang hidup dari Gereja,” terutama di saat perjalanan umat beriman melalui Pekan Suci dan mengharapkan Kebangkitan Kristus.

Uskup Agung New York Kardinal Timothy Dolan mengatakan, warga New York menyatu dalam kesedihan dengan warga Paris. “Pekan Suci ini mengajarkan kepada kita bahwa, seperti Yesus, kematian membawa kehidupan. Kematian hari ini, kami percaya, akan menghasilkan kebangkitan,” kata kardinal itu di tangga Katedral Santo Patrick di Manhattan.

Pemimpin spiritual Gereja Ortodoks Koptik, Paus Tawadros II dari Aleksandria, mengatakan api itu adalah “kerugian besar bagi seluruh umat manusia,” dan menyebut Katedral Notre Dame di Paris adalah “salah satu monumen paling penting di dunia.” (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan laporan Devin Watkins dari Vatian News)

Artikel Terkait:

Katedral Notre Dame di Paris terbakar dan menaranya runtuh

Tinggalkan Pesan