Hary
Pastor Antonius Haryanto Pr (Foto dari orangmudakatolik.net)

Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) Pastor Antonius Haryanto Pr mengajak orang muda Katolik (OMK), yang sudah memenuhi syarat menggunakan hak pilih agar ikut memilih, jangan golput pada Pemilu 17 April. Sebab, ikut memilih berarti ikut bertanggungjawab atas terpilihnya kepemimpinan nasional dan anggota legislatif daerah sampai pusat yang pada gilirannya membawa kesejahteraan dan kemajuan bangsa secara umum.

Berdasarkan survei terhadap kelompok millennial, jelas Pastor Hary, cukup banyak orang muda cenderung golput. “Survei itu memperkirakan 13 juta orang di seluruh Indonesia memilih golput. Hal ini menjadi keprihatinan bersama. Maka, melalui perjumpaan hari ini  orang muda diajak untuk memilih, jangan golput pada 17 April mendatang,” kata Pastor Hary dalam acara “Millennial Festive, Stand for the Nation” di Basket  Hall, Senayan, Jakarta, 6 April 2019.

Sekitar 2000-an orang muda millennial dari paroki dan kelompok kategorial di Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor dan Keuskupan Bandung hadir dalam acara itu bersama para ketua dan perwakilan kelompok kategorial dari Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, dan FMKI. Hadir juga ketua Pemuda Katolik DKI Jakarta, Bondan Wicaksono, dan anggota FKUB Jakarta Pastor Antonius Suyadi Pr serta sejumlah imam lain.

Acara yang digagas oleh Komite Ormas Katolik Peduli Pemilu bersama Komisi Kerawam KWI, Komkep KWI dan Majelis Nasional Pendidikan Katolik itu berisi penampilan band oleh OMK, stand up comedy, musik ansambel dari SMU Kanisius Jakarta, serta talk show yang memberikan informasi tentang Pemilu 2019.

“Acara ini sesungguhnya untuk happy dan fun, bagi anak muda yang sudah memiliki hak pilih, demi suksesnya Pemilu. Ikut memilih wakil rakyat juga presiden dan wakil presiden untuk periode 2019-2024 adalah wujud OMK, sebagai orang Indonesia sekaligus orang Katolik untuk ikut bertanggungjawab terhadap bangsanya,” jelas Pastor Hary menyinggung nasihat Mgr Soegijapranata yaitu menjadi 100 persen umat Katolik dan 100 persen orang Indonesia.

Menurut Pastor Antonius Suyadi yang bertugas sebagai pastor rekan Paroki Santo Yakobus Kelapa Gading, keterlibatan OMK dalam menyukseskan Pemilu itu penting. “Gereja tidak hanya mengimbau tapi juga mengajak OMK ikut dalam pembelajaran politik dengan terjun dalam politik melalui keterlibatan sebagai wakil rakyat,” kata imam itu.

Bondan melihat acara itu sebagai kesempatan penting untuk mengajak kaum millennial menggunakan hak pilih. “Pilihlah wakil rakyat yang akan membawa nasib negara ini menjadi lebih baik,”’ katanya.

Sambil menyanyi “ayo memilih, jangan golput” OMK menari-nari di podium dipandu oleh rekan-rekannya, dan ketua panitia, Margareta Astaman, mengatakan, “sangat disayangkan kalau OMK tidak memilih.” (PEN@ Katolik/Konradus R Mangu)

DSCN1445[1] (3)

Tinggalkan Pesan