Mahasiswa STKIP Pamane Talino membawa sembako untuk korban banjir di Ngabang, Kalimantan Barat. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Mahasiswa STKIP Pamane Talino membawa sembako untuk korban banjir di Ngabang, Kalimantan Barat. (Dokumen STKIP Pamane Talino)

Hujan deras yang turun dari tanggal 14 hingga 15 Februari telah membuat tinggi muka air Sungai Landak, Sungai Dait, Sungai Behe, Sungai Belantian, Sungai Menyuke, Sungai Pade, Sungai Mempawah, Sungai Rantawan, dan Sungai Ranto di Kabupaten Landak sehingga air meluap dan menggenangi beberapa kecamatan.

Menurut berbagai laporan, ketinggian air di Kecamatan Ngabang, Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Manyuke mencapai 60-120 cm, sedangkan di Kecamatan Kuala Behe mencapai 100-250 cm.

Menanggapi banjir yang cukup besar sejak tahun 2001 itu, berbagai pihak membantu para korban termasuk STKIP Pamane Talino yang bergerak memberikan beras, sarden, mie instan, roti, air mineral langsung kepada para keluarga-keluarga korban, dan juga  “memberikan tempat penginapan bagi mahasiswa-mahasiswi STKIP yang rumah kost mereka kena dampak banjir itu,” kata staf STKIP Pamane Talino, Rupinus Kehi, kepada PEN@ Katolik.

Selain itu, jelasnya, para mahasiswa-mahasiswi STKIP Pamane Talino melakukan “Bhakti Pendidikan” bagi anak-anak dimulai tanggal 19 Februari. “Kegiatan ini dibuat atas inisiatif STKIP melihat keadaan pengungsian yang kurang fasilitas terutama untuk anak-anak. Masyarakat sangat positif menerimanya, karena tidak banyak yang peduli dengan pengungsi. Mereka menganggapnya ini bencana biasa, padahal sangat berdampak pada korban terutama anak-anak,” lanjut Kehi.

Sejauh ini diakui bahwa sebagian besar bantuan datang dari sahabat-sahabat dari ketua yayasan Landak Bersatu yang menjalankan STKIP Pamane Talino Pastor Johanes Robini Marianto OP, serta dari para dosen. Para mahasiswa dan gerakan alumni juga membantu dengan mengadakan penggalangan dana. Pastor Robini yang langsung diminta oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus sebagai kepala yayasan itu bertindak sebagai koordinator aksi bantuan bagi korban banjir di Ngabang itu.

Oleh karena itu bantuan baru diberikan di beberapa titik, misalnya di Desa Raja Bawah untuk bantuan langsung, serta di Posko Koramil Ngabang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Fokus kita hanya di Ngabang kota, karena daerah lain tidak terjangkau, terlalu jauh,” kata Kehi yang bertugas sebagai asisten untuk mengawasi langsung kegiatan di lapangan.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Menjangkau sampai ke depan rumah yang banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Menjangkau sampai ke depan rumah yang banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Robini OP memimpin gerakan sumbangan STKIP Pamane Talino bagi para korban banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Robini OP memimpin gerakan sumbangan STKIP Pamane Talino bagi para korban banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Alumni STKIP Pamane Talio menggalang dana untuk membantu para korban banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Alumni STKIP Pamane Talio menggalang dana untuk membantu para korban banjir. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Posko. (Dokumen STKIP Pamane Talino)
Posko. (Dokumen STKIP Pamane Talino)

1 komentar

Tinggalkan Pesan