Sosialisasi dan pelatihan untuk para imam, sekretaris DPP, petugas sekretariat dan operator data di KAP. Foto Komsos KAP
Sosialisasi dan pelatihan untuk para imam, sekretaris DPP, petugas sekretariat dan operator data di KAP. Foto Instagram Komsos KAP

Program Pendataan Umat Berbasis Internet di Keuskupan Agung Pontianak (KAP) dengan nama BIDUK KAP sudah selesai bahkan sosialisasi dan pelatihan sudah diberikan kepada para pastor paroki se-KAP, Tim Biduk KAP, sekretaris DPP, sekretaris paroki, dan operator di tingkat paroki.

Yang melaksanakan sosialisasi dan pelatihan di Kampus Depan Universitas Widya Dharma, Pontianak, 10 dan 11 November 2018 itu adalah tim dari BiNus (Universitas Bina Nusantara Jakarta) dan Tim dari KAJ. Bahkan menurut informasi dari Kuria KAP, yang dibenarkan oleh Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Pastor Vincentius Adi Prasojo Pr, program itu akan diluncurkan di Nyarumkop, 22 November 2018, bersamaan dengan perayaan HUT Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus.

Dalam percakapan dengan PEN@ Katolik, Pastor Adi Prasojo menegaskan bahwa dengan launching program itu, KAP akan menjadi pionir bagi sistem BIDUK di seluruh Kalimantan. “BIDUK telah berlayar ke garis 0 khatulistiwa untuk melayani semakin banyak keuskupan dan menghubungkannya secara online,” demikian refleksi imam itu yang disampaikan kepada media ini.

Menurut imam itu, sudah beberapa bulan lalu KAP berdinamika mencari sistem informasi data umat. “Di awal Bulan Kitab Suci (September 2018), saya dikontak oleh Ekonom KAP Romo Andreas Kurniawan OP dan Tim Data KAP Romo Astanto Adi CM terkait keinginan besar KAP untuk mengenal dan mengetahui BIDUK Basis Integrasi Data Umat Keuskupan,” jelas Pastor Adi Prasojo.

Mulai saat itu, lanjut imam itu, dinamika yang baru mulai bergulir. “Tim KAP hadir di Jakarta dan berdiskusi dengan kami. Kami mengutus Direktur IT BINUS Ivan Sangkereng, yang juga menjadi pentolan Tim BIDUK KAJ, untuk mulai sosialisasi di Singkawang akhir September 2018,” kata imam itu.

Akhirnya, Tim BIDUK KAJ datang melakukan pelatihan bagi para pastor, sekretaris DPP, petugas sekretariat dan operator data tanggal 10-11 November 2018.

Hingga saat ini data umat yang online d Indonesia baru BIDUK KAJ dan SIMU Keuskupan Bandung. “SIMU Bandung punya sistem sendiri dan kabar gembiranya BIDUK KAJ dan SIMU Bandung sudah terhubungkan secara online, mengingat banyak mobilitas umat Jakarta-Bandung dan Pulau Jawa,” kata Pastor Adi Prasojo.

Tim BIDUK KAJ “ingin bekerja sama dengan banyak keuskupan, karena de fakto banyak umat KAJ berasal dari banyak daerah, juga dari luar Pulau Jawa,” kata Pastor Adi Prasojo seraya menegaskan bahwa “Jakarta sebagai metropolitan sekaligus melting pot (kuali peleburan) banyak umat.”

Menurut pengamatan Ivan Sangkereng, KAP siap menjalankan BIDUK KAP dan diluncurkan tanggal 22 November, “karena diukur dari motivasi, semangat dan pembakalan SDM tim keuskupan dan tim paroki, serta kesiapan infrastruktur (internet, PC).”

Kesiapan di level paroki, kata Ivan Sangkereng kepada PEN@ Katolik, sudah cukup, sedangkan “untuk input di lingkungan atau stasi, kami masih evaluasi. Tapi data sudah bisa diinput di paroki.”

Namun diingatkan bahwa implementasi BIDUK adalah sebuah perjalanan dan tanggal 22 November “adalah sebuah langkah dari jutaan langkah.” Pernyataan itu dia sampaikan mengingat pengalaman di KAJ. “Contoh untuk KAJ. Setelah kami launching, dalam dua tahun masih ada juga paroki yang belum memakai BIDUK secara maksimal. Oleh karena itu implementasi ini adalah sebuah perjalanan panjang.”

Untuk mengatasi hal itu, selain pembekalan untuk tim keuskupan dan tim paroki beserta para pastor, “kami juga membuat grup whatsapp yang berisi user paroki untuk tanya jawab BIDUK.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Uskup Bandung luncurkan sistem informasi manajemen umat, SIMU

Sekretaris paroki di Keuskupan Bandung diminta profesional terampil dan tulus

BIDUK KAP 2
Foto Instagram Komsos KAP

Tinggalkan Pesan