cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (20)

Sebelum terbang kembali ke Roma dari Pertemuan Keluarga se-Dunia di Dublin, Irlandia, Paus Fransiskus bertemu para anggota Konferensi Waligereja Irlandia di Biara Para Suster Dominikan dan mendesak para uskup untuk “mencermati dan menetapkan langkah-langkah baru untuk saat-saat baru ini” dalam kepedulian Gereja terhadap orang miskin, korban pelanggaran dan dalam meneruskan iman.

Melalui kata-kata perpisahannya, seperti dilaporkan oleh Robin Gomes dari Vatican News, Paus memberi semangat kepada para uskup menjalankan upaya mereka, di masa penuh tantangan ini, untuk bertekun dalam pelayanan mereka sebagai pewarta Injil dan gembala kawanan domba Kristus.

Paus berterima kasih atas kepedulian mereka terhadap orang miskin, orang yang dikecualikan dan orang tidak mampu seperti terlihat dalam surat pastoral mereka baru-baru ini tentang tunawisma dan tentang pelecehan. Paus juga berterima kasih kepada mereka karena dukungan, yang mereka berikan kepada para imam mereka yang terluka dan putus asa menghadapi skandal terbaru, sering diabaikan atau diremehkan.

Bapa Suci kemudian memusatkan perhatian pada “kebutuhan Gereja untuk mengakui dan memperbaiki, dengan kejujuran dan keberanian evangelis, kegagalan-kegagalan masa lalu berkenaan dengan perlindungan anak-anak dan orang dewasa yang rentan.”

Paus melihat para uskup “dengan tegas bergerak maju, bukan hanya melakukan langkah pemurnian dan rekonsiliasi dengan para korban pelanggaran dan pelecehan, tetapi juga, dengan bantuan Dewan Nasional untuk Perlindungan Anak-anak dalam Gereja di Irlandia, membentuk seperangkat norma yang bertujuan memastikan keselamatan orang-orang muda.”

Tahun-tahun ini, kata Paus, “mata kita semua terbuka melihat gawat dan luasnya pelecehan seksual dalam berbagai latar sosial.” Di Irlandia, seperti di tempat lain, lanjut Paus, “kejujuran dan integritas yang dipilih Gereja untuk menghadapi bab menyakitkan dalam sejarahnya dapat memberikan contoh dan peringatan kepada masyarakat secara keseluruhan.”

Paus Fransiskus kemudian berbicara tentang pentingnya menularkan  iman dalam integritas dan keindahannya ke dalam konteks masyarakat Irlandia yang berkembang pesat. Paus mengatakan, Pertemuan Keluarga se-Dunia memberikan harapan dan dorongan besar agar keluarga-keluarga bertumbuh dan semakin menyadari peran mereka yang tak tergantikan dalam mewariskan iman.

Sekolah-sekolah Katolik dan program-program pengajaran agama juga memainkan peran sangat penting dalam menciptakan budaya iman dan rasa pemuridan misionaris. Pembinaan religius yang sejati, ungkap Bapa Suci, membutuhkan guru-guru yang penuh sukacita yang dapat membentuk bukan hanya pikiran tetapi juga hati dalam mencintai Kristus dan dalam melaksanakan doa.

Paus memuji iman yang kuat dari orang Irlandia dalam mengatasi pergolakan tahun-tahun belakangan ini dan memberikan kesempatan untuk pembaruan interior Gereja. Sebagai kesimpulan, Bapa Suci berharap agar para uskup, dengan kerendahan hati dan kepercayaan pada rahmat Tuhan, dapat “mencermati dan menetapkan langkah-langkah baru untuk saat-saat yang baru ini.”(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Satu buah Pertemuan Keluarga se-Dunia adalah menjadi sumber dorongan bagi orang lain

Dalam Misa Penutupan Pertemuan Keluarga se-Dunia Paus meminta maaf atas litani pelanggaran

Paus Fransiskus bertemu orang-orang yang selamat dari pelecehan di Irlandia

Paus serukan tercipta keluarga bangsa-bangsa sedunia yang bersatu dan solider dengan yang lemah

Paus bertemu dengan pasangan-pasangan yang bertunangan dan baru menikah

350 pasangan menunggu kunjungan Paus Fransiskus ke Pro-Katedral Santa Maria

Paus akan ke Irlandia yang diguncang pelecehan seksual untuk Pertemuan Keluarga se-Dunia

Tinggalkan Pesan