Warga negara Venezuela berjalan di jalan antara Curcuta - Pamplona di Kolombia meninggalkan kesulitan hidup di negara mereka (ANSA)
Warga negara Venezuela berjalan di jalan antara Curcuta – Pamplona di Kolombia meninggalkan kesulitan hidup di negara mereka (ANSA)

Di saat rakyat Venezuela berjuang setiap hari untuk bertahan hidup, dengan inflasi yang diprediksi mencapai 1 juta persen pada bulan Desember, Gereja-Gereja Katolik di seluruh Venezuela dan di Kolombia, tempat eksodus sedang berlangsung, kini bekerja sama melayani masyarakat dengan bantuan pastoral, spiritual dan material, demikian laporan Linda Bordoni dari Vatican News.

Menurut IMF, tulis laporan itu, Venezuela berada dalam pergolakan krisis ekonomi yang sebanding dengan Jerman setelah Perang Dunia Pertama dan Zimbabwe di awal dekade terakhir. Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di planet ini, kini berada di tengah krisis lima tahun.

Akibatnya, banyak orang tidak mampu membeli makanan dan obat-obatan, rak-rak penjualan di supermarket kosong, kejahatan terus meningkat, dan penduduk takut meninggalkan rumah di malam hari.

Sebagai tanda solidaritas dan persaudaraan, para uskup dan 17 imam dari Keuskupan Cucuta Kolombia bekerja sama dengan para anggota Keuskupan San Cristobal Venezuela untuk memberikan pelayanan pastoral di rumah singgah “Penyelenggaraan Ilahi.” Mereka ingin menegaskan kembali bahwa persaudaraan dan amal kasih umat Kristiani tidak memiliki batasan, tulis laporan itu.

Uskup San Cristobal berterima kasih kepada Uskup Cucuta dan berdoa agar kedua keuskupan itu dapat terus bekerja sama “sehingga mukjizat Tuhan dapat dinyatakan di penampungan para migran dari Venezuela ini.”

Para uskup bangga melihat tim-tim sukarelawan setiap hari datang membantu saudara-saudara mereka, di rumah transit. Mereka yakin, umat Kristiani yang sejati menyamakan semua orang sehingga tidak ada seorang pun berkekurangan, seperti yang ditunjukkan dalam Kisah Para Rasul Rasul.

Kedua keuskupan itu selalu memberikan kesaksian persaudaraan konkret sebagai tanda solidaritas di pihak Gereja. Masing-masing dari 17 imam Venezuela, lanjut laporan itu, diberi kotak berisi makanan dan kebutuhan dasar lainnya: sebuah isyarat amal kasih yang sederhana namun penting guna menyertai tindakan pastoral, spiritual dan material yang dilakukan keuskupan Kolombia bagi para migran Venezuela.(pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan