Home KEGEREJAAN Mgr Leo Laba Ladjar: Gereja penuh gairah hidup kalau tiap anggota aktif...

Mgr Leo Laba Ladjar: Gereja penuh gairah hidup kalau tiap anggota aktif dalam kegiatan Gereja

0

Uskup-Jayapura-Mgr-Leo-Laba-Ladjar-OFM_011

“Gereja penuh gairah hidup kalau setiap anggota aktif berperan dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan Gereja yakni dalam liturgi untuk memuliakan Allah, persekutuan hidup dalam keluarga, Komunitas Basis Gerejawi dan paroki, karya kasih, pelayanan bagi sesama, serta berbuat baik dan berkurban bagi sesama melampaui batas dan sekat agama, suku dan politik.”

Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM berbicara dalam Rapat Dewan Pastoral Keuskupan Jayapura tanggal 23 Januari 2017. Rapat itu berlangsung di Sanggar Samadhi, Santa Clara Sentani, Jayapura, 23-29 Januari 2017.

Di depan 65 peserta yang terdiri atas para pastor dari 28 paroki sekeuskupan, dewan pastoral paroki dan undangan khusus, antara lain sejumlah OMK yang disiapkan menjadi tenaga sekretariat untuk pendataan umat di paroki-paroki, Mgr Leo menegaskan bahwa keuskupan itu, “mau menjadi Gereja, umat Allah yang hidup dan bergairah, karena daya hidup Gereja adalah Roh Tuhan sendiri, yang terus menjiwai dan menyemangati Gereja.”

Di tahun 2016, Keuskupan Jayapura merayakan 50 tahun hirarki. Dalam pengarahannya, Mgr Leo menempatkan momen itu sebagai momen peralihan. “Perayaan perjalanan 50 tahun Gereja kita sebagai keuskupan adalah perayaan satu tahap penting. Kita bahkan dapat menghayati peristiwa itu sebagai satu tahap kepenuhan, satu kairos,” tegas Mgr Leo.

Kairos, jelas uskup, bukan tahap akhir, tetapi lebih merupakan saat kritis, saat genting, “karena kita dihadapkan kembali pada tantangan untuk memilih.” Mgr Leo mengatakan hal itu karena kini dia berusia 76 tahun, usia pensiun. “Pilihan itu berarti berjalan terus dengan semangat baru, melanjutkan alur yang ditempuh selama 50 tahun menuju tahun-tahun ke depan yang penuh tantangan.”

Sedangkan momen peralihan, jelas uskup, ditandai dengan visi keuskupan sebelumnya yakni “Gereja Mandiri yang Misioner” beralih menjadi “Gereja Misioner yang Mandiri”.

Menurut Mgr Leo, Gereja yang hidup dan bergairah selalu memperbaharuhi diri, tidak hanya sibuk mengurus diri sendiri, tetapi bergerak mengarahkan diri ke luar. “Vitalitas Gereja tercermin dalam dua dimensi ini yakni membangun diri ke dalam dan mengarahkan diri ke luar untuk mewartakan terang Injil bagi orang lain.”

Kedua dimensi itu, jelas uskup, tidak bisa dipisahkan, karena memisahkannya berarti “melawan hakekat dan misi Gereja, sebab Yesus Kristus diutus Bapa ke dunia bukan untuk hidup bagi diri-Nya sendiri, melainkan untuk menyerahkan hidup-Nya bagi manusia dan dunia serta alam ciptaan seluruhnya.”

Mantan minister Fransiskan Indonesia itu lalu mengajak semua pastor paroki dan dewan pastoral paroki untuk senantiasa mengobarkan semangat misioner dalam karyanya agar memperlihatkan bahwa Gereja sedang hidup dan bergairah. “Begitu dilahirkan, Gereja serentak diutus. Ia harus ke luar, pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa, memancarkan terang Injil ke luar, agar menjadi terang bagi bangsa-bangsa,” tegas Mgr Leo.

Uskup ketiga Keuskupan Jayapura itu menganjurkan agar rumusan visi Gereja dibalik dari “Gereja Mandiri yang Misioner” menjadi “Gereja Misioner yang Mandiri”. “Pembalikan ini sesuai semangat Injil dan mendapat dukungan Evangelii Gaudium. Paus Fransiskus dalam ajakan apostolik itu memperkuat hal itu, karena “Kita dipanggil bukan untuk tinggal dengan aman dan nyaman dalam komunitas Gereja kita sendiri, tetapi untuk pergi keluar mewartakan dan menyalurkan kasih Tuhan bagi orang lain, dan bukan untuk menaklukkan orang lain. Gereja kuat dan mandiri justru kalau menjadikan dirinya sendiri dengan ke luar ke tengah masyarakat sambil berbuat baik bagi semua orang.”

Peserta akan juga mengadakan studi bersama tentang Ajakan Apostolik Paus Fransiskus “Amoris Laetitia” dengan Mgr Leo sebagai narasumber, Evaluasi Program Kerja 2016 dan Pemaparan Rencana Kerja 2017, serta pelatihan Pastoral Berbasis Data dengan narasumber Pastor Francis Purwanto SCJ dari Yogyakarta. (Abdon Bisei)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Muncul dalam Percakapan di Media Sosial?

Kasino Digital dan Perubahan Cara Masyarakat Memahami Risiko Permainan

Menelusuri Pengaruh Konten Video Pendek terhadap Popularitas Kasino Online

Di Balik Tampilan Kasino Online, Ada Strategi Desain yang Memengaruhi Pengguna

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Membedakan Informasi dari Promosi

Bagaimana Kasino Digital Memanfaatkan Teknologi untuk Menjaga Aktivitas Pengguna?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Perdebatan tentang Batas Hiburan Digital

Mengenali Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna Kasino Online

Kasino Online dan Perubahan Persepsi Masyarakat terhadap Peluang Kemenangan

Ketika Kasino Digital Menjadi Topik Perbincangan dalam Literasi Media

Mengapa Informasi tentang Kasino Online Perlu Dilihat dari Berbagai Perspektif?

Perkembangan Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Pengawasan Konten Digital

Kasino Online dalam Sorotan Psikologi Pengambilan Keputusan Pengguna

Memahami Bagaimana Promosi Kasino Digital Membentuk Harapan Pengguna Baru

Di Tengah Arus Informasi Digital, Kasino Online Menghadirkan Tantangan Baru

Menelusuri Hubungan Kasino Online dengan Perubahan Pola Konsumsi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Perbedaan Hiburan dengan Risiko Keuangan

Bagaimana Pengalaman Pengguna Membentuk Pandangan terhadap Kasino Berbasis Internet?

Fenomena Kasino Online Mengingatkan Pentingnya Sikap Kritis terhadap Konten Viral

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Tanggung Jawab Platform Internet

Kasino Online dan Fenomena Normalisasi Taruhan dalam Kehidupan Digital

Mengapa Transparansi Biaya Penting dalam Layanan Kasino Berbasis Internet?

Menelusuri Pengaruh Komunitas Virtual terhadap Pandangan tentang Kasino Online

Ketika Kasino Digital Menggunakan Sistem Hadiah, Bagaimana Pengaruhnya pada Pengguna?

Kasino Online dan Tantangan Memahami Informasi di Tengah Banjir Konten Digital

Bagaimana Kebiasaan Bermain pada Malam Hari Berkaitan dengan Risiko Kasino Online?

Kasino Digital dalam Sorotan Perlindungan Pengguna dari Praktik Manipulatif

Mengenali Perbedaan antara Keberuntungan Sesaat dan Peluang dalam Kasino Online

Kasino Online dan Peran Edukasi Keluarga dalam Membangun Kesadaran Risiko

Mengapa Kemudahan Registrasi Kasino Digital Perlu Diimbangi Perlindungan Identitas?