Home KEGEREJAAN Katolik setia pada ajaran Para Rasul karena gunakan kitab-kitab Deuterokanonika

Katolik setia pada ajaran Para Rasul karena gunakan kitab-kitab Deuterokanonika

0

img_2437

Di tengah umat Kristiani saat ini beredar dua macam Kitab Suci, salah satunya disertai tulisan Deuterokanonika. Dalam rangka Bulan Kitab Suci 2016, untuk lebih mengetahui perbedaan dari dua Kitab Suci itu serta lebih mengenal kitab-kitab dalam Deuterokanonika, Komisi Kitab Suci Keuskupan Bandung mengunjungi berbagai dekanat atau juga paroki untuk memberikan Seminar Deuterokanonika.

“Ada dua alkitab yakni Kitab Suci Gereja Katolik yang ada tulisan Deuterokanonika dan Kitab Suci  Gereja-Gereja Protestan yang tidak dilengkapi Deuterokanonika,” tegas Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Bandung Pastor Istimoer Bayu Adjie Pr saat berbicara dalam Seminar Deuterokanonika untuk Dekanat Pantura di Paroki Santa Maria Kota Bukit Indah, 4 September 2016. Lebih dari 100 umat dari Paroki Karawang, Purwakarta, Kota Bukit Indah, dan Pamanukan menghadiri seminar itu.

Kalau ada dua Kitab Suci, berarti ada satu yang asli, tegas Pastor Bayu. “Lalu mana yang asli? “Yang asli adalah Alkitab Gereja Katolik!” Pastor Bayu menjawab sendiri. Alasannya, lanjut imam itu, karena Kitab Suci Katolik persis sama seperti yang dipakai oleh Gereja Perdana atau pertama.

Gereja Perdana adalah Gereja zaman Para Rasul yang didirikan pada hari Pantekosta, saat Roh Kudus turun atas Para Rasul. “Saat itulah Yesus mendirikan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Gereja Perdana adalah Gereja yang mengalami kehidupan Para Rasul. Kita bukan Gereja Perdana tetapi masih nyambung dengan Gereja di zaman Para Rasul karena Gereja kita didirikan di atas dasar batu karang yakni Petrus,” kata Pastor Bayu, seraya mengutip Matius 16:18 “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini saya akan dirikan  Gereja-Ku.”

Dengan adanya Deuterokanonika dalam Kitab Suci Katolik maka Alkitab Gereja Katolik memiliki 45 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru, sedangkan Alkitab Gereja-Gereja Protestan memiliki 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Alkitab Gereja-Gereja Protestan tak memiliki bagian yang disebut  Deuterokanonika, sedangkan kitab-kitab Perjanjian Baru persis sama.

Gereja-Gereja Protestan, jelas Pastor Bayu, “hanya mengakui 39 kitab, karena mereka mengikuti pendapat Martin Luther, seorang imam Gereja Katolik asal Jerman yang kemudian membelot karena melancarkan protes, maka kelompoknya disebut Gereja Protestan. Martin Luther membuang Deuterokanonika dan tidak lagi menganggapnya sebagai bagian alkitab.”

Pastor Bayu menjelaskan bahwa “Gereja-Gereja Protestan mengikuti pendapat Martin Luther kira-kira 500 tahun lalu dan Deuterokanonika dibuang dan jadilah alkitab tanpa Deuterokanonika seperti yang dipegang oleh umat Protestan.” Padahal, Alkitab atau Kitab Suci yang asli, menurut Pastor Bayu, sebenarnya sejak zaman Para Rasul atau sekitar 2000 tahun lalu sudah berisi Deuterokanonika, “sama seperti Kitab Suci Gereja Katolik sekarang.”

Jumlah Deuterokanonika ada tujuh yakni empat kitab sejarah (Tobit, Yudit, Makabe I, Makabe II), dua kitab puitis-hikmat (Kebijaksanaan Salomo, Putra Sirakh), satu kitab nabi (Barukh). Tapi seakan-akan ada 10, karena ada Tambahan Ester, Tambahan Yeremia dan Tambahan Daniel. “Istilah tambahan itu mengganggu padahal Martin Luther yang mengurangi, karena soal bahasa. Yang bahasa Yunani dicabut. Bagian-bagian ini memang berbeda bahasanya. Karena bahasanya berubah maka Martin Luther mencabutnya.”

Ditegaskan bahwa Deuterokanonika adalah kitab-kitab dalam Perjanjian Lama, “bukan kumpulan kitab tersendiri, sehingga Gereja Katolik tetap hanya  memiliki dua bagian Kitab Suci, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, namun di dalam Perjanjian Baru terdapat Deuterokanonika.”

Perjanjian Lama adalah Kitab Suci Yahudi. Orang Yahudi kuno, jelas imam itu, memiliki Kitab Suci yang disebut Perjanjian Lama oleh orang Kristen, sedangkan orang Yahudi sendiri tidak menyebut Kitab Sucinya sebagai Perjanjian Lama karena itu satu-satunya Kitab Suci mereka. Mereka menyebutnya Tanakh (berbahasa Ibrani) dan “LXX” atau Septuaginta (berbahasa Yunani).

Tanakh sama dengan torak atau nabi dan ketubin, sedangkan LXX disebut Septuaginta karena waktu itu orang-orang yang di luar Palestina tidak bisa mengerti bahasa Ibrani maka diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh 70 orang, dan 70 itu dalam bahasa Yunani adalah Septuaginta.

Jadi ada dua macam Perjanjian Lama dengan dua perbedaan bahasa di atas. Perjanjian Lama Ibrani tidak sama dengan Perjanjian Lama Yunani. Perjanjian Lama Yunani (LXX) memuat semua Perjanjian Lama Ibrani (Tanakh) ditambah dengan kitab-kitab yang kini disebut Deuterokanonika. Orang-orang Yahudi juga menganggap Perjanjian Lama Yunani sebagai Kitab Suci yang memiliki wibawa sama dengan Perjanjian Lama Ibrani.

Kitab Suci Yahudi ada dua yakni Tanakh berbahasa Ibrani dan Septuaginta berbahasa Yunani, jelas Pastor Batu, Tanakh dipakai oleh umat Yahudi di Palestina (Yerusalem), sedangkan Septuaginta dipakai oleh umat Yahudi di perantauan. “Dua versi Kitab Suci Yahudi itu beredar sebab orang Yahudi di Perantauan tidak lagi mengerti bahasa Ibrani. Maka, mereka memakai Kitab Suci berbahasa Yunani yang mereka pahami. Waktu sampai tahun 90 AD, belum ada kanon resmi yang menentukan manakah Kitab Suci Yahudi. Jadi, ‘batasnya’ belum jelas,” kata Pastor Bayu.

Ketua Komisi Kitab Suci keuskupan Bandung itu menegaskan, “Katolik memakai LXX atau Septuaginta  yaitu Perjanjian Lama Yunani yang berisi semua kitab dalam Perjanjian Lama Ibrani  dan kitab-kitab yang kini disebut Deuterokanonika, karena Gereja Para Rasul (Gereja Perdana) memakai Perjanjian Lama Yunani sebagai Kitab Suci mereka. Berarti, Gereja Katolik setia kepada ajaran iman Para Rasul.” (paul c pati)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami