Home KEGEREJAAN TNI AD buka diri untuk mengenal dan bekerja sama dengan KWI

TNI AD buka diri untuk mengenal dan bekerja sama dengan KWI

0

 

SONY DSC

Untuk pertama kali dalam sejarah, tujuh Jenderal Angkatan Darat TNI dengan seragam lengkap datang mengunjungi  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai bagian dari upaya korps AD untuk berkenalan dengan berbagai lembaga agama, lembaga swadaya masyarakat, dan media, serta untuk menjalin kerjasama dengan semua pihak.

Kasad Jenderal TNI Budiman yang memimpin kunjungan rombongan tanggal 5 April 2014 itu mengatakan, “Komunikasi dengan pelbagai elemen masyarakat, LSM, media, lembaga agama adalah bentuk keterbukaan TNI AD untuk bisa saling mengenal dan membangun kerjasama.” Mereka diterima oleh Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo.

Kerjasama menurut jenderal itu menjadi begitu penting, “ketika kita menyadari panggilan kita sebagai pelayan masyarakat (dalam bahasa agama: umat).” Juga dikatakan bahwa mereka akan semakin kuat, kokoh dan disegani di mata dunia saat mereka “bersatu membangun Indonesia yang lebih bermartabat.”

Sekretaris Eksekutif sekaligus Bendahara Komisi Komsos KWI Pastor Kamilus Pantus Pr melaporkan peristiwa itu lewat Mirifica News dengan judul “Para Jenderal TNI AD Merapat ke KWI.”

Juga diungkapkan bahwa “Umat Katolik Indonesia menyadari sepenuhnya sebagai kelompok minoritas telah, sedang dan akan menjalani hidup dengan prinsip 100% sebagai pemeluk agama Katolik dan 100% sebagai anggota masyarakat Indonesia.”

Jenderal itu mengungkapkan bahwa lembaga yang sedang dipimpinnya sedang berusaha membuat para prajurit memiliki kecerdasan yang unggul baik kecerdasan otak (IQ), kecerdasan Emosional (EQ) maupun kecerdasan yang berkaitan dengan yang spiritual (SQ).

Bahkan lewat  kerja sama yang dibangun dengan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia untuk riset dunia kemiliteran, TNI AD berharap mampu memproduksi sendiri peralatan perang yang canggih yang bisa menyaingi peralatan perang dari negara-negara maju di dunia.

Berbicara tentang pemilu, baik pileg dan pilpres, jenderal itu memastikan bahwa TNI AD sangat jelas, tidak terjebak dalam perebutan kekuasaan maupun politik.

Menurut Mgr Suharyo, kunjungan KASAD ke KWI itu adalah yang pertama dalam sejarah berdirinya KWI.

Selain Pastor Kamilus, pimpinan Kantor KWI yang hadir adalah Sekretaris Komisi Kerawam Pastor Guido Suprapto Pr, Kepala Bagian Dokpen Pastor FX Adisusanto SJ, Sekretaris Komisi Seminari Pastor Sipri Hormat Pr, Sekretaris Komisi HAK Pastor Agus Ulahayanan Pr, dan Kepala Departemen PSDM-PU-TG Pastor Maxi Un Bria Pr. Hadir juga utusan dari Forum Masyarakat Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia dan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia.

Mgr Suharyo menjelaskan lembaga yang dipimpinnya yang bukanlah superstructure  dari 37 keuskupan dan 1 vikariat militer di Indonesia, “karena setiap keuskupan adalah otonom dan bertanggungjawab langsung dengan pimpinan Gereja Katolik Dunia yang berpusat di Vatikan.”

Dijelaskan bahwa KWI adalah lembaga koordinasi antarpara uskup di Indonesia. “Para uskup akan bersidang sekali setahun. Biasanya ada 3 hari dari 10 hari sidang dikhususkan sebagai hari studi para uskup. Mereka berdiskusi berbagai tema baik yang berkaitan dengan kehidupan beragama juga yang berkaitan dengan bangsa dan negara Republik Indonesia.”

Dijelaskan bahwa Gereja Katolik Dunia melalui pemimpin umumnya di Roma, telah mendirikan Vikariat Militer di Indonesia. “Lembaga yang didirikan tahun 1949 ini bertujuan untuk melayani kebutuhan rohani anggota militer yang beragama Katolik. Saya sendiri pernah melayani lembaga itu,” demikian Uskup Agung Jakarta dan Vikaris Apostolik Keuskupan Bandung itu.(pcp)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online