cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (20)

Paus Fransiskus merayakan Misa pada hari Minggu, 28 Januari 2018, di Basilika Santa Maria Maggiore untuk menandai pemindahan gambar suci Maria “Salus Populi Romani” (Keselamatan Orang Romawi). Gambar suci itu dikembalikan ke tempatnya dalam Kapel Borghese dalam Basilika Santa Maria Maggiore itu setelah diperbaiki oleh Museum Vatikan.

Gambar Maria “Salus Populi Romani” itu adalah objek devosi khusus bagi orang-orang Roma, dan bagi Paus Fransiskus, yang secara rutin datang ke Basilika itu untuk memuliakan gambar suci itu, terutama sebelum dan sesudah perjalanan apostoliknya ke seluruh dunia.

Dalam homili Misa itu, demikian laporan Christopher Wells dari Vatican News, Paus secara khusus memfokuskan gagasan Maria sebagai Ibu. “Kehadiran Bunda membuat gereja ini menjadi rumah keluarga bagi kita anak-anak,” kata Paus. Dan dengan demikian, kita bisa mengenali Gereja sebagai “rumah kita, rumah tempat kita menemukan tempat istirahat, penghiburan, perlindungan, pengungsian.”

Paus Fransiskus mengingat bahwa nenek moyang kita telah mengajarkan kita, di saat-saat sulit dalam hidup, untuk selalu berpaling kepada Maria, untuk berkumpul bersama “di bawah jubah Bunda Allah yang Kudus.” Maria, kata Paus, “menjaga iman kita, tetap berhubungan, menyelamatkan kita dalam cuaca badai, dan melindungi kita dari kejahatan.” Kalau Maria, Bunda kita, berada di rumah, lanjut Paus “iblis tidak masuk.”

Ketika berdoa kepada Maria, lanjut Paus, sebuah doa tradisional mengatakan, “Janganlah memandang rendah permohonan kami.” Maria tidak pernah memandang rendah permohonan kita, tapi selalu segera menjawabnya – sama seperti, dia segera pergi ke Elizabeth di saat kebutuhannya, seperti yang kita dengar dalam Injil.

Kita juga berdoa agar Maria membebaskan kita dari bahaya. “Tuhan sendiri tahu bahwa kita membutuhkan perlindungan dan penjagaan di tengah-tengah” banyak bahaya yang kita hadapi dalam kehidupan, kata Paus. Justru untuk alasan ini, lanjut Paus, dari Salib Yesus mempercayakan Santo Yohanes, murid yang dikasihi, dan semua murid-Nya kemudian kepada Bunda-Nya yang terberkati.

Seperti Santo Yohanes, Paus juga mengatakan, kita harus “membawa Maria ke dalam  rumah kita sendiri,” mengundangnya “masuk ke dalam rumah kita, hati kita, kehidupan kita.” Umat Kristiani tidak bisa “tidak terikat atau terpisah” dari Maria, Ibu kita, kata Paus, atau kita akan kehilangan identitas kita sebagai anak-anak.

Dengan demikian, kata Paus, “Marilah menjadikan Ibu sebagai tamu dalam kehidupan kita sehari-hari, yang hadir terus-menerus di dalam rumah kita, tempat berteduh kita yang aman.”(pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan