Maria Pembantu Abadi

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

555. Kapan persembahan diberikan kepada Allah?

Gereja mengucap syukur kepada Allah terus-menerus, terutama dalam merayakan Ekaristi saat Kristus memperkenankan Gereja untuk berpartisipasi dalam ucapan syukur-Nya kepada Bapa. Bagi orang Kristen, setiap peristiwa bisa menjadi alasan untuk mengucap syukur.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2637-2638, 2648

556. Apakah doa pujian itu?

Pujian adalah bentuk doa yang mengakui secara paling langsung bahwa Allah adalah Allah. Doa ini sama sekali tanpa kepentingan apa pun: mengidungkan pujian Allah semata-mata demi kepentingan Allah dan memuliakan Allah melulu karena Dia adalah Allah.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2639-2643, 2649

557. Apa pentingnya Tradisi berkenaan dengan doa?

Dalam Gereja melalui Tradisi yang hidup, Roh Kudus mengajar anak-anak Allah bagaimana berdoa. Kenyataannya, doa tidak dapat direduksi pada keluarnya dorongan batin secara spontan, tetapi menyangkut kontemplasi, studi, dan pemahaman realitas rohani yang dialaminya.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2650-2651

558. Apa sumber doa Kristen?

Sumber-sumber itu ialah Sabda Allah yang memberi kita ”pengenalan” akan Kristus (Flp 3:8), Liturgi Gereja yang mewartakan, menghadirkan, dan mengomunikasikan misteri keselamatan, keutamaan teologal dan situasi setiap hari karena di dalamnya kita dapat bertemu dengan Allah.

”Aku cinta pada-Mu, Tuhan,

dan satu-satunya rahmat yang kuminta

ialah mencintai Engkau selamanya. …

Allahku, jika lidahku tidak dapat mengatakan setiap saat

bahwa aku mencintai Engkau,

aku ingin agar hatiku mengulanginya kepada-Mu

sesering tarikan napasku”

(Pastor dari Ars, Santo Yohanes Maria Vianney)

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2652-2662

559. Apakah ada banyak cara untuk berdoa dalam Gereja?

Dalam Gereja, ada bermacam-macam cara berdoa yang berhubungan erat dengan perbedaan konteks historis, sosial, dan kultural. Kuasa Mengajar Gereja mempunyai tugas untuk mempertimbangkan kesetiaan cara-cara doa ini kepada tradisi iman para Rasul. Adalah tugas para Imam dan Katekis untuk menjelaskan makna-makna tradisi iman ini yang selalu dikaitkan dengan Yesus Kristus.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2663

560. Apa jalan doa kita?

Jalan doa kita ialah Kristus karena doa itu diarahkan kepada Allah Bapa kita, tetapi hanya dapat sampai kepada-Nya jika kita berdoa dalam nama Yesus, paling sedikit secara implisit. Kemanusiaan-Nya de facto merupakan satu-satunya jalan melalui mana Roh Kudus mengajar kita berdoa kepada Bapa. Karena itu, doa liturgi ditutup dengan rumusan ”melalui Yesus Kristus, Tuhan kami”.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2664, 2680-2681

561. Apa peran Roh Kudus dalam doa?

Karena Roh Kudus adalah Guru batin doa Kristen dan “kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa” (Rom 8:26), Gereja menganjurkan kita untuk berseru dan memohon kepada-Nya dalam setiap situasi, ”Datanglah, Roh Kudus!”

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2670-2672, 2680-2681

562. Dalam arti apa doa Kristen itu juga bersifat Marian?

Karena kerja samanya yang istimewa dengan karya Roh Kudus, Gereja sangat suka berdoa kepada Maria dan bersama Maria, pendoa yang sempurna, dan untuk ”memuliakan” dan berseru kepada Allah bersama dengannya. Maria menunjukkan ”Jalan” kepada kita, yaitu Putranya, satu-satunya Pengantara.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2673-2679, 2682

563. Bagaimana Gereja berdoa kepada Maria?

Terutama dengan Salam Maria, dengan doa ini Gereja memohon pengantaraan Sang Perawan Tersuci. Doa-doa Maria yang lain ialah: Rosario, himne Akathistos, Paraklesis (Penghibur), dan banyak himne serta lagu Maria dalam bermacam-macam tradisi Kristiani.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 2676-2678, 2682

Maria Pembantu Abadi1

Tinggalkan Pesan