Catholic-bishops

Karena berita palsu atau hoax sudah banyak menghiasi media sosial, pada hari Rabu 21 Juni 2017 para uskup di Filipina meminta kepada umat beriman untuk melawan penyebaran informasi palsu dan penipuan online.

Untuk pertama kalinya, Konferensi Waligereja Filipina mengeluarkan seruan pastoral menentang berita palsu yang merupakan “dosa terhadap cinta kasih” karena hal itu menyebabkan orang mengambil keputusan yang salah.

“Iman Katolik mewajibkan kita untuk menahan diri agar tidak berurusan, mempopulerkan dan mendukung sumber-sumber dari ‘fakta alternatif’ atau ‘berita palsu’,” kata para uskup seperti dilaporkan oleh Roy Lagarde dalam media Konferensi Waligereja Filipina, CBCPNews.

“Janganlah menjadi penyokong berita-berita palsu dan berhentilah menyebarluaskannya baik dalam media sosial atau dari mulut ke mulut atau melalui bentuk ungkapan publik lainnya,” kata para uskup.

Kebebasan berekspresi adalah fondasi demokrasi, namun pelaksanaan yang tidak bertanggung jawab, “bukanlah menjadi bagian umat Kristiani,” kata para uskup.

“Sayangnya, kita melihat ini terjadi saat ini,” kata para uskup, seraya menyesali kenyataan bahwa ada orang yang telah memberikan diri mereka dalam pelayanan untuk membagikan kebohongan dan menyembunyikan kebenaran.

Para uskup, yang sering menjadi korban berita-berita palsu dan meme-meme menyesatkan, menekankan bahwa keputusan-keputusan penting – pribadi dan sosial – bergantung pada pemahaman fakta yang akurat.

“Banyak kali, fakta alternatif dan berita-berita palsu menimbulkan keputusan yang salah dengan konsekuensi jelek untuk waktu yang lama bagi pribadi-pribadi dan komunitas-komunitas,” lanjut para uskup.

Guna membantu penghentian penyebaran “tipuan dan kebohongan,” para uskup mendorong umat beriman “untuk menolak kebohongan setiap kali itu ada dalam fakta dan data.”

Para uskup juga mendesak para netizen untuk mengidentifikasi sumber-sumber berita palsu sehingga orang lain bisa waspada dan diberi tahu media atau situs mana yang harus dihindari.

“Keterlibatan aktif dari warga masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang larut dalam keadilan bergantung pada kebenaran,” kata para uskup Filipina. (pcp berdasarkan CBCPNews)

Tinggalkan Pesan