Jesus-at-Last-Supper-2

Pekan PASKAH VII (P)

Santol Feliks I; Santa Jeane d’Arc; Santo Baptista Varani; Santo Ferdinandus dari Kastilia

Bacaan I: Kis. 20:17-27

Mazmur: 68:10-11.20-21; R:33a

Bacaan Injil: Yoh. 17:1-11a

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan ber­kata: ”Bapa, telah tiba saatnya; per­muliakan­lah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memper­muliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Renungan

Doa merupakan titik sentral perjumpaan kita orang beriman dengan Allah. Pengalaman perjumpaan itu terjadi secara rohaniah dalam bingkai iman. Dalam dan melaluinya, orang-orang beriman merasakan kehadiran Allah secara penuh di dalam batinnya, sekaligus mampu menangkap kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Itu berarti, orang yang tidak pernah berdoa, ia tidak pernah memahami kehadiran dan kehendak Allah di dalam hidupnya. Karya nyata mesti mengalir dari pengalaman doa, dan doa hendaknya berbuah dalam tindakan nyata. Hal ini memungkinkan pengalaman hidup iman kita menjadi utuh dan sempurna.

Yesus telah menunjukkan contoh yang baik bagi kita. Di tengah kesibukan karya pelayanan-Nya, Ia masih mengambil waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Ia bersyukur dan mendekatkan diri serta seluruh karya-Nya dengan Bapa. Doa yang diungkapkan-Nya tidak hanya untuk menyatukan diri-Nya dengan Bapa, tetapi juga mendekatkan dan menyatukan semua orang yang percaya di dalam Dia dengan Bapa. Ia pun terus berdoa bagi kita hingga sekarang. Semoga doa-doa kita juga mendekatkan diri kita dengan Bapa dan sesama dalam karya nyata sehari-hari.

Ya Tuhan Yesus, ajarilah aku berdoa dengan rendah hati seperti Engkau, agar aku semakin dekat dengan Dikau dan berbuah dalam karya pelayanan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Tinggalkan Pesan