Menristek Dikti Menyerahkan SK Pendirian Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang
Menristek Dikti Menyerahkan SK Pendirian Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang. Ist.

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang berkomitmen menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air, serta lulusan yang mesti siap mengabdi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya mengatakan hal itu ketika menerima Surat Keputusan Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Unika Soegijapranata, langsung dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir, di Gedung Albertus kampus itu, 11 Februari 2019.

“Ini perjuangan akan kami mulai sejak hari ini. Namun kami yakin, kami tidak berjuang sendiri. Banyak kepala daerah, pengelola rumah sakit, pimpinan perguruan tinggi, ketua organisasi kemasyarakatan, dan keuskupan di berbagai tempat siap melanjutkan dukungan dan doa untuk perjuangan kami ini,” tegas Ridwan.

Melalui prodi kedokteran, lanjut rektor, Unika Soegijapranata dapat semakin komprehensif mendukung program pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha promotif dan preventif.

“Sebelumnya, beberapa kegiatan pengabdian masyarakat dan KKN telah kami laksanakan sampai di wilayah terluar Indonesia. Ke depan, kami dapat menjalankannya dengan semakin komprehensif melalui keberadaan tenaga-tenaga kompeten di bidang kesehatan,” lanjut Ridwan.

Nasir juga mengamati, seperti dikatakan saat penyerahan SK itu bahwa dalam meningkatkan pendidikan tinggi berkualitas yang diimbangi prestasi akademik yang baik, Yayasan Sandjojo, bertekad membuat universitas itu setaraf internasional untuk menjawab industri 4.0 yang kini gencar di Indonesia dan untuk membantu dan menolong rakyat miskin.

SK itu diserahkan oleh Nasir kepada Wakil Yayasan Sandjojo Prof YL Sukestiyarno didampingi Ridwan Sanjaya, serta disaksikan tamu undangan.

Nasir menyatakan prodi kedokteran memiliki spesifikasi berbeda dengan prodi lain, karena mahasiswa kedokteran tak cukup lulus secara akademis tapi masih diwajibkan pendidikan pra klinis (co-as) dan ujian klinis guna mendapatkan surat tanda registrasi profesi kedokteran.

Unika Soegijapranata membangun kampus kedua di Kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Kecamatan Mijen, Semarang, untuk Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Teknologi Pertanian dan Rumah Sakit. Peletakan batu pertama, 2 Januari 2019, dilakukan oleh Prof Nasir, Ridwan Sanjaya, Agus Suryono, dan Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko.

Sesuai visi, jelas Prof Ridwan, kampus baru akan dibangun dengan semangat Green and Smart Campus. “Semangat itu bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran secara lebih utuh, didukung suasana suportif, kondusif, serta fasilitas lengkap berwawasan lingkungan ramah disabilitas,” dan “sesuai konsep, kampus itu menjadi kampus modern dan ikonik Kota Semarang.”

Menurut Agus Suryono, tujuan utama pembangunan kampus baru Unika Soegijapranata itu untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. “Sesuai program Pemerintah Pusat, kami ingin berperan aktif membangun sumberdaya manusia berkualitas serta berkarakter. Satu cara yang kami lakukan melalui pengembangan kampus inovatif ini,” tuturnya. (PEN@ Katolik/Felixianus Ali)

Uskup Agung Semarang Mgr  Robertus Rubiyatmoko mendampingi Menristek Dikti dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Kampus II Unika Soegijapranata Semarang
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko mendampingi Menristek Dikti dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Kampus II Unika Soegijapranata Semarang. Ist.

Tinggalkan Pesan