Maria Magdalena

OKTAF PASKAH (P)

Santo Anisetus; Santa Klara Gambacorta OP;

Beato Baptista Spagnoli

Bacaan I: Kis. 2:14.22-32

Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; R: 1

Bacaan Injil: Mat. 28:8-15

Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah bangkit. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Renungan

Iman kita dibangun dari pengalaman kehadiran Allah dalam hidup kita. Pengalaman indah para murid bersama Yesus di Galilea menjadi dasar dari iman mereka akan kebangkitan Yesus. Karena itu, Yesus menyuruh mereka pergi ke Galilea dan di sanalah mereka akan melihat Yesus lagi.Yesus juga mau menegaskan bahwa Dia yang bangkit adalah juga Dia yang hidup dan berkarya bersama mereka di Galilea.

Yesus memang telah bangkit mulia, namun kita murid-murid-Nya masih di dunia, pada saatnya kita pun akan hidup mulia bersama Dia. Yesus tidak menghendaki kita untuk segera meninggalkan dunia ini, Ia bahkan menghendaki kita untuk masuk ke dalam dunia sebagai utusan-Nya, sebagaimana Dia juga telah diutus Bapa-Nya (bdk. Yoh. 17:15-19). Di satu pihak kita tentu tak bisa lepas dari urusan kita sehari-hari: mencari nafkah, merawat keluarga, belajar, bergaul dengan sesama. Namun, itu semua kita lihat kini dengan pandangan yang berbeda, yakni pandangan seorang utusan Tuhan yang peduli pada keselamatan umat manusia, dimana bukan lagi kehendak kita masing-masing yang utama, namun kehendak Allah.

Mungkin kita bertanya: Tetapi, bagaimana saya tahu kehendak dan cita-cita Tuhan bagi saya? Yesus menjawab: “Ikutilah Aku!” Tetapi, bagaimana aku mengikuti-Mu, Tuhan? “Pergilah ke Galilea, di sanalah kamu akan melihat Aku.” Ini bukan berarti kita harus berziarah atau hijrah ke Tanah Suci, tapi kita diajak membaca injil setiap hari. Dalam injil itulah kita menjumpai Yesus yang hidup, bergaul dan berkarya dalam hidup kita. Dituntun oleh Yesus, dituntun oleh Injil-Nya, kita pun dapat menghayati Galilea kita, saat-saat kita mengikuti Yesus dalam hidup sehari-hari.

Ya Tuhan, Engkau telah bangkit dari kematian untuk membuka jalan bagiku menuju kemuliaan. Semoga aku setia mengikuti jalan-Mu setiap hari. Amin.

Tinggalkan Pesan