makan-sore-natal-2016-c

Petikan Sasando, alat musik khas Pulau Rote, NTT, terdengar sore itu pada Hari Natal 25 Desember 2016 di Gedung Karya Pastoral Paroki Santa Helena Curug, Tangerang, mengiringi jamuan makan sekitar 250 kaum papa dan berkekurangan, yang diundang sesuai rekomendasi ketua-ketua lingkungan paroki itu. Sambil makan, mereka bukan hanya dilayani oleh 150 relawan yang berasal dari enam paroki di Dekanat Tangerang, tapi juga diiringi dengan berbagai lagu Natal.

Makan Sore Natal 2016 dengan tema “Merawat Kebhinekaan Melalui Perjamuan Kasih Persaudaraan” di Paroki Curug itu merupakan salah satu dari 12 tempat perayaan yang sama yang dilakukan oleh Komunitas Sant’Egidio bersama Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Panitianya adalah Komunitas Pria Katolik (KPK) dengan bantuan sejumlah komunitas lain.

Dengan gaya Bunda Maria, Bunda Segala Bangsa, Pemersatu Bangsa-Bangsa di dunia, seorang OMK paroki itu, Clara, mengawali kegiatan itu dengan puisi berjudul “Merawat Kebhinekaan,” karena panitia percaya bahwa Bunda Maria adalah figur utama dalam Merawat Kebhinekaan.

Vikep KAJ Pastor Alexius Andang Binawan SJ dan Kepala Paroki Santa Helena Curug Pastor Lukas Sulaeman OSC menghadiri acara itu.

Pastor Sulaeman menyambut baik dan berharap agar kegiatan itu dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan kelompok kategorial paroki. “Melalui kegiatan ini kita menyapa mereka yang sepatutnya disapa,” kata imam itu.

Sementara itu, Pastor Andang Binawan mengatakan Makan Sore Natal itu digagas dan pertama kali dilaksanakan oleh Komunitas Sant’Egidio. “Sapaan melalui  Makan Sore Natal itu diberikan untuk semua lapisan masyarakat yang benar-benar kekurangan dan perlu  mendapat perhatian, tanpa membedakan agama,” kata imam itu.

Menurut website Keuskupan Agung Jakarta, Makan Siang/Sore Natal adalah acara tahunan Komunitas Sant’Egidio di seluruh dunia. Acara yang diadakan setiap tanggal 25 Desember ini bertujuan terutama untuk menyapa saudara-saudara kita yang berkekurangan, tanpa memandang agama, suku, ras maupun kepercayaan.

Selain di Komunitas Pria Katolik di Curug, saat Natal 2016, Sant’Egidio mengadakan kegiatan yang sama di Jagakarsa dan Kedoya, Seminari Wacana Bakti di Pasar Minggu, Komunitas Tritunggal Mahakudus di Sunter dan Serpong, Komunitas SMC di Matraman, Komunitas Domus Cordis di Kelapa Gading, BPK PKK KAJ di Kramat, Komunitas Pekerti Kasih di Cengkareng, Komunitas Kerahiman Ilahi di Bekasi dan WKRI di Green Garden.

Sekitar 5000 orang turut Makan Siang/Sore Natal di Hari Natal 2016.

Selain makan dan hiburan, anak-anak yang datang mendapat berbagai macam hadiah dari Sinterklas.

“Terima kasih Yesus. Saya mendapat Kado Natal sepatu sekolah yang sesuai dengan harapan … Ini Kak sepatunya,” kata seorang anak usai membongkar kado yang dia terima, seperti yang ditulis dalam sebuah Facebook paroki itu.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada donatur yang memberi saya sepatu bola Om,” ujar Christiano Calvin dalam Facebook yang sama.

“Sepatu bolanya mana?” tanya “Mike” Santa Clause.
“Ini Om, sudah saya pakai,” ujar Christiano.(Konrad R. Mangu, pcp)

makan-sore-natal-2016

makan-sore-natal-2016-b

makan-sore-natal-2016-3msn-b

makan-sore-natal-2016-2

makan-sore-natal-2016-4

makan-sore-natal-2016-e

msnmsn-amsn-b

msn-c

Foto-foto dari Facebook Paroki Curug dan Web KAJ

Tinggalkan Pesan